
Tony meraih handphone nya di atas nakas disamping tempat tidur. Dia masih terbayang - bayang wajah Anin, dia masih tidak percaya kalau Anin adalah adiknya Rendy.
Tony langsung menggeser layar ponselnya, dia mencari nomor Rendy dan langsung melakukan panggilan video
Tut.. Tut... Tut... Suara telpon tersambung, tak lama terdengar suara diseberang sana
" halo sahabatku, ada apa ne?"
" kamu Ren emang gak boleh aku telpon kamu?", jawab Tony sambil memperlihatkan wajah kesal nya
" gak gitu Ton" ucap Rendy cepat
" kamu sibuk gak Ren?, aku pengen bicarakan sesuatu sama kamu" tanya Tony
" gak juga Ton, aku lagi duduk santai aja" jawab Rendy
" gini Ren aku masih bingung masalah tadi siang, apa benar Anin itu adik kamu"
" iya benar, kamu ketemu Anin dimana?" selidik Rendy
" ketemu di parkiran kampus, tadi sekitar jam 10 an, motornya mogok jadi aku kasih tumpangan sama dia" jawab Tony sambil mengingat kejadian tadi pagi
__ADS_1
" tumben Ton, kamu peduli biasanya gak ambil pusing sama masalah orang lain" ucap Rendy sedikit penasaran
" atau jangan - jangan kamu suka sama adik aku" ucap Rendy lagi.
"kamu Ren, kalau iya kenapa?" jawab Tony cepat
" tapi aku masih bingung Ren, Aku kan sering kerumah kamu tapi gak pernah ketemu sama Anin?" tanya Tony
" Oh itu, Anin jarang dirumah Ton, kalau siang dia bisa menghabiskan waktu di toko souvenir bersama temannya, nah trus kalau udah pulang jarang sekali keluar kamar setelah makan malam, makanya kamu gak pernah ketemu" jawab Rendy menjelaskan
" Oh... Pantas kalau kita kerumah kamu gak pernah ketemu sama dia" ucap Tony
Tony jadi tau makanya tidak pernah melihat Anin kalau mereka lagi ada dirumah Rendy.
" Hah..." ucap Rendy sedikit teriak tidak percaya dengan apa yang diucapkan sahabatnya.
Tony kaget mendengar suara Rendy
" bisa pelan sedikit gak Ren, telinga ku sakit"ucap Tony cepat
" maaf.. Maaf habisnya aku kaget dengar pengakuan kamu" jawab Rendy
__ADS_1
"sebenarnya aku telpon kamu karena aku mau minta restu sama kamu, aku serius ingin kenal dekat dengan Anin" ucap Tony
" gini Ton, aku gak bisa ngelarang kamu buat dekatin Anin, tapi aku cuma minta sama kamu jangan pernah buat dia menangis" ucap Rendy
" aku janji Ren, Aku gak bakal buat Anin bersedih, apalagi sampai nangis" jawab Tony meyakinkan Rendy
" aku percaya sama kamu" jawab Rendy cepat
" makasih ya Ren. Kapan kamu balik?" tanya Tony
" belum tahu Ton, pekerjaan aku masih banyak." jawab Rendy cepat
" ya udah Ton, nanti sambung lagi aku mau istirahat dulu, titip Anin, jaga dia" ucap Rendy menitipkan pesan kepada Tony
Setelah pembicaraan itu Tony jadi tenang, dia semangat untuk mengenal Anin lebih dekat karena sudah mendapat restu dari sahabatnya, bagaimana pun Tony gak mau kalau hubungan persahabatan nya dengan Rendy jadi buruk karena perasaannya terhadap Anin.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 Tony masih terlentang di atas kasur nya, pandangannya menerawang ke atas, pikiran nya entah kemana sekarang, hanya bayang- bayang Anin yang ada dipelupuk matanya. Tanpa disadari matanya pun terlelap
Bantu Vote dan Like ya k
Kritik dan Saran sangat saya butuhkan untuk menjadi lebih baik lagi
__ADS_1
Terima kasih dah membaca Novel saya