
Satu hari menjelang acara pernikahan Rendy dan Rena, semua persiapan telah dilakukan, Tony dan Jay tampak sibuk menyiapkan segala sesuatu nya, meski pernikahan terbilang sederhana tapi untuk pernikahan putra keturunan Airlangga persiapan haruslah meriah.
Pernikahannya diadakan di salah satu hotel milik keluarga dan tamu undangan pun hanya sebatas keluarga dan beberapa kolega bisnis saja.
***
Hari yang dinanti pun tiba, Rendy dan Rena telah bersiap. Kini Rendy telah duduk didepan penghulu dan melaksanakan Ijab Qobul, dan hanya dalam satu tarikan nafas Rendy mengucapkannya semua orang langsung berteriak
"SAH.."
Kini resmilah Rendy dan Rena menjadi suami istri. Acara pun dilanjutkan dengan Resepsi pada malam harinya.
Pengantin tengah menyalami tamu undangan yang memberikan ucapan selamat. Tapi disudut ruangan ada sepasang kekasih yang sedang duduk berdua sambil menikmati suasana.
Tony akhirnya membuka suara
" Sayang,, kalau kita nikah nanti kamu mau konsep seperti apa?" tanya Tony pada Anin
" Yang sederhana saja kak, yang penting berkah dan kita bahagia"
" Apa kamu nggak mau acara yang mewah, yang lebih dari acara ini misalnya"
" Aku si gak mau ngebebanin dengan konsep yang berlebihan dan mewah, sayang uangnya mending di sumbangin"
" Kira - kira yang ada dalam pikiran kamu sekarang konsep nya seperti apa?" tanya Tony penasaran
" kalau aku si penginnya si outdoor kak kayak ditaman, kayak pesta kebun gitu, kita nya bisa berbaur sama tamu"
Tony yang mendengarnya sumringah, mendengar konsep resepsi impian nya Anin dia jadi punya bayangan seperti apa acara mereka nanti.
" Sayang, besok kakak mau ngajak kamu ke rumah kakak gimana kamu bisa nggak?" tanya Tony
" Bisa kok, tapi agak siang ya soalnya mau istirahat"
" Ok.. Gak apa-apa, sekalian ada yang mau kakak omongin ke kamu"
Malampun semakin larut, semua tamu undangan pun pamit pulang dan sepasang pengantin sudah menuju kamar mereka yang sengaja khusus di dekor untuk mereka.
Tony pun pamit pulang bersama Jay
" Uncle, kita pamit pulang dulu" ucap Tony pada Tn. Ezad
" Ya terima kasih sebelumnya Ton, Jay atas bantuan kalian, nggak pamit sama Rendy" kata Tn. Ezad
" Nggak usah Uncle, pengantin baru jangan di ganggu" kata Tony
Lalu Tony menoleh ke arah Anin dan pamit
"Sayang kakak pulang dulu ya, besok kakak jemput"
" Hati - hati ya kak, besok jemput Anin disini aja soalnya Anin nggak pulang"
" Ok sayang, kamu baik-baik disini" ucap Tony seraya mencium kening Anin dan berlalu meninggalkan tempat itu
Saat di mobil....
" Wah hebat juga temanku ini dah berani cium kening didepan camer" ucap Jay mencandai Tony
" Emangnya kenapa si, nggak boleh apa? Jawab Tony kesal
" Tidak apa-apa, cuma aku salut sama keberanian kamu" ucap Jay tersenyum
Akhirnya mereka tiba diapartemen
" Jay agenda ku besok apa?" tanya Tony
" Kayaknya pagi sampai jam 10 ada acara talkshow aja, setelah itu kosong"
" Ok terima kasih Jay, besok setelah acara itu aku mau ajak Anin ke rumah, aku mau jujur siapa aku sebenarnya"
" Memang nya Rendy nggak kasih tau dia"
" Rendy nggak mau, dia bilang ada baiknya aku yang langsung ngomong sama dia"
"Ya sudah mending sekarang tidur biar besok nggak telat" ucap Jay
Mereka pun menuju kamar masing - masing.
__ADS_1
Keesokan hari nya mereka berangkat ke tempat talkshow setelah selesai di sana, Tony menjemput Anin sedangkan Jay pergi ke acara reuni teman sekolah dasarnya dulu.
