
Sepulang dari acara lomba, Ruli langsung mengajak keluarganya untuk jalan jalan di mall, Ruli langsung membelikan hadiah yang banyak untuk Rafi.
Tentu saja lagi lagi Rafa harus merasa iri kepada saudara kembarnya itu, Luna yang mengerti itupun berinisiatif untuk membelikan mainan juga untuk Rafa.
"Rafa sayang kamu mau mainan apa biar ibu belikan?" tanya Luna kepada Rafa yang dia gandeng tangannya.
"Enggak ma, Rafa gak mau apa apa kok," balas Rafa.
Toh percuma juga dia beli mainan nanti yang ada ayahnya pasti akan langsung mengambil mainan miliknya dan entah membuangnya ke man, pikir Rafa.
"Rafa kamu mau mobil mobilan yang sama kayak punya aku gak, biar nanti ayah belikan juga, iya kan yah?" ucap Rafi menawari Rafa mainan juga.
"Aduh kayaknya gak bisa deh nak, soalnya uang ayah hanya cukup beli satu mobil mobilan saja," balas Ruli yang tentunya itu adalah kebohongan semata.
"Enggak usah Rafi, aku gak pengen beli mainan kok," balas Rafa.
"Tuh kan kamu dengar sendiri, Rafa gak mau beli mainan jadi ini kamu saja ya yang beli," ucap Ruli.
"Ya sudah nanti kalau kamu pengen main kamu boleh pinjam punya aku kok," balas Rafi.
"Kasian sekali kamu nak, pasti sekarang kamu sedang iri dengan saudara kembar kamu," batin Luna merasa kasian kepada Rafa.
Luna yang tidak tega pun berinisiatif untuk membelikan mainan sendiri untuk Rafa, meskipun Rafa bilang tidak tahu tapi Luna akan tetap membelikan mainan untuk Rafa.
"Rafa sayang kamu duduk di sini sebentar ya, ibu masih ada urusan kamu jangan kemana mana," ucap Luna menyuruh Rafa agarwal menunggu dirinya di bangku yang sekarang sudah Rafa duduki.
"Iya Bu, ibu jangan lama lama ya," balas Rafa.
Luna pun pergi meninggalkan Rafa sendirian di sana, dia akan mencari mainan yang mungkin akan Rafa suka.
"Sayangnya kamu pilih lagi saja mainan yang kamu suka nanti kalau sudah bawa ke kasur biar ayah yang bayar, ayah mau ke sana sebentar ya," ucap Ruli.
"Iya ayah," balas Rafi dengan senang karena di suruh memilih mainan yang dia suka.
__ADS_1
Yang Rafi pikirkan dia akan memilih mainan dalam jumlah dua agar nanti yang satu bisa untuk Rafa juga.
Sedangkan Ruli yang tadi melihat istrinya pergi pun mencari keberadaan Rafa, karena dia yakin pasti Rafa do tinggal sendiri oleh istrinya.
"Heh anak cacat," ucap Ruli menghampiri Rafa.
"Ayah, kok ayah ada di sini?" balas Rafa meraba raba keadaan sekitar untuk menemukan keberadaan ayahnya.
"Gak penting kamu tahu aku ada di mana, yang pasti aku bilangin sama kamu ya jangan pernah membuat istri aku repot dengan kekurangan mu itu," ucap Ruli yang tidak suka karena istrinya jadi merepotkan merawat Rafa yang tidak bisa melihat.
"Rafa gak bikin repot kok, Rafa gak pernah merepotkan ibu," balas Rafa.
"Apa kamu bilang gak bikin repot? Dengan kamu buta gini saja sudah membuat banyak orang repot, termaksud aku yang pusing memikirkan kamu yang selalu buat ulah," jelas Ruli yang lagi lagi membuat hati Rafa sakit.
"Sekali lagi aku bilang sama kamu jangan buat istri saya kerepotan, kalau bisa itu lakukan semuanya sendiri jangan minta bantuan orang," lanjut Ruli.
"Dan ingat satu hal lagi, jangan pernah mengadu kepada istri ku kalau aku pernah menghina dan menyiksa kamu di belakang dia, kalau kamu kamu berani bilang, kamu tahukan apa konsekuensinya nanti?" lanjut Ruli dan langsung di balas anggukan ketakutan oleh Rafa.
Ruli pun segera meninggalkan Rafa sendirian di sana sebelum nanti istrinya datang, karena kalau sampai Luna tahu bisa panjang nanti urusannya.
...**...
Setelah puas berbelanja, mereka langsung mencari makan dan setelah itu langsung pulang, saat baru sampai di rumah Ruli mendapatkan pesan dari tuan Ghozi bahkan makan malam bersama yang dia ajak waktu itu akan di adakan malam ini.
Ruli yang memang sangat memerlukan tuan Ghozi pun mengiyakan ajakan itu, Ruli langsung mencari keberadaan Luna untuk memberitahukan kabar ini.
"Lun, luna," pangil Ruli mencari keberadaan Luna.
"Iya ada apa mas?" tanya Luna menghampiri suaminya.
"Tuan Ghozi mengajak kita makan malam nanti, kamu harus bersiap siap ya dan jangan lupa ajak Rafi juga," ucap Ruli memberitahu Luna.
"Rafa ikut juga kan mas?" tanya Luna.
__ADS_1
"Gak usah ajak dia, yang ada nanti bikin malu keluarga kita, cukup kita bertiga saja yang pergi dia biarkan ada di rumah sendiri," jawab Ruli yang tak ingin mengajak Rafa.
"Tapi mas, nanti dia gak ada temannya di rumah," balas Luna yang tidak tega meninggalkan Rafa sendirian di rumah.
"Ya elah, orang dia juga sudah besar pasti dia juga bisa sendirian di rumah," balas Ruli.
"Tapi mas...."
"Sudah jangan banyak bicara, kamu mau perusahaan aku bangkrut gara gara kita mengajak anak itu, aku gak mau ya klien aku membatalkan kerja sama ini gara gara ada dia," potong Ruli yang tidak menerima bantahan dari Luna.
Yang ada di pikiran Ruli kalau dia mengajak Rafa yang notabene nya anak buta nanti klien Ruli akan membatalkan kerja sama karena mereka jijik dengan Rafa.
Padahal tanpa Ruli tahu karena Rafa lah Ruli bisa di ajak kerjasama oleh tuan Ghozi.
"Baiklah mas," balas Luna menurut.
Luna tidak bisa berbuat banyak kalau soal untuk perusahaan suaminya, meskipun dia juga mempunyai toko bunga tapi keuangan keluarganya juga lebih besar bergantung pada menghasilan suaminya di kantor.
"Bagus, ya sudah sana kamu pergi kasih tahu Rafi, suruh dia siap siap kita akan berangkat habis sholat isya," perintah Ruli dan di angguki Luna.
Luna membuka kamarnya dan dia langsung kaget saat mendapati adanya Rafa di sana.
"Rafa, kok kamu ada di sini sayang?" tanya Luna berjongkok menyamakan tingginya dengan Rafa.
"Rafa gak papa kok bu kalau di tinggal sendirian di rumah, lagian nanti Rafa juga bisa lebih fokus dalam menghafalkan surat," ucap Rafa yang tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan ibu dan ayahnya.
"Sayang, maafkan ibu ya yang tidak bisa mengajak Rafa juga," balas Luna merasa bersalah kepada anaknya.
"Iya bu gak papa kok, ini juga demi perusahaan ayah, nanti Rafa akan membantu doa dari rumah semoga klien ayah mau bekerja sama dengan ayah," balas Rafa.
"Terimakasih sayang kamu sudah mengerti, ibu sangat bangga dengan Rafa." Luna memeluk Rafa dengan penuh kasih sayang, dan Rafa pun membalas pelukan ibunya.
...***...
__ADS_1