Pemilik Hati Sang Direktris

Pemilik Hati Sang Direktris
pulang


__ADS_3

**"Dalam diam aku mengagumimu,dalam diam aku mengukir cerita tentangmu,biar aku menyimpan rasa ini dalam relung hatiku yang terdalam,cukup tuhan yang tau dalam diam aku mencintaimu"***Zhia armand batara


****************


Mobil sudah melesat meninggalkan bandara Sutan Syarif Kasim pekanbaru,kini mereka berada dipusat kota,


"Zhi kita akan kebutik,carilah pakaian untukmu"kata bani kepada zhia


"kak aku...."


"cukup Zhi kamu hanya


dengar omonganku saja"kata bani tegas


zhia hanya menunduk mendengar ucapan bani


"pak stop ya didepan butik itu"


"baik pak"jawab sopir taksi itu


Bani melangkah keluar fan membukakan pintu buat zhia


"ayo Zhi"


zhia keluar dan jalan diblakang bani,kepalanya menunduk,ketika bani berhenti didepan pintu butik kepala Zhia menabrak punggung kekar bani,bani menghadap keblakang dan zhia menghadap ke wajah bani,wajah mereka hanya berjarak berapa centi saja,hembusan hangat nafas bani menerpa wajah zhia,degup jantungnya berpacu lebih kencang,pipinya merona memunculkan semburat merah yg kentara.


"****.....'bani tersadar berbalik dan melangkah kedalam butik,tangannya menarik tangan zhia juga untuk masuk


"hallo. dokter tampan gimana khabar,udah lama enggak kemari"ucap seseorang dari dalam butik,ya dia Rosa pemilik butik dan teman SMA bani



"Baik Ross,kapan undangannya nih,kata Padli akhir bulan ini"Rosa tidak membalas ucapan bani,bola matanya menatap zhia selidik,sementara zhia yang ditatap hanya menunduk.


"Sepertinya sebentar lagi ada yang menyusul nich"kata Rosa berbicara pelan sambil menyondongkan kepalanya kepada bani,bani hanya terkekeh mendengar ucapan Rosa.


Rosa menyodorkan tangannya kepada zhia

__ADS_1


"kenalkan Rosa,sahabat bani"ucap Rosa sambil menyunggingkan senyumnya


Zhia menyambut uluran tangan Rosa,


"Aku zhia kak"jawab zhia sambil tersenyum


"cantik"gumam Rosa dalam hati


"Ros tolong berikan beberapa pakaian yg bagus buat zhia"pesan bani kepada Rosa


"oke boss,ayok zhia"sambil menarik tangan zhia,zhia menatap bani dan bani membalas tatapan zhia dengan anggukan.


Setelah zhia dan Rossa berlalu


bani keluar dan meraih benda pipih yg ada disaku celananya kemudian mendial sahabatnya Alek.


"hallo bro...dimana loe,udah nyampe?tanya alek


"Sudah lek,kamu dimana"tanya bani balik


Bani membulatkan matanya kaget"oke deh gue tunggu loe di apartemen"


"sipp"jawab alek memutus sambungannya.


setelah menelpon alek bani menelpon adiknya yg ada diapartemen.


"ya bg,abang udah balik"tanya adiknya dari sambungan telpon


"iya moi,nanti siapin kamar tamu yah,ada temen abg mau nginap disana"jawab bani


"oke bg"jawab momoi adiknya


"okedeh abg matiin ya, klik"bani mematikan ponselnya dan kemudian kembali melangkah kedalam butik.setelah beberapa waktu menunggu akhirnya nya selesai juga zhia memilih baju,ditangannya ada 2paperbag besar,bani meraih keduanya.


"Sini biar aku yg bawa"bani mengambil ke2 paperbag itu dari tangan zhia.lalu membuka dompetnya dan memberikan kartunya kepada rossa,rossa menerimanya dan memproses pembayaran bani.


"oke ban,thanks ya"ucap Rossa kepada bani "jangan lama-lama"bisik rossa ditelinga bani sambil melirik kepada zhia,rossa memberi kembali kartu milik bani setelah selesai proses pembayaran,bani menerima kartunya sambil menggeleng kepada rossa,bani melangkah keluar menuju mobil.

__ADS_1


"Terimakasih ya kak" ucap zhia kepada rossa


rossa tersenyum "iya sama-sama cantik,hati-hati dijalan ya"ucap rossa,zhia membalas ucapan rossa dengan anggukan .


Kini mereka didalam mobil "pak ke apartemen XXX ya"ucap bani kepada pak sopir,


"Baik pak" ucap sopir ke pada bani.


Mobil meluncur membelah malam yg menyelimuti kota pekanbaru,zhia menatap keluar kaca mobil"aku sudah kembali"


ucapnya dalam hati,kenangan dengan papanya dikota ini



bermain dipelupuk matanya,matanyapun berembun,semua itu tak luput dari pandangan bani.


"Zhi...."panggil bani


Zhia tersadar dan menoleh kearah bani,"iya kak"


"Kenapa kamu bersedih?"tanya bani kezhia


"tidak kak,aku hanya ingat papa,kakak sungguh baik,bagaimana aku membalasnya nanti"kata zhia sambil menatap bani,pandangan mereka bertemu sejenak seperti saling mengunci,lampu merah menyadarkan mereka.


"Sudah enggak usah kamu pikirin,yang harus kamu pikirin kelanjutan hidup kamu besok,aku akan membantumu sempuku"ucap bani.


tiba-tiba zhia memeluk bani


"terimakasih kak untuk semua ini"ucap zhia sambil terisak dalam pelukan bani,bani sesaat tersentak kaget degup jantungnya berdetak kencang,tidak sangkah zhia akan memeluknya,bani mengusap punggung zhia.


"sudah Zhi....."kemudian merenggangkan pelukan zhia,ditatapnya bola mata zhia dan menghapus lelehan air mata zhia.


"semua kesedihanmu akan berlalu,jadilah wanita yang tegar,hadapi semuanya dengan senyuman,aku akan selalu berada disampingmu dalam setiap kesusahanmu.ucap bani sambil menarik kepala zhia untuk bersandar di bahu nya.


"ketika kau lelah,ketika kau goyah datanglah padaku,ada bahuku yang akan meluruhkan semua itu"


Samudra Rabbani

__ADS_1


__ADS_2