Sesampai di Hotel Tony menghubungi Anin tapi handphone nya tidak aktif dia berinisiatif bertanya pada resepsionis
" Permisi, bisa minta tolong sambungkan saya ke kamar Anindita" ucap Tony pada resepsionis itu
Dua resepsionis wanita menoleh ke arah Tony, dan mereka terdiam melihat Tony berdiri didepan mereka
" Maaf tuan, setahu kami tidak ada tamu hotel bernama Anindita, apakah anda tahu dikamar nomor berapa?" jawab resepsionis A sopan
" Maaf saya tidak tahu, tapi dia semalam menginap disini, setelah acara resepsi kakaknya" jawab Tony
Resepsionis B segera menjawab
" Apa maksud anda Nona Anin, anaknya Tn. Airlangga?"
" Ya benar" jawab Tony cepat
" Maaf tuan kalau boleh tahu hubungan anda dengan Nona Muda apa?" tanya resepsionis A meyakinkan
" Bisa sambungan saya sekarang, soalnya handphone nya tidak aktif, bilang saja calon suaminya menunggu di lobi" ucap Tony menekankan kata Calon Suami
Kedua resepsionis itu ternganga mendengar ucapan Tony, dan mereka menghubungi ekstension kamar Anin
Setelah Tersambung
" Maaf Nona Muda calon suami anda menunggu di loby"
" Suruh langsung kekamar saya saja"
" Baik Nona Muda"
Sambungan terputus
" Tuan, anda diminta Nona langsung kekamarnya" ucap resepsionis B kepada Tony
" Tolong antarkan Tuan ini ke kamar Nona Muda" Ucapnya lagi kepada Bell boy
Tony di antar kekamar Anin. Saat Tony sudah memasuki lift resepsionis A dan B berbisik
" Tidak nyangka ya bisa lihat Tony Andesta sedekat itu" ucap resepsionis A
" Nona muda sangat cocok dengan dia sama-sama cantik dan tampan" ucap si A
" Aku dengar Tony Andesta sahabatnya Tuan Muda
Obrolan mereka pun terhenti saat ada tamu yang datang.
Tony sudah sampai di depan kamar Anin
Bell Boy memencet bel, keluarlah seorang wanita cantik dengan riasan flawless tapi tetap terlihat elegan
" Sayang ayo masuk" ucap Anin
" Ya sayang" jawab Tony
Sebelum masuk Tony mengucapkan terima kasih kepada Bell Boy tersebut.
Saat didalam kamar Anin
" Handphone kamu kok nggak aktif" tanya Tony
" Kehabisan baterai itu masih di charge" Jawab Anin
" kamu sudah selesai siap - siap"
" Sudah, mau jalan sekarang" tanya Anin
" Ayo" ajak Tony
Mereka pun keluar kamar dan berjalan sambil bergandengan tangan, saat di lorong mereka bertemu dengan Rendy dan Rena
" Wah ada pengantin baru ni" ucap Rendy sambil tersenyum
Rendy pun menoleh ke arah sumber suara dan melihat sahabat dan adiknya bergandengan tangan
" Darimana kamu" tanya Rendy
__ADS_1
" Dari kamar lah" jawab Tony
" Awas kamu kalo berani macam - macam sama Anin"
" Duh.. Pengantin baru nggak usah mikir kejauhan, kita masih tau batas dan bisa nahan kok" jawab Tony dengan senyum manisnya
" Kalian mau kemana?"
" Aku mau ajak Anin ke rumah" Jawab Tony cepat
" Ya sudah hati - hati kita kekamar dulu" ucap Rendy sambil menepuk bahu Tony dan berjalan ke arah kamar
" Buat nya yang banyak ya Rend, biar rame" Ucap Tony sedikit berteriak
Rendy berbalik dan mengangkat satu tangan yang terkepal ke arah Tony. Tony hanya terkekeh melihatnya sambil berjalan menggandeng tangan Anin.
Sesampai di lobi semua mata tertuju pada pasangan ini, bagaimana tidak dari paras dan penampilan saja mereka sudah menyedot perhatian. Bahkan ada yang berbisik
" Wah.. Ganteng dan cantik, mereka cocok ya"
" Ya satu nya artis dan satunya anak pemilik Airlangga Corp"
Begitulah ocehan orang - orang yang berpapasan dengan mereka
Sesampai di mobil Tony langsung membuka pintu untuk Anin, dan dia kembali masuk ke kursi pengemudi serta menyalakan mesin mobil dan melajukannya ke arah rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
..
Mohon Koreksi Jika ada Typo🙏🙏🙏
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa LIKE and VOTE ya, biar ratingnya naik..
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading kakak, 😘😘😘
__ADS_1
TERIMA KASIH