
Setelah sarapan Tony pamit untuk mandi
“ Aku mandi dulu ya “ pamit Tony meninggalkan Jay dan Anin
Saat Tony sudah memasuki kamar Jay bertanya pada Anin.
“ Nin, maksud kamu semalam itu bagaimana?”
“ ya kak Anin sudah dapat semua rekaman CCTV aslinya, karena sebelumnya CCTV nya memang diretas oleh seseorang “ Jawab Anin
“ Kamu tahu yang retas itu siapa “ tanya Jay penasaran
“ Nggak tahu tapi aku tahu siapa yang masuk ke kamar kak Tony “
“Siapa ?” ucap Jay tidak sabar mendengar penjelasan Anin yang selanjutnya
“ Emely “
Jay kaget mendengarnya dia tidak menyangka kalau Emely bisa berbuat senekat itu.
“ Bagaimana Emely tahu sandi apartemen Tony ? “ tanya Jay
“ Kemungkinan Emely memiliki teman yang ahli dalam meretas keamanan dan CCTV “ ucap Anin lagi.
“ Terus rencana kamu selanjutnya apa, papanya Tony kan sudah menentukan tanggal pertunangan kalian “
“ aku akan mengikuti permainan mereka, dan berpura – pura tidak tahu “ jawab Anin
“ Oke kakak akan mengikuti semua rencana kamu “ ucap Jay
Lama mereka berbicara akhirnya Tony keluar dari kamar dan segera menuju ke arah Jay dan Anin didepan TV.
“ Sayang, kamu ada kegiatan nggak hari ini ? “ tanya Tony
“ Aku harus ke kantor kak, ada desain yang harus aku selesaikan “ jawab Anin
“ kalau begitu kakak antar kamu dulu”
“ Terus kak Jay ? “ tanya Anin
“ Kalian duluan saja , aku nanti menyusul saja ke lokasi “ Jawab Jay
“ Ya sudah kalau begitu ayo berangkat sekarang kak” Ajak Anin
Mereka bertiga keluar dari apartemen Tony dan menuju lift saat lift terbuka Emely berada didalam lift. Tony dan Anin juga Jay masuk kedalam lift, tiba – tiba Emely memepetkan tubuhnya kearah Tony dan menyapa Tony
“ Selamat Pagi Ton “ Ucap Emely sambil memepetkan tubuhnya kearah Tony
Tony langsung menjauhkan dirinya. Jay melihat ekspresi Anin sungguh ekspresi yang sangat sulit ditebak. Raut wajahnya biasa saja seperti tidak terjadi apa – apa.
__ADS_1
Emely yang ikut melihat ekspresi Anin merasa gagal membuat Anin cemburu.
Tak berapa lama lift terbuka Jay, Tony dan Anin segera menuju basement tempat mobil mereka terparkir. Jay mengambil barangnya yang sengaja dia tinggal dimobil dan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap – siap .
Ditempat lain Emely menggerutu pada dirinya sendiri karena merasa gagal membuat Anin cemburu. Karena rencananya dia ingin membuat Anin cemburu supaya Anin meninggalkan Tony dan kesempatan itulah yang akan digunakannya untuk mendekati Tony.
“ Huh.. Itu cewek kenapa nggak cemburu si? padahal aku dah total banget tadi“.
\=\=\=****\=\=\=\=
Anin dan Tony tiba di Airlangga Corp. mobil yang dikendarai Tony terparkir didepan pintu utama Airlangga Corp, Tony segera turun dan mengitari mobil membuka pintu untuk Anin.
Saat Anin keluar Tony langsung menggandeng tangan Anin seolah – olah mengumumkan pada dunia bahwa hanya dialah pemiliknya. Tony meminta security di sana untuk memindahkan mobilnya ke tempat parkir.
Tony dan Anin berjalan bergandengan masuk ke Airlangga Corp, semua karyawan yang masih berada di loby memperhatikan mereka dengan tatapan kagum dan seakan tidak percaya melihat seorang artis secara langsung. Anin yang merasa ditatap puluhan mata tersebut menarik tangannya dari genggaman Tony tapi Tony malah semakin mempererat genggamannya.
“ Kamu kenapa sayang, kok tangannya ditarik?” . bisik Tony di telinga Anin.
“ Malu kak, diliatin orang “ jawab Anin lembut
“ Biarkan saja “ jawab Tony cuek.
Mereka menaiki lift khusus menuju ke lantai 20 tempat Anin bekerja. Tony dengan setia mengantar Anin sampai didepan ruangannya.
Sesampai disana
Anin hanya mengangguk, dia malu karena masih menjadi pusat perhatian.
“ Ya sudah kamu masuk sana “ Tony sambil mencium kening Anin
“ Ya kak, Kakak hati – hati “ jawab Anin
“ Ya sayang kakak mau ketemu Ayah dulu ada yang perlu dibahas. Nanti malam kakak ke rumah kamu “ ucap Tony.
“ Ya “ jawab Anin dan melangkah menuju ke ruangannya.
Setelah Anin masuk Tony langsung menuju ke ruangan tuan Ezad karena ada sesuatu yang akan dia bicarakan dengan calon mertuanya tersebut.
Sementara para karyawan yang menyaksikan adegan mesra tadi ada yang iri dan juga memuji.
“ Wah.. ternyata Tony Andesta romantis juga ya “ ucap si A
“ Iya aku jadi iri, amsih ada nggak sih yang kayak Tony “ timpal si B
“ Mbak Anin beruntung ya bisa pacaran dan sebentar lagi menikah sama Tony “ sahut si C
“ Masa si ?” tanya si B
“ Iya benar, kemarin aku lihat ada orang WO kesini ketemu sama pak Bos Rendy” jawab si C
__ADS_1
Mereka akhirnya bubar setelah melihat sosok Rendy berjalan kearah mereka.
***\=\=\=\=\=\=\=\=\=***
Tony sudah sampai di ruangan tuan Ezad. Dia bertanya kepada sekretaris tuang Ezad
“ Permisi apa Uncle Ezad ada” tanya Tony
“ Silahkan langsung masuk saja tadi tuan
sudah meninggalkan pesan kalau anda datang diminta langsung masuk keruangannya” jawab sekretaris tersebut sopan
Tony langsung melangkah membuka pintu
“ Assalamualaikum, selamat pagi Uncle “
“ Waalaikumsalam, selamat pagi Ton ayo masuk silahkan duduk “ tuan Ezad mempersilahkan Tony duduk.
Tuan Ezad memanggil sekretarisnya dan meminta dibuatkan dua cangkir kopi untuk mereka
“ Lid buatkan kopi dua ya “ ucap tuan ezad melalui ekstension sekretarisnya
Selang beberapa menit masuklah Lidya sekretaris tuan Ezad membawakan kopi .
“ silahkan diminum Tuan “ ucap Lidya
“ Terima kasih “ jawab Tuan Ezad dan Tony bersamaan
Lidya keluar dari ruangan tersebut tinggallah calon mertua dan calon memantu disana. Mereka membicarakan banyak hal terkait rencana lamaran dan tunangannya Tony dan Anin. Sampai pukul 09.30 Tony pamit pada tuan Ezad karena dia masih ada kegiatan ditempat lain dan mereka sepakat untuk acaranya akan diserahkan langsung kepada pihak WO.
Bersambung
.
.
..
.
.
.
.
Jangan lupa like dan vote ya..
Terima Kasih
__ADS_1