
"AYAH, RAFA awasss...." teriak Rafi dan juga Luna.
BRAK.
Rafa terlempar jauh, sedangkan Ruli dia keseret truk tronton itu hingga tubuhnya terhimpit pagar tembok sekolah.
"AYAH RAFA...."Rafi dan juga Luna pun langsung mendekat kepada mereka berdua.
"Mas, kamu harus kuat mas, tolong tolong," teriak Luna meminta tolong agar orang orang segera membantu suaminya.
Semua orang pun segera menolong Ruli, bagian kaki Ruli sudah sangat hancur, sedangkan bagian tubuh atasnya masih utuh tapi ada banyak bekas luka di sana.
Keadaan Ruli pun sudah tidak sadarkan diri, Luna sangat khawatir melihat keadaan suaminya yang seperti itu.
Sementara itu, di posisi Rafi, dia menghampiri Rafa, ada banyak orang juga yang langsung membawa Rafa masuk ke dalam mobil ambulans yang sudah di panggil oleh orang orang untuk datang ke lokasi kejadian.
"Ibu, bagiamana dengan ayah sama Rafa Bu, Rafi takut mereka berdua kenapa kenapa," ucap Rafi memeluk ibunya sambil menangis.
"Ibu juga takut sayang, kita sama sama berdoa kepada Allah semoga ayah sama Rafa baik baik saja ya," balas Luna agar Rafi tidak terlalu khawatir.
Padahal Luna tahu sendiri bagaimana keadaan suaminya tadi, tubuhnya saja sudah banyak yang rusak, hati Luna sungguh tidak tenang memikirkan keadaan suaminya.
__ADS_1
Kalau untuk Rafa sepertinya masih baik baik saja, karena dia terlihat tidak separah Ruli.
Sekarang Rafi dan juga Luna berada dalam mobil mereka, tadi ada orang baik yang ingin mengemudikan mobil mereka karena takut kalau Luna yang membawa mobil sendiri akan kenapa kenapa.
"Ibu bagaimana keadaan ayah tadi?" tanya Rafi penasaran, pasalnya tadi dia fokus kepada saudara kembarnya, sedangkan sang ayah di urus oleh ibunya.
"Kita sama sama berdoa ya sayang, agar ayah bisa selamat dan hidup bersama kita lagi," balas Luna sambil menahan air matanya agar tidak jatuh di hadapan Rafi.
"Apa keadaan ayah sangat parah Bu?" tanya Rafi.
"Kita sudah sampai di rumah sakit mbak, dan ini kunci mobilnya saya mau langsung pamit pulang dulu," ucap orang yang tadi membantu Luna menyetir mobil saat mobil mereka sudah sampai di rumah sakit.
"Tidak usah mbak, saya ikhlas membantu kalian," balas orang itu menolak.
"Sekali lagi terimakasih pak, maaf sudah merepotkan," balas Luna.
"Iya mbak sama sama," balas orang itu dan keluar dari mobil.
"Ayo sayang, kita lihat ayah sama Rafa," ajak Luna dan di turuti Rafi.
Mereka berdua pun langsung turun dari mobil dan langsung mencari keberadaan Rafa dan juga Ruli.
__ADS_1
"Maaf, kelurga pasien tolong tunggu di sini, kami akan segera melakukan tindakan," ucap suster menahan Luna dan juga Rafi yang hendak ikut masuk ke dalam ruangan UGD.
"Baik sus," balas Luna menurut.
Luna pun segera duduk di tempat tunggu sambil memeluk Rafi yang duduk di sampingnya.
Hatinya tidak bisa tenang, dia takut kalau sampai terjadi apa apa dengan suaminya, meskipun suaminya sudah jahat kepada Rafa, tapi Ruli sangatlah baik kepada dirinya, bahkan Ruli juga adalah salah satu suami yang sangat baik menurut Luna.
"Semoga kamu tidak apa apa mas, plis aku mohon jangan tinggalkan aku dan anak anak," batin Luna.
Ceklek.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya dokter beserta suster keluar dari ruangan UGD, Luna dan Rafi pun segera menghampiri mereka.
"Dok, bagaimana keadaan suami dan anak saya?" tanya Luna.
"Begini Bu, tuan Ruli sudah sadar, dia ingin bertemu dengan kalian berdua," ucap dokter itu dan langsung menyuruh Luna untuk masuk menemui Ruli.
Meskipun dalam hati Luna ingin banyak tanya, tapi dia menurut saja demi menghemat waktu.
...***...
__ADS_1