
"dert....dert...."
ponsel bani bergetar,hari itu dia menemani pak yusri berbelanja pakaian untuk zhia,
"hallo....ada apanyet"jawab bani kepada sipenelpon.
"mbing loe hari ini harus
brangkat kepekanbaru"
"ngapai loe perintah-perintah
gue,loe bukan bos gue"
"ada pasien yg yg harus loe
tangani,gue cuma percaya
sama loe"jawab alek
Bani mengerutkan keningnya
"emang siapa,sakit apa lek?"
tanya bani kepada alek
"loe enggak usah banyak
tanya,situasinya kritis,nanti
disini gue jelasin"
"kampret"umpat bani
"gue udah siapin helikopter
dibandara sabang
buat jemputloe"
"oke" jawab bani
"tuts...."panggilan diputus alek,sejenak bani melamun dan berpikir bagai mana dgn zhia.
"aku tak mungkin
membawanya,bisa bikin
repot"
gumam bani dalam hati,
"tuan....."
pak yusri memutus lamunan bani.
"ya ada apa pak"
"apa menurut tuan non zhia
tidak perlu pakaian dalam?
tanya pak yusri
"sekalian saja belikan"jawab bani sambil memainkan ponselnya
"tapi tuan,saya tidak tau
ukurannya yg pas"
bani menatap pak yusri
"saya tidak tau juga pak,saya
blm pernah
memegangnya,jadi tidak
tau seberapa besar punya
zhia"jawab bani sekenanya
pak yusri melongo mendengar jawaban bani,pelayan toko tersenyum-senyum mendengar obrolan bani dan pak yusri,kemudian mata bani melirik pada salah seorang pelayan toko,
"sepertinya ukuranya sama
dgn zhia"gumam bani
__ADS_1
bani mendekati pak yusri.
"pak sepertinya pelayan toko
yg berbaju merah ukurannya
sama milik zhia"
pak yusri mengangguk
"saya tunggu dimobil pak
yusri"
"baik tuan"jawab pak yusri
Bani segera melangkah keluar dari toko yg menjual khusus pakaian wanita itu,dia melangkahkan kakinya menuju mobil,didlm mobil dia menghubungi seseorang,
"iya halo dokter"terdengar suara seorang wanita diujung sana,
"nita kamu siapkan
keperluan saya dirumah
sakit,ada pasien butuh
penanganan segera"
"baik dok"jawab nita asisten bani,tak brapa lama pak yusri datang dgn 5 paperbag ditangannya,pak yusri membuka pintu blakang dan memasukkannya,kemudian dia duduk,bani menghadap keblakang,matanya melotot,
"pak duduk didepan,saya
bukan supir"
"baik tuan"jawab pak Rusli
kemudian bani menjalankan mobilnya meninggalkan kota Sabang menuju bungalownya,
"pak yusri,saya akan
pulang,ada keperluan
mendadak"
"bagaimana dgn nona zhia
bani berpikir sejenak
"pak yusri tolong jaga
dia,sementara saya pulang,
cukupi semua kebutuhannya,
"baik tuan"
"kalo ada apa-apa segera
hubungi saya,atur pola
makannya,dia dalam kondisi
pemulihan,
pak yusri mengangguk mengerti,15menit perjalanan,akhirnya mereka sampai,bani menuju kamar,dilihatnya zhia termenung sambil memeluk lututnya,tanpak jelas raut kesedihan dimatanya,2hari ini zhia tak mengeluarkan suaranya,ini hari ke3semenjak dia ditemukan,
"tok,tok,tok"ada ketukan dipintu kamar
"masuk pak"jawab bani
"ini pak,blanjaannya"sambil menyerahkan ke 5 paperbag itu,pak yusripun langsung keluar,bani mengambil paperbag itu dan mendekatkannya kepada zhia,
"Zhi ini pakaian ganti untukmu"
tapi zhia diam saja melirikpun tidak,
"ZHIA...kau harus mandi dan mengganti pakaianmu,jika tidak aku akan menaruhmu diluar"bentak bani kepada zhia
zhia menatap bani dgn lelehan air matanya,blm pernah ada orang yg bicara keras apalagi membentaknya,disesungukan,meraih paperbag itu dan menuju kamar mandi,dikamar mandi dia duduk dilantai,menangisi kemalangannya,
"hiks....hiks...papa,aku rindu
papa,zhia ingin ikut
papa,hiks..."
ratap Zhi dikamar mandi itu,setengah jam sudah zhia dikamar mandi tapi blm keluar juga,
__ADS_1
"tok,tok,tok"ketuk bani,blm ada tanda-tanda zhia akan keluar
"zhia...lama banget sih
kamu,"
"tok,tok,tok,tok....."
kembali bani mengetuk pintu kamar mandi itu,tidak brapa lama kemudian
"cklek"
pintu kamar mandi terbuka dan zhia keluar,rambut panjangnya sebahu tergerai begitu saja,
kaos putih nya serasi dgn kulitnya yg putih dgn rok sebatas lutut dia kelihatan seperti mempesona,tapi bani memandangnya masam,
"kamu ngapain lama banget"
zhia tetap diam dan duduk dipinggir ranjang,bani masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,selesai dia keluar,dgn hanya memakai handuk yg terlilit dipinggangnya,sehingga 6roti sobek diperutnya terexpos jelas,zhia hanya membuang muka dengan jantung yg berdebar,bani masuk keruang ganti pakaian,setelah selesai dia keluar,
"zhia aku akan kembali
kepekanbaru'kau tinggallah
disini,semua
kebutuhanmu,pak yusri yg
akan mencukupinya"
ucap bani kepada zhia,tapi zhia masih menunduk diam.
"jaga dirimu"bani melangkah pergi.bani menyeret kopernya keluar,membuka pintu kamar
"cklek"diapun keluar
seperti tersadar zhia berlari dan mengejar bani dan.
"greb"
zhia memeluk bani sambil sesungukan,
"hiks..hiks.jgn tinggalkan aku,aku takut hiks...
Bani menghela nafasnya,berbalik menghadap zhia,dilihatnya pipi zhia penuh lelehan air mata,
"kau aman disini,ada pak yusri
yg akan menjagamu,aku
harus pergi,ada pasien yg
menunggu penanganan
langsung dariku"
zhia menatap bani,
"kau akan kembali?"tanya zhia
"ya,aku akan kembali,aku
ingin mendengar
ceritamu,mengapa sampai
dirimu terdampar dikarang
itu"
zhia menghapus air matanya yg tau mau berhenti,dia takut ditinggal sendiri,jauh dari rumahnya,tidak ada orang yg dikenalnya,dia percaya kepada bani,tapi bani meninggalkannya,dgn berat zhia mengangguk melepas kepergian pria itu.
bani mengusap puncak kepalanya,
"jaga dirimu"
banipun melangkah menuju mobilnya.mobilpun bergerak diikuti pandangan zhia,sampai mobil itu hilang,tapi zhia blm juga beranjak,hingga pak yusri menegurnya,
"nona makan siangnya sudah
tersedia"
"terimakasih pak"
zhiapun melangkah kedalam.
(*hallo,teman semua mohon maaf kalo ceritanya kurang memuaskan,saya masih pemula,masih butuh bimbingannya,saran dan kritik kita terima*🙏😉)
__ADS_1