Pemilik Hati Sang Direktris

Pemilik Hati Sang Direktris
pergi untuk kembali


__ADS_3

"dert....dert...."


ponsel bani bergetar,hari itu dia menemani pak yusri berbelanja pakaian untuk zhia,


"hallo....ada apanyet"jawab bani kepada sipenelpon.


"mbing loe hari ini harus


brangkat kepekanbaru"


"ngapai loe perintah-perintah


gue,loe bukan bos gue"


"ada pasien yg yg harus loe


tangani,gue cuma percaya


sama loe"jawab alek


Bani mengerutkan keningnya


"emang siapa,sakit apa lek?"


tanya bani kepada alek


"loe enggak usah banyak


tanya,situasinya kritis,nanti


disini gue jelasin"


"kampret"umpat bani


"gue udah siapin helikopter


dibandara sabang


buat jemputloe"


"oke" jawab bani


"tuts...."panggilan diputus alek,sejenak bani melamun dan berpikir bagai mana dgn zhia.


"aku tak mungkin


membawanya,bisa bikin


repot"


gumam bani dalam hati,


"tuan....."


pak yusri memutus lamunan bani.


"ya ada apa pak"


"apa menurut tuan non zhia


tidak perlu pakaian dalam?


tanya pak yusri


"sekalian saja belikan"jawab bani sambil memainkan ponselnya


"tapi tuan,saya tidak tau


ukurannya yg pas"


bani menatap pak yusri


"saya tidak tau juga pak,saya


blm pernah


memegangnya,jadi tidak


tau seberapa besar punya


zhia"jawab bani sekenanya


pak yusri melongo mendengar jawaban bani,pelayan toko tersenyum-senyum mendengar obrolan bani dan pak yusri,kemudian mata bani melirik pada salah seorang pelayan toko,


"sepertinya ukuranya sama


dgn zhia"gumam bani

__ADS_1


bani mendekati pak yusri.


"pak sepertinya pelayan toko


yg berbaju merah ukurannya


sama milik zhia"


pak yusri mengangguk


"saya tunggu dimobil pak


yusri"


"baik tuan"jawab pak yusri


Bani segera melangkah keluar dari toko yