Pelukan Pertama Dan Terakhir Ayah

Pelukan Pertama Dan Terakhir Ayah
Eps. 20


__ADS_3

Luna dan Ruli sudah sampai di sekolah tempat Rafa dan Rafi belajar, mereka berdua keluar dari mobil dan menunggu anak anak mereka keluar dari kelasnya.


"Apakah masih lama mereka keluarnya?" tanya Ruli sambil melihat jam yang ada di tangannya.


"Tidak sebentar lagi, emang kamu buru buru?" balas Luna.


"Tidak kok, akun hanya ingin tahu saja," balas Ruli dan hanya di balas oh saja oleh Luna.


Kriiiingg....


Benar saja, tak berapa lama setelah itu bel pulang sekolah berbunyi, semua anak anak berhamburan keluar dari kelas mereka termasuk Rafa dan juga Rafi.


Terlihat mereka berdua keluar dari kelas sambil bergandengan tangan, Ruli yang melihat itupun baru menyadari kalau kedua anaknya itu sama tidak ada bedanya, kenapa dia selama ini sudah memandang Rafa sebelah mata, pikir Ruli.


"Nah itu mereka," ucap Luna yang baru melihat si kembar, padahal Ruli sudah melihat mereka sejak mereka keluar dari kelas.


"Ibu, ayah," ucap Rafi yang melihat ada ayahnya di sana.


Jujur Rafi ingin sekali memeluk ayahnya, tapi dia juga masih memikirkan Rafa yang mungkin saja akan iri dengan dirinya.


"Siapa yang kamu pangil ayah Rafi?" tanya Rafa yang tidak bisa melihat keberadaan ayahnya.


"Emm itu." Rafi bingung apakah dia harus mengatakannya atau tidak.

__ADS_1


"Halo anak anak ayah," sapa Ruli menghampiri kedua anaknya.


"Ayah," ucap Rafa yang mendengar suara itu.


"Iya ini ayah, apakah kalian tidak merindukan ayah hmm?" balas Ruli yang sudah berjongkok menyamakan tingginya dengan kedua anaknya.


"Rafa dan Rafi sama sama diam, sebenarnya mereka berdua juga sama sama merindukan ayah mereka, tapi mereka malah sibuk dengan pikiran mereka sendiri sendiri.


Tadi yang takut kalau Rafa akan iri kalau dirinya memeluk ayahnya, sedangkan Rafa yang takut kalau dia memeluk ayahnya nanti ayahnya akan marah.


"Kenapa kalian diam, apa kalian beneran tidak kangen sama ayah?" tanya Ruli lagi.


"Apa ayah masih benci sama Rafa?" tanya Rafa, bocah itu takut kalau ayahnya masih membenci dirinya.


"Tidak sayang, ayah minta maaf karena sudah jahat sama Rafa, aku menyesal sering menyiksa Rafa, tolong maafkan ayah yang penuh dosa ini nak," ucap Ruli tulus meminta maaf kepada Rafa.


"Iya sayang ayah meminta maaf, ayah benar benar menyesal telah menyakiti Rafa," balas Ruli meyakinkan kedua anaknya.


Kedua anak itu diam, tapi tiba tiba Rafi berlari menghampirinya ibunya yang masih ada di samping mobil ayahnya.


"Rafa ayo peluk ayah, katanya kamu pengen di peluk sama ayah seperti aku dulu," teriak Rafi menyuruh Rafa agar segera memeluk ayahnya.


Ruli yang mendengar itupun tersenyum, dia mengerti ternyata Rafi ingin memberikan waktu berdua dirinya bersama Rafa.

__ADS_1


"Rafa, ayah minta maaf sama Rafa, ayah banyak salah sama Rafa, Rafa mau memaafkan ayah?" tanya Ruli sambil menggenggam kedua tangan Rafa.


Ruli bisa melihat di kedua tangan yang dia pegang itu ada bekas luka yang sangat dia yakini itu adalah bekas luka yang di sebabkan oleh kejahatannya, Ruli jadi semakin bersalah kepada Rafa.


"Iya ayah, Rafa udah memaafkan ayah kok, Rafa gak pernah marah sama ayah, karena ayah adalah orang tua Rafa," balas Rafa dewasa.


"Terimakasih sayang." Ruli langsung menarik Rafa ke dalam pelukannya, dia memeluk Rafa dengan erat.


"Ya Allah, terimakasih sudah mengabulkan doa doa Rafa, Rafa sangat bahagia karena akhirnya bisa di peluk sama ayah," batin Rafa bahagia.


Rafa pun mengeratkan pelukannya untuk meresapi pelukan yang baru dia rasakan setelah bertahun tahun lamanya.


Dari arah kanan, ada sebuah truk tronton yang melaju tanpa kendali, sepertinya pengemudi truk itu sedang mabuk, sehingga membuat orang orang heboh dan berteriak agar orang orang minggir.


"Awas minggir ada truk melaju tidak terkendali," teriak orang orang.


"Rafa, mas Ruli ayo kita Minggir," teriak Luna menyuruh suami dan anaknya untuk Minggir.


"Ayah Rafa ayo lari," teriak Rafi yang sama sama memanggil ayah dan saudara kembarnya.


Sedangkan kedua orang yang di panggil itu sama sama tidak mendengarnya, mereka berdua masih asik saling memeluk satu sama lain.


"Ayah... Rafa..."

__ADS_1


Brak.


...***...


__ADS_2