Pelukan Pertama Dan Terakhir Ayah

Pelukan Pertama Dan Terakhir Ayah
Eps. 13


__ADS_3

Malam harinya di saat waktunya makan malam, Rafi membantu Rafa membawa teropi nya lagi menuju meja makan untuk mereka tunjukkan kepada ayahnya.


"Ibu ayah mana?" tanya Rafi yang tidak melihat adanya Ruli di meja makan.


"Ayah belum turun sayang, mungkin sebentar lagi juga turun," jawab Luna.


"Pasti ini Rafa ingin memberi tahu ayah ya kalau Rafa berhasil menang tadi?" tebak Luna yang melihat anak anaknya membawa teropi.


"Iya Bu, aku akan membantu Rafa untuk bilang sama ayah kalau Rafa tadi sangat hebat waktu hafalan," balas Rafi.


"Anak ibu memang hebat, ibu bangga sama kalian," balas Luna.


Tak berapa lama Ruli pun datang, dia berdecih saat melihat ada teropi di atas meja makan, pasti ini ulah Rafa yang ingin pamer kepada dirinya.


"Dasar anak alay, gitu aja di pamerin," batin Ruli.


"Selamat malam ayah," sapa Rafi yang melihat kedatangan ayahnya.


"Selamat malam juga sayang," balas Ruli memberikan kecupan di kening Rafi dan juga istrinya Luna.


"Rafa enggak mas?" tanya Luna karena lagi lagi suaminya itu pilih kasih.


"Posisi Rafa terlalu jauh, jadi gak sampai kalau mau cium dia," kilah Ruli dan langsung duduk di samping istrinya.


"Hufft...." hela nafas Luna.


Luna tidak bisa membayangkan bagiamana perasaan Rafa kalau sampai dia melihat adegan yang tadi, pasti hatinya akan sakit melihat ayahnya yang lebih sayang kepada saudara kembarnya dan sangat membenci dirinya.


Rafa pun hanya diam saja, dia takut kalau harus berhadapan dengan ayahnya, mengingat ancaman ancaman yang selalu ayahnya berikan kepadanya di saat ibunya tidak ada.


"Ayah, ayah tahu gak kalau tadi Rafa itu menang lomba lho, lihat deh teropinya besar banget kan, terus tadi juga ada uangnya," ucap Rafi memberitahu ayahnya betapa hebatnya Rafa.

__ADS_1


"Benarkah, selamat kalau gitu," balas Ruli cuek.


"Ayah, ayah kok gitu sih, ayah gak bangga punya anak sehebat Rafa?" tanya Rafi yang tidak suka dengan cara ayahnya menanggapi ucapannya tadi.


"Biasa saja, masih banyak di luar sana yang lebih hebat dari dia," balas Ruli.


Deg.


Hati Rafa yang mendengar itu terasa sangat sakit, bagiamana bisa ayah yang seharusnya membanggakan anaknya ini malah membandingkan anaknya dengan anak anak di luaran sana yang katanya lebih hebat dari Rafa.


"Mas kamu kok gitu sih, Rafa ini sudah hebat lho bisa mengalahkan peserta peserta lomba yang jumlahnya tidak sedikit," balas Luna yang tidak suka dengan suaminya yang mulai menghina Rafa lagi.


"Udah ah selera makan aku jadi ilang, aku ke kamar dulu," pamit Ruli dan langsung pergi dari sana meninggalkan anak dan juga istrinya di meja makan.


"Mas, mas Ruli," panggil Luna tapi tak Ruli hiraukan.


"Hiks hiks hiks," tangis Rafa setelah kepergian Ruli.


"Sayang," Luna langsung memeluk Rafa dan di ikuti Rafi yang ikutan memeluk Rafa agar Rafa tahu kalau masih ada dia dan juga ibunya yang sangat menyayangi Rafa.


Luna yang mendengar itupun merasa sedih, baru kali ini Rafa berbicara seperti itu, biasanya dia hanya akan menangis saja saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari ayahnya.


"Ayah gak pernah menyayangi Rafa, ayah gak pernah memeluk Rafa seperti ayah memeluk Rafi," adu Rafa mengucapkan semua keluh kesah yang dia rasakan.


