
Setelah makan malam Rendy mengajak Anin untuk berbicara berdua. Tn. Ezad dan Ny. Intan paham akan keadaan itu, dan mengajak Rena bersama mereka untuk memberi ruang pada kakak beradik itu.
Mereka berdua duduk di gazebo taman belakang rumah. Rendy lalu membuka pembicaraan
" Nin sebelumnya kakak minta maaf sama kamu"
" Kenapa kakak minta maaf"
" Sebenarnya kakak nggak enak sama kamu dan Tony tapi ini sungguh mendesak"
" Kakak memang sudah janji sama Tony kalau kakak pulang, kalian bisa segera meresmikan hubungan kalian"
" Terus yang buat kakak tidak enak itu apa? "
" Kakak mohon pengertian kamu Nin, kakak ingin menikahi Rena secepatnya"
"Memangnya kenapa Kak?, apa ada masalah yang terjadi ?"
Tiba-tiba terdengar suara Tony dari dalam rumah
" Selamat malam Calon Presdir Airlangga Corp" ucap Tony lalu merangkul bahu Rendy
" Apaan si, sejak kapan kamu sampai" tanya Rendy
" Baru saja tiba, paman dan bibi bilang kamu disini lagi mojok sama my princess jadi aku langsung kesini" jawab Tony melirik ke arah Anin
" Sudah gak usah lebay" jawab Rendy
" Kakak ada apa, kok kesini nggak kabari aku?" tanya Anin
" Maaf kan kakak sayang, kakak lupa kasih tahu kamu, soalnya sahabat kakak lagi galau dia minta kakak datang kemari dengan segera" jawab Tony kemudian duduk di samping Anin
" idih dah main panggil sayang - sayang sekarang?" ucap Rendy
" Kamu tumben sendiri Ton, si Jay kemana biasanya selalu nempel kayak Upin sama Ipin" Rendy tertawa mencandai Tony.
" We.. Gila kamu Rend, dia nggak bakalan mau jadi obat nyamuk" jawab Tony terkekeh
Di tempat lain Jay yang lagi makan tak sengaja menggigit lidah ya sendiri
"Siapa si yang ngomongin aku" gumam Jay
Setelah Tony duduk Rendy lalu mengutarakan keinginannya
"Ton, sebelumnya aku minta maaf, bukan maksud ingin menunda pernikahan kalian tapi ini semua mendadak" ucap Rendy
" Maksud kamu gimana, langsung ke intinya saja" jawab Tony
" Gini Ton, aku cuma minta sama kamu untuk ngelamar Anin secara resmi setelah pernikahan dengan Rena"
" Apa, kamu mau nikah?" ucap Tony kaget
" Ya Ton ini urgent, dan satu satu nya jalan adalah dengan menikahi nya"
Tony jadi berpikir kemana-mana, jangan - jangan sahabatnya ini hamilin anak orang makanya urgent. Dengan ragu Tony berkata
" Rend, kamu gak hamilin anak orang kan?, terus dia minta tanggung jawab?" ucap Tony
" uii... Kamu kira sahabat mu ini lelaki macam apa, kamu nggak percaya sama aku?" jawab Rendy
"Aku percaya sama kamu, lebih baik kamu jelasin dulu semuanya biar kita nggak nerka-nerka apa yang terjadi" Jawab Tony (sok bijak)
*** Flashback On ***
Semalam saat Rendy saling berkirim pesan dengan Anin, orang kepercayaannya datang dan mengatakan kalau mereka mengetahui dimana Rena berada.
Sehingga Rendy memutuskan untuk pergi bersama orang kepercayaannya dan mengirim pesan pada Anin
📤Rendy
" Udah dulu ya dek, kakak masih ada urusan, nanti kakak WA lagi, bye princess"
Setelah mengirimkan pesan itu, Rendy langsung berangkat bersama orang kepercayaannya menuju tempat yang mereka katakan
Sesampai disana dia melihat hal yang sangat dia benci, Rena sedang dibawa paksa oleh seorang pria paruh baya. Rendy yang penasaran pun mendekat dan mencoba menegur
( dalam bahasa Inggris)
" Maaf pak, kenapa anda menarik paksa Nona ini" tanya Rendy
" Hei anak muda jangan ikut campur, aku mau apakan gadis ini terserah pada ku karena aku sudah membelinya" ucap pria itu membentak Rendy
__ADS_1
Bagai disambar petir Rendy mendengarnya.
Membeli gadis itu. Rendy mengepalkan tangannya, dia tidak mau gegabah
" Oke pak, tapi bisakah kita bicara sebentar" ucap Rendy mencoba mengajak pria itu bicara
Rencana nya dia ingin melakukan negosiasi,. Sebenarnya mudah saja mengambil Rena karena pria itu sendiri tapi dia tidak mau menambah musuh
" Kamu mau apa? Cepat katakan" ucap pria itu
Rendy mendekat dan berbisik,
" Berapa bapak membeli gadis itu dan pada siapa" bisik Rendy sambil melirik Rena
" Kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu mau dengan J*l*ng ini" jawab pria itu dengan senyum mengejek nya
" Ya sepertinya begitu" jawab Rendy enteng
" Aku membelinya seharga $25.000 kepada pamannya," ucap pria itu
Deg jantung Rendy seakan terhenti, tangannya terkepal kuat,
"pamannya, tega sekali dia menjual keponakannya" gumam Rendy
Rena tak kalah kaget paman nya tega menjualnya. Tanpa sadar airmata ya mengalir di pipi. Rendy yang melihatnya pun menjadi sedih sekaligus marah.
" Jadi bagaimana anak muda, kau masih mau membelinya dariku, apa kau punya uang sebanyak itu" ucap pria itu merendahkan Rendy
Rendy yang mendengarnya menjadi panas
" Ok.. Aku akan bayar dia 3x lipat, ini adalah tawaran pertama dan terakhir ku, kalau anda tidak mau terpaksa aku menggunakan cara lain" ucap Rendy
" Sabar anak muda aku akan memberikannya pada mu, tapi setelah aku puas dengannya"
Kesabaran Rendy sudah di ujung batas saat mendengar ucapan pak tua itu
" Jack, kamu tahu siapa pria ini?" tanya Rendy pada orang kepercayaannya
" Dia adalah Tn.Seo pemilik perusahaan S Building, dia baru mengajukan kerjasama dengan Airlangga Corp dalam pembangunan R&A Hotel" Jawab Jack
" Oh.. Tn. Seo apa anda masih mau bermain - main dengan ku" Ucap Rendy dengan seringai liciknya
" Anda tak perlu tahu aku siapa, yang aku inginkan adalah gadis itu. Jadi Tn. Seo aku memberikan waktu 5 detik jika dalam 5 detik anda tidak menerima tawaran itu maka..." Rendy menggantungkan kalimatnya
" Maka apa anak muda" ucap Tn. Seo
" Jack, jika dalam 5 detik pria ini tidak menerima tawaran kita, batalkan semua kerjasama perusahaannya dengan Airlangga Corp dan blacklist dari semua perusahaan yang ada di negara ini"
Tn. Seo yang mendengarnya langsung gemetar, mau tidak mau dia harus mengalah demi perusahaannya.
" Kamu sebenarnya siapa? Jangan coba - coba mengancamku" ucap Tn. Seo marah
" Jadi anda benar-benar ingin tahu siapa aku" ucap Rendy tertawa kecil
" Aku harap anda tidak akan menyesal saat tahu" tambah Rendy
Tn. Seo terdiam mencerna ucapan Rendy
Rendy mengulurkan tangannya dan menyebut namanya
" perkenalkan RENDY SETYA AIRLANGGA" ucap Rendy berbisik di telinga Tn. Seo
Tn. Seo pucat pasih mendengarnya,
"dia adalah Rendy anak pemilik Airlangga Corp" gumamnya
" Baiklah anak muda, ini ambil lah J*l*ng ini," sambil mendorong tubuh Rena kepada Rendy
Rendy langsung meraih tubuh rena yang terhubung akibat dorongan pria itu
" Terima Kasih pak Tua, Jack suruh bawahan mu mengurus semuanya dengan pak tua ini" ucap Rendy
Jack meminta anak buah nya untuk mengurus transaksi dengan Tn. Seo sedangkan dia pergi bersama Rendy. Didalam Mobil
" Jack, urus kepulanganku segera bersama Rena ke Negara M Besok pagi" perintah Rendy
" Baik Tuan." jawab Jack cepat
Sesampai di Apartemen Rendy, dia mengajak Rena masuk dan menceritakan siapa dia sebenarnya, Rena begitu terkejut bisa bertemu lagi dengan Rendy yang merupakan Cinta masa remaja nya. Dan Rendy pun mengutarakan wasiat terakhir Kakek pada Rena
Rena setuju dengan semuanya, karena dia tidak mempunyai siapa - siapa lagi, dan meminta Rendy mengurus semuanya.
__ADS_1
Keesokan harinya mereka bertolak ke negara M
*** Flashback Off ***
"Begitu Ton ceritanya" ucap Rendy
" Gak apa-apa kok, kita bisa ngerti lagian papaku masih di luar negeri masih ada urusan" Jawab Tony
" Terima kasih Ton," UCAP Rendy
" Santai aja Bro, tadinya aku telpon papa tanya dia kapan pulang, karena aku takutnya kamu langsung minta aku nikah sama Anin, eh.. Tau nya kamu gak mau kalah" ucap Tony tersenyum jahil ke arah Rendy
Rendy hanya tersenyum mendengar lelucon temannya itu, sedangkan Anin menjadi pendengar mereka.
" Kapan rencana kakak menikah" tanya Anin tiba-tiba
" Minggu depan Dek, biar acara kamu sama Tony tidak tertunda lagi" jawab Rendy
" Kakak santai saja, jangan terlalu dipikirkan" ucap Anin
Akhirnya mereka mengobrol dan Rendy memperkenalkan Rena pada Tony.
Tepat puku 10 malam Tony pamit untuk pulang dan berjanji akan membantu persiapan pernikahan sahabat sekaligus calon kakak ipar nya tersebut
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tolong koreksi jika ada Typo
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa
❤️ Like
🖋️ Komen
🎁 Tips ya...
.
.
.
?.
.
.
Happy Reading Kakak
TERIMA KASIH
__ADS_1