
Pagi pun menyapa waktu menunjukan jam 7, Anin sudah bersiap - siap, rencananya dia akan ke apartemen Tony. Dia turun menuju ruang makan untuk sarapan. Saat tiba disana dia melihat ibunya dan kakak ipar nya lalu menyapa mereka.
" Selamat Pagi" ucap Anin
Nyonya intan dan Rena menjawab bersamaan
" Selamat pagi juga"
" Tumben sudah rapi Nin, biasanya kamu ke kantor jam 8" tanya Nyonya intan
" Mau ke apartemen kak Tony dulu bu, ada keperluan sedikit" jawab Anin
" Ya udah sarapan saja dulu nggak usah tunggu Ayah" kata Nyonya intan
Anin mengambil roti dan mulai mengoles selagi coklat kesukaannya. Setelah selesai dia meletakkan ya dipiring dan beranjak ke dapur membuat teh hijau, saat dia kembali roti nya hilang entah kemana.
" Kakak....." teriak Anin
Anin tahu kalau yang mengambil roti ya adalah Rendy. Sedangkan yang dipanggil hanya tertawa sambil memakan roti yang diambil tadi
Dengan malas Anin mengambil roti lagi dan mengolesnya kembali dengan selagi coklat dan langsung memakannya. Tak lama tuan Ezad datang dan bergabung begitu juga Rendy.
" Nin kenapa teriak - teriak, anak gadis sebentar lagi mau nikah kok masih suka teriak" ucap tuan Ezad sembari duduk di kursi nya.
" Bagaimana nggak teriak si Yah, tahu tu biang ketok selalu saja bikin kesal" jawab Anin cemberut
" Kamu juga Ren, sudah menikah masih saja suka jahil sama adik kamu" ucap tuan Ezad kepada Rendy
" Betul itu Yah, sudah menikah kok masih jahil. Kak Rena, nanti kak Rendy nya jangan kasih jatah ya" ucap Anin meledek Rendy
" Jatah apa si Nin" tanya Nyonya Intan
"Jatah apa saja, jatah makan kek, apa kek" jawab Anin sekena nya
Semuanya tertawa mendengar jawaban Anin.
" Ayah, Anin izin masuk terlambat ya, soalnya mau ke apartemen kak Tony sebentar" ucap Anin meminta izin kepada tuan Ezad
" Iya nggak apa - apa, kamu hati - hati ya"
" Iya Ayah, Anin di antar supir kok Yah"
" Baiklah kalau begitu, Ayah duluan. Ayo Ren"
Ucap tuan Ezad mengajak Rendy.
Mau tidak mau Rendy langsung bangkit dari duduk nya. Dia berjalan mengejar langkah Ayahnya sambil menghabiskan roti yang diambil dari Anin tadi.
Setelah kepergian Ayahnya Anin pamit kepada nyonya Intan dan Rena
" Bu, Kak, Anin berangkat dulu"
__ADS_1
" Kamu hati - hati ya dijalan". Ucap nyonya Intan
" Ya bu, Assalamualaikum" pamit Anin
Anin melangkah keluar, tiba didepan pintu mobil sudah siap dia segera masuk
" Ke Diamond Apartemen ya"
" Iya Non" jawab pak supir
Mobil pun melaju menuju ke apartemen Tony. Setengah Jam dijalan akhirnya Anin sampai
" Saya turun disini saja, nggak usah tunggu saya langsung ke kantor saja" ucap Anin kepada supir ayahnya.
" Baik Nona,"
Supir itu pun berlalu meninggalkan Anin. Dia segera menuju ke unit nya Tony. Sesampai disana dia memencet bel tapi tidak ada respon dari pemilik unit. Akhirnya Anin memberanikan diri membuka pintu dengan kata sandi yang Tony berikan kemarin.
Anin langsung masuk dia berhenti di depan Tv yang masih menyala, sementara kedua pria itu tertidur sangat pulas meski di karpet. Anin tak enak hati membangunkan kedua nya akhirnya dia memutuskan untuk memasak sarapan.
Saat bau makanan menggelitik indera penciumannya Tony langsung membuka mata dan merengangkan otot - otot nya. Dia bangun dan langsung menuju ke arah dapur. Tony melihat Anin sedang sibuk memasak, dia berjalan mendekat.
Anin yang sedang mengambil bahan makanan di kulkas tak sengaja melihat Tony berjalan ke arahnya
" Selamat pagi sayang" sapa Anin dengan senyum manisnya
" Selamat pagi" jawab Tony dengan suara khas bangun tidur
" kamu sudah lama, kok aku tidak dengar kamu datang" tanya Tony
" Lumayan kak, pas aku masuk lihat kakak sama kak Jay pulas banget tidurnya jadi nggak tega buat bangunin" jawab Anin
" Kamu masak apa sih, harum banget bau nya"
" Cuma masak omlet telur sama roti bakar isi ayam " jawab Anin sambil menyelesaikan memasaknya.
" Pasti enak" ucap Tony sambil mendekat ke arah Anin menghirup wangi masakan Anin.
Wajah Tony sangat dekat dengan Anin. Tony memanggil Anin dan saat Anin menoleh tanpa sengaja bibirnya menyentuh pipi Tony. Anin kaget dan segera memalingkan wajahnya, sedangkan Tony tersenyum samar penuh kemenangan. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi mereka dari jauh dengan senyum yang sangat lebar.
Suasana jadi hening Anin tertunduk dengan pipi merah seperti tomat sedangkan Tony tidak berhenti memandang Anin. Tiba-tiba
" Ehem.. Ehemm.." suara Jay memecah keheningan
Tony berbalik dan menatap tajam ke arah Jay, sedangkan yang di tatap hanya senyum - senyum sendiri.
" Makanan sudah siap" ucap Anin
Tony mengalihkan pandangan kepada makanan yang sudah terhidang. Dia lalu duduk dan hendak mengambil sandwich tapi Anin segera menarik piring berisi sandwich tersebut.
" Cuci muka dulu, atau sekalian mandi baru sarapan" ucap Anin menatap Tony
__ADS_1
" Sarapan dulu ya sayang baru mandi" ucap Tony memelas
" Setidaknya cuci muka dulu, lihat kak Jay sudah cuci muka dan terlihat segar" jawab Anin
Tony langsung bangkit menuju wastafel dan mencuci muka nya. Segera dia kembali ke meja makan karena tidak sabar menikmati makanan buatan Anin.
Tony langsung mengambil sandwich dan langsung memakannya.
" Hmm.... enak sekali sayang, kamu pintar sekali masak nya" puji Tony
" Iya Nin, enak banget kamu belajar masak sama siapa" tambah Jay
" Ah.. Kakak ini bisa saja, saya cuma sering ikut ibu masak jadi sedikit tahu" jawab Anin malu
Tony mengambil satu sandwich dan menyodorkan kearah Anin
" Buka mulutnya sayang, kakak suapin" ucap Tony sambil mengangkat sandwich nya didepan mulut Anin.
Mau tak mau Anin membuka mulut dan menggigit sandwich tersebut, lalu segera Tony memakan sandwich yang sudah digigit Anin tersebut.
" Ah.. Kakak kenapa dimakan, itu kan bekas Anin" ucap Anin
" Nggak apa-apa, rasanya lebih enak sayang" ucap Tony sambil tersenyum
Wajah Anin kembali merona malu dengan ucapan Tony. Dan Jay hanya menikmati pemandangan didepan nya juga sandwich dan omlet telur nya.
. Bersambung
.
.
.
.
.
.
.
Mohon koreksi jika ada Typo
Mohon maaf🙏🙏🙏 baru bisa UP soalnya masih dikejar tugas negara.. 😔😔😔
.
Jangan lupa Like dan Vote ya!!!
Happy Reading Kakak 📖📖📖
__ADS_1
.