Pelukan Pertama Dan Terakhir Ayah

Pelukan Pertama Dan Terakhir Ayah
Eps. 17


__ADS_3

Hari libur pun tiba, Rafa dan Rafi tidak ada rencana untuk main di luar, mereka berdua hanya main di dalam rumah saja berdua.


"Lun Luna," ucap Ruli mencari keberadaan istrinya.


Tidak ada sahutan dari orang yang dia cari, Ruli pun memutuskan untuk turun ke lantai bawah dan mencari Luna di dapur, tapi tetap sama saja dia belum juga menemukan kebenaran Luna.


"Kemana sih dia, pagi pagi dah ngilang aja, ini Rafi juga kemana kok ikutan ngilang," gumam Ruli yang belum bisa menemukan istrinya.


"Apa mungkin dia lagi menemani Rafi main ya." Ruli pun memutuskan untuk pergi ke samping rumah di mana ada tempat bermain untuk kedua anaknya.


"Lah itu cuma ada si buta, terus Rafi sama Luna kemana," gumam Ruli yang hanya melihat keberadaan Rafa saja tidak ada kembarannya dan juga sang istri.


"Sepertinya mereka sedang keluar, ini waktu yang bagus buat aku siksa dia." Ruli tersenyum licik merencanakan penyiksaan Rafa yang kebetulan di rumah sedang kosong tidak ada siapa siapa.


Ruli berjalan pelan pelan menghampiri Rafa agar Rafa tidak tahu kedatangannya, tapi....


"Auw," ringis Ruli saat tak sengaja kakinya menginjak sesuatu yang tajam.


"Ayah," pangil Rafa yang mendengar suara Ruli kesakitan.


Ruli tidak menghiraukan Rafa, dia fokus melihat apa yang sudah dia injak, dan emosinya langsung meningkat saat dia melihat ternyata barang itu ada lego kecil yang kebetulan bentuknya lancip.


"Dasar anak sial*n, ini pasti semuanya ulahmu kan," marah Ruli menghampiri Rafa yang tengah duduk bermain lego.


"Ayah kenapa marah marah?" tanya Rafa yang merasa tidak berbuat ulah.


"Lihat gara gara mainan sampah milikmu itu kakiku jadi kesakitan," ucap Ruli marah sambil melemparkan lego itu ke arah Rafa.


Tangan Rafa meraba sekitar untuk mencari barang yang ayahnya lempar, tapi tiba tiba tangannya di injak oleh kaki besar Ruli sehingga membuat Rafa kesakitan.

__ADS_1


"Ayah sakit ayah, tolong lepaskan tangan Rafa," mohon Rafa yang kesakitan.


Tangan Rafa terasa sangat sakit karena tangan mungil itu di injak kaki yang sangat besar dan berat, belum lagi di bawah tangan Rafa ada lego yang tadi hendak Rafa ambil membuat rasa sakit di tangan Rafa semakin bertambah.


"Ayah tolong maafkan Rafa, tolong lepasin tangan Rafa ayah, ini sakit, hiks hiks hiks," mohon Rafa sambil menangis karena saking sakitnya.


Setelah sekian lama dia tidak pernah lagi mendapatkan siksaan dari ayahnya, Rafa kira ayahnya sudah sadar tapi ternyata Rafa salah, mungkin ayahnya tidak menyiksa dirinya karena ada ibu serta kembarannya, dan sekarang mereka sedang tidak ada jadi ayahnya bisa bebas menyiksa Rafa.


"Ini sakit ayah, tolong lepaskan tangan Rafa, nanti tangan Rafa bisa terluka," mohon Rafa sambil meringis kesakitan.


"Teruslah memohon anak cacat, aku senang mendengar tangisanmu," balas Ruli yang malah semakin keras menginjak tangan Rafa.


Rafa merasa jari jari tangannya sudah mulai tidak berfungsi lagi, mungkin akibat dari kerasnya kaki Ruli yang menginjak tangannya.


Satu tangan Rafa berusaha untuk menarik kaki Ruli agar dia bisa melepaskan tangannya, tapi yang ada bukannya bisa melepaskan tangannya, tapi malah tangannya yang satu juga di injak oleh Ruli.


"Aahh ... ayah sakit, tolong lepaskan tangan Rafa, ini sakit ayah," teriak Rafa kesakitan saat tangannya juga di injak oleh Ruli.


"Ya Allah tolongin Rafa, tangan Rafa sangat sakit ya Allah," batin Rafa meminta pertolongan kepada tuhan yang telah menciptakan dia dan seluruh alam semesta ini.


"Gimana sakit gak?" tanya Ruli dengan senyuman mengejek.


"Sakit ayah, tolong lepaskan hiks hiks," mohon Rafa kesakitan.


Ruli berjongkok di depan Rafa, dia menghapus air mata Rafa tapi kakinya masih tetap setia menginjak tangan Rafa.


"Sakit banget ya?" tanya Ruli dengan nada yang mengejek.


Rafa terdiam karena sekarang ayahnya berada di depannya dengan dekat, meskipun Rafa tidak bisa melihat, tapi Rafa bisa merasakan hembusan nafas ayahnya yang sangat dekat dengan dirinya, baru pertama kali ini ayahnya mau sedekat ini dengan Rafa, gak papa kalau Rafa harus merasakan kesakitan seperti ini asal dia bisa mencium harum tubuh ayahnya sedekat ini, pikir Rafa.

__ADS_1


"Aahhh... sakit...." teriak Rafa kesakitan lagi karena tiba tiba saja Ruli menjambak rambutnya dengan keras dan memaksa Rafa agar berdiri.


Bagaimana bisa berdiri sedangkan kedua tangan Rafa saja di injak oleh kakinya, dasar manusia iblis gila.


"Ayah tolong lepaskan, ini sakit banget ayah, Rafa mohon hiks hiks," teriak Rafa memohon.


Mungkin karena saking asiknya menyiksa Rafa sampai sampai Ruli melupakan waktu kalau bisa saja tiba tiba istri dan anaknya yang satu kembali.


Luna yang baru saja pulang sehabis belanja di tukang sayur pun langsung memasuki rumahnya, entah kenapa tiba tiba perasaan Luna tidak enak, Luna pun memutuskan untuk langsung melihat keberadaan anaknya.


"Sa...." ucapan Luna terhenti saat dia melihat dengan jelas bagaimana suaminya itu menyiksa Rafa.


Luna akan berlari menolong Rafa, tapi kakinya langsung terhenti saat dia mendengar apa yang suaminya katakan.


"Ingat apa yang pernah aku ucapkan, jangan pernah mengadukan perlakuan ku ini kepada istri ku awas kalau sampai kamu bilang, kamu tahu sendiri akibatnya nanti," ancam Ruli sebelum melepaskan tangannya dari rambut Rafa.


Tapi belum juga tangannya terlepas dia sudah mendengar suara istrinya berada di belakang dia.


"Jadi begini mas kelakuan kamu saat aku dan Rafi gak ada, kamu masih suka menyiksa Rafa," ucap Luna yang tiba tiba datang dan langsung menarik kaki Ruli agar melepaskan tangan Rafa.


"Astaga sampai merah seperti ini, kamu sangat keterlaluan mas," marah Luna yang melihat kedua tangan Rafa sampai merah, bahkan yang tangan satunya lagi hampir biru dan ada bekas luka luka juga di sana.


"Sayang, ini gak seperti apa yang kamu lihat, aku tadi hanya ingin menolong Rafa tapi gak sengaja kakinya aku injak," kilah Ruli berusaha membela diri.


"Kamu gak usah bohong mas, bayi pun akan tahu kalau kamu tadi itu menginjak tangan Rafa sampai bisa seperti ini, aku kecewa mas sama kamu, aku kira selama ini kamu sudah berubah, tapi ternyata kamu masih tetap sama, hanya bedanya kamu melakukan penyiksaan ini di belakang aku," balas Luna dengan nada emosi.


"Ini semua juga gara gara dia sendiri, dia menghamburkan mainan nya ke mana mana hingga mengenai kakiku," balas Ruli menyalahkan Rafa.


"Aku sudah pernah bilang sama kamu mas, jangan pernah melukai Rafa karena itu sama saja kamu melukai aku, maaf mas sepertinya rumah tangga kita hanya akan sampai di sini saja," ucap Luna yang sudah capek dengan kelakuan suaminya yang selalu menyiksa Rafa.

__ADS_1


...***...


__ADS_2