
"Iya benar, aku juga merasa iri sama mbak Luna, suamiku mana bisa seperti suami mbak Luna, yang ada malah suamiku selalu sibuk kerja," setuju yang lainnya.
Luna hanya tersenyum mendengar apa yang ibu ibu itu katakan, mereka hanya tahu yang di luar tapi tidak dengan keadaan rumahnya yang sebenarnya.
Tapi Luna bersyukur karena itu artinya dia bisa menutupi masalah keluarganya dengan baik sampai sampai para tetangga tidak ada yang tahu masalahnya.
"Kalau begitu Luna duluan ya Bu, takut kesorean nanti kalau masak," pamit Luna dengan ramah.
"Iya mbak, nanti sering sering kumpul sama kita biar selalu dapat informasi yang update," balas salah satu dari mereka.
"Iya bu insya Allah," balas Luna dan segera pergi dari sana.
Sampai di rumah dia langsung menuju ke dapur untuk meletakkan barang barang yang dia beli tadi, setelah itu dia menyempatkan diri untuk pergi melihat keadaan kedua anaknya.
"Anak anak ibu udah mandi belum, sebentar lagi kalian harus berangkat mengaji lho," ucap Luna kepada kedua anaknya.
"Ini sudah jam berapa Bu?" tanya Rafa."Ini sudah jam setengah empat sayang, jam empat kalian harus sudah ada di sana lho, ayo cepat bereskan mainan kalian terus habis itu kalian mandi," perintah Luna dan langsung di laksanakan dengan baik oleh kedua anaknya.
"Oke bu siap," balas kedua anak kembar itu.
"Oh iya Bu tadi ayah cari ibu trus Rafa bilang kalau ibu sedang pergi ke warung," ucap Rafa memberitahukan kepada ibunya kalau tadi Ruli mencarinya.
Luna menatap Rafi dan Rafi pun menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak tahu perihal hal itu.
"Emm... Rafa tadi tidak di apa apain kan sama ayah?" tanya Luna khawatir kalau tadi Ruli menyiksa anaknya tanpa sepengetahuan Luna.
"Enggak kok ayah gak apa apain Rafa, ayah cuma tanya terus setelah Rafa jawab ayah langsung pergi," jawab Rafa bohong.
"Oh ya sudah kalau gitu ibu cari ayah dulu, nanti kalian langsung mandi aja ya,"
"Iya Bu," balas keduanya.
Luna pun langsung mencari keberadaan suaminya, sedangkan Rafa dan Rafi langsung membereskan mainan mereka dan pergi ke kamar untuk mandi.
Luna tahu, pasti sekarang suaminya itu tengah banyak pikiran setelah apa yang terjadi di perusahaan miliknya, tadi Luna sudah mendengarkan semua cerita tadi suaminya saat dia datang sesuai permintaan suaminya untuk ke perusahaan.
"Mas," pangil Luna menghampiri suaminya yang ternyata ada di ruang kerja.
__ADS_1
"Kata Rafa kamu tadi cari aku?" tanya Luna menghampiri Ruli.
Ruli yang mendengar itupun takut, dia takut kalau sampai Rafa mengadukan perbuatannya tadi kepada Luna.
"Enggak kok, tadi aku cuma cari cari kamu aja, emang anak itu bilangnya gimana?" tanya Ruli.
Ruli sudah siap untuk memberikan Rafa hukuman kalau sampai Rafa berani mengadukan dia.
"Rafa bilang kalau kamu cari aku," jawab Luna.
"Cuma gitu aja?" tanya Ruli memastikan.
"Iya cuma gitu, emang ada lagi? Jangan jangan kamu tadi menyakiti dia lagi?" curiga Luna.
"Eng-enggak kok mana ada, aku kan dengerin ucapan kamu, aku takut kehilangan kamu jadi mana mungkin aku menyakiti dia," balas Ruli gagap.
"Ooh, ya sudah kalau kamu gak ada perlu apa apa aku mau ke dapur dulu masak,"
"Iya, jangan lupa masak makanan kesukaan aku, aku lagi pusing pengen makan yang enak enak," balas Ruli.
