Pemilik Hati Sang Direktris

Pemilik Hati Sang Direktris
melawan rasa


__ADS_3

pagipun tiba,zhia sudah bangun,dia memandangi sosok yg tertidur disampingnya dgn kepala bertumpu pada tepian ranjang,


"kalo ada dia aku merasa tenang,kasihan dia sampai tertidur disitu"gumam zhia,kemudian zhia bangun dan akan beranjak dari tempat tidurnya,karna gerakan itu banipun terbangun,


"mau kemana"tanyanya kepada zhia


"mau buang air kecil"jawab zhia


bani bangun dan langsung memapah tubuh zhia


"biar aku sendiri,aku bisa''cegah zhia kepada bani


"bagaimana kamu melakukannya dgn selang infus yg terpasang di tanganmu,sudah ayo,kamu jgn berpikiran yang aneh-aneh"Bani memapah zhia masuk ke kamar mandi tangannya yg sebelah memegangi botol jarum infus,sampai didalam kamar mandi bani berpaling,dan menutup matanya,bani tau zhia pasti malu,


"sudah cepat aku sudah memejamkan mataku ini"


zhia malu bukan main,pipinya semburat merah,tapi karna sudah tidak tahan lagi,zhia bergegas jongkok dan membuka **********.


setelah selesai diapun bercuci muka dan kumur-kumur.


"sudah"katanya kepada bani,banipun kembali memapahnya keluar dari kamar mandi,tepat saat keluar kamar mandi,surter datang membawa nampan sarapan juga obat-obatan buat zhia,meletakkannya diatas meja,


"nona,abis sarapan obatnya langsung dimakan ya"ucap suster itu sambil mencuri pandang kearah bani,


"beruntung sekali nona itu,punya suami seganteng ini"ucap suster itu dalam hati,


suster itupun keluar,setelah membantu zhia kembali keranjangnya,banipun mengambil sarapan bubur itu,


"buka mulutmu..."

__ADS_1


banipun menyuapi zhia dgn sabar,sementara zhia menundukkan kepalanya sambil memainkan jarinya menahan rasa malu,setelah beberapa suapan,


"sudah...."kata zhia


"baru brapa sendok,bagaimana kamu mau cepat sembuh,jgn lama2 merepotkan tugasku banyak"ucap bani


mendengar perkataan bani,tidak terasa air matanya mulai runtuh,bening-bening kristal itu mulai luruh dan meluncur dikedua pipinya,


"dasar wanita cengeng"


ucap bani dalam hati


tapi bani terus menyuapinya hingga selesai,


"sekarang obatnya dimakan"


sambil terisak zhia menuruti perintah bani.


zhia mengangguk, sepeninggal bani,zhia bermonolog sendiri"dia baik cuma omongannya kadang menyakitkan,aku tenang jika ada dia tapi sampai kapan aku harus bergantung dengan dia,ya allah.....kenapa nasibku seperti ini,bagaimana khabar papa,hiks......"


karna lelah memikirkan,keadaannya atau juga pengaruh obat yg dimakannya akhirnya zhiapun terlelap.


...****************...


Dalam sebuah restoran masakan padang dikota Sabang,bani baru saja selesai menikmati sarapan paginya,


"kenapa aku begitu peduli padanya,perasaanku rasanya berbeda jika dekat dgnnya,ah....wanita semuanya sama saja,merepotkan"gumam bani dlm hati


"setelah dia sembuh apa sebaiknya kutanyakan,dimana keluarnya,biar dia bisa kembali kepada keluarganya?"tanya bani dlm hati

__ADS_1


"ya..sebaiknya begitu,supaya aku terbebas dari semua ini"


Setelah membayar,tagihan makannya,tak lupa bani juga membungkusnya untuk pak yusri yg lagi menjaga zhia,bani membawa mobil menuju toko buah,disana dia membeli berbagai buah-buahan untuk zhia,setelah itu dia melarikan mobilnya menuju rumah sakit.sampai dirumah sakit dia melihat zhia sedang tertidur.


"cantik"gumamnya


"hufs..."dia menarik nafasnya


'kenapa aku


memujinya, perasaan apa


ini?"


Bani terus saja memandangi wajah zhia,dgn wanita lain dia tidak memiliki perasaan seperti ini,apa mungkin dia sedang jatuh cinta?


"tidak wanita sama


saja,sebaiknya kubuang


jauh-jauh perasaan ini,makin


cepat dia kembali kepada


keluarganya makin cepat aku


melupakannya"


Bani terus berperang dengan perasaannya,mencoba untuk menepis semua rasa gelisah yg menyapa,tanpa disadarinya,benih-benih cinta mulai bersemayam dihatinya.

__ADS_1


(semoga para reader terhibur,selamat menunggu episode selanjutnya........😘)


__ADS_2