"Rafa juga pengen sama seperti teman teman Rafa dan juga Rafi yang di sayang oleh ayahnya, di belikan mainan sebagai hadiah karena sudah mendapatkan prestasi yang bagus, Rafa pengen seperti mereka Bu, hiks hiks," lanjut Rafa.


Hati Luna semakin sakit mendengar itu, dia tidak menyangka kalau ternyata anaknya akan semenderita ini akibat perbuatan suaminya yang selalu pilih kasih di antara kedua anaknya.


"Sayang kamu jangan bersedih, kan masih ada ibu sama Rafi yang sayang sama Rafa,"


"Rafa pengen hadiah apa dari ibu nanti akan ibu belikan," lanjut Luna agar anaknya tidak bersedih.

__ADS_1


"Rafa pengen pelukan ayah Bu, Rafa pengen di peluk sama ayah sekali saja," balas Rafa membuat Luna semakin mengeratkan pelukannya.


"Emang salah ya kalau Rafa tidak bisa melihat, Rafa sebenarnya juga tidak mau Bu, Rafa juga ingin seperti teman teman Rafa yang memiliki tubuh yang normal," lanjut Rafa.


"Tidak sayang kamu tidak salah, kamu adalah anak ibu yang sangat sempurna yang sangat membanggakan buat ibu," balas Luna.


"Rafa kamu jangan bersedih ya, nanti aku akan bilang sama ayah agar dia menyayangi kamu juga sama seperti ayah menyayangi ku," ucap Rafi yang ikut merasakan apa yang Rafa rasakan karena memang mereka sedari dalam kandungan sudah hidup bersama, berbagi makanan bersama.


"Tidak usah Rafi, nanti ayah bakalan marah sama kamu, aku tidak mau kamu juga akan merasakan apa yang selama ini aku rasakan, kamu harus bahagia," balas Rafa menolak usul dari Rafi.


"Rafa kamu mau apa dari ibu pasti nanti akan ibu belikan sebagai hadiah untuk Rafa?" tanya Luna mengalihkan pembicaraan mereka agar Rafa tidak bersedih lagi.


"Rafa tidak ingin apa apa kok Bu, Rafa hanya minta tolong temani Rafa dan jangan pernah tinggalkan Rafa," jawab Rafa.


"Pasti sayang, ibu akan selalu berada di samping kalian berdua dan tidak akan pernah meninggalkan kalian berdua," balas Luna sambil memberikan kecupan di kedua kening anak anaknya.


"Terimakasih Bu," balas kedua anak kembar itu yang semakin mengeratkan pelukan mereka.


Akhirnya makan malam yang Rafi rencanakan akan indah pun berakhir suram, Rafi tadi sudah membayangkan kalau mereka akan tertawa dan bahagia di meja makan karena kemenangan Rafa, tapi semuanya itu hanya berada dalam angan angan Rafi saja, dan itu semua akibat ulah ayahnya sendiri yang selalu pilih kasih di antara keduanya.


...**...


Ruli yang berada di kamarnya pun merasa senang karena mendapatkan email tawaran kerja sama dari tuan Ghozi yang pernah bekerja sama dengan dirinya beberapa tahun yang lalu.


"Benar kata Luna kalau aku pasti bisa menghadapi masalah kantor yang ada, dan tidak sia sia aku beberapa hari ini capek capek lembur di kantor," gumam Ruli senang.


Ruli mengira kalau ini adalah hasil dari doa istri dan juga usahanya, padahal tanpa dia tahu tuan Ghozi mengajak dirinya kerja sama itu karena dia adalah ayah dari Rafa, anak yang mencuri perhatian tuan Ghozi beserta istrinya.


Tuan Ghozi juga mengajak Ruli untuk makan malam bersama dan dia menyuruh Ruli agar membawa istri serta anaknya, tapi dia belum mengatakan kapan waktunya makan malam itu.


Ruli pun mengiyakan saja karena memang dia sangat membutuhkan kerja sama ini untuk mengembalikan keadaan perusahaan yang sudah kacau.

__ADS_1


Ruli senang bukan main, dia akan mengatakan ini nanti kepada Luna, Ruli yakin pasti Luna juga akan sangat senang mendengarnya.


...***...


__ADS_2