"Iya, kamu semangat kerjanya aku yakin pasti nanti kamu mengatasi masalah yang ada di perusahaan, doa aku selalu menyertai mu mas,"
"Ya udah aku pergi dulu mas,"
"Iya sayang," balas Ruli dan Luna pun pergi dari ruangan kerja Ruli.
"Ternyata anak itu takut juga, baguslah jadi aku gak usah takut takut kalau sampai Luna tahu perlakuan ku tadi," gumam Ruli dan melanjutkan pekerjaannya lagi.
...**...
Makan malam pun berjalan begitu baik, mulai tadi pagi tidak ada lagi kata kata hinaan yang Ruli keluarkan untuk Rafa.
Luna senang, ternyata ancaman yang dia berikan itu ternyata bisa berdampak baik untuk anaknya.
"Yah, Rafi nanti jadi ikutan lomba melukis mewakili sekolah lho," ucap Rafi mengadukan dirinya yang bisa mewakili sekolah dalam acara lomba melukis.
"Wah benarkah, anak ayah memang hebat, nanti kamu mau hadiah apa dari ayah?" balas Ruli.
__ADS_1
"Rafi gak ingin apa apa kok, Rafi cuma ingin ayah nanti datang menemani Rafi waktu lomba," jawab Rafi.
"Pasti dong sayang, meskipun nanti ayah ada kerjaan ayah akan tetap meluangkan waktu buat kamu," balas Ruli dengan senyuman merekah menatap ayahnya.
"Terimakasih ayah," balas Rafi senang karena ayahnya bisa menemani dirinya dalam mengikuti acara lomba melukis nanti.
"Emm... ayah, apa nanti ayah bisa menemani Rafa ketika lomba?" ucap Rafa bertanya kepada ayahnya.
"Gak bisa aku sibuk," balas Ruli cuek.
"Sibuk? Bukannya nanti waktu Rafa lomba itu hari Minggu ya mas, seharusnya kamu libur dong?" balas Luna.
"Aku sudah selesai makan, aku harus bekerja lagi karena pekerjaan aku masih banyak," ucap Ruli dan beranjak pergi dari sana tanpa menghiraukan perkataan istrinya.
"Hufft...." hela nafas Luna.
"Rafa jangan sedih ya, nanti kan ada ibu dan Rafi yang akan menemani Rafa," ucap Luna agar anaknya tidak bersedih.
"Rafa gak papa kok Bu, Rafa tahu pasti ayah lagi banyak kerjaan," balas Rafa sambil tersenyum, padahal dalam hatinya dia ingin menangis.
"Aku janji nanti akan menemani kamu mulai sebelum lombanya berjalan sampai selesai aku akan menemani kamu, jadi kamu jangan sedih ya," timpal Rafi merangkul pundak saudara kembarnya.
"Terimakasih, aku sangat beruntung punya ibu dan saudara kayak Rafi," balas Rafa.
"Aku juga beruntung banget punya saudara seperti kamu," balas Rafi.
"Ibu juga beruntung banget punya anak hebat hebat seperti kalian berdua," timpal Luna.
"Ayo kita langsung makannya, pokoknya makanan punya kalian harus habis," suruh Luna.
"Siap ibu," balas kedua anak kembar itu.
Mereka bertiga pun kembali melanjutkan acara makan malam mereka tanpa adanya Ruli di sana.
Sesekali Luna melirik ke arah Rafa, Luna tahu pasti sekarang Rafa sedang bersedih karena ayahnya tidak bisa menemaninya nanti, tapi dia bisa apa, suaminya tidak menghina hina anaknya lagi saja di sudah sangat bersyukur banget.
Bukan hanya Rafa yang selalu berdoa agar ayahnya bisa menyayangi dirinya, tapi Rafi dan juga Luna juga selalu berdoa agar Ruli bisa menerima dan menyayangi Rafa sama seperti Ruli menyayangi Rafi.
__ADS_1
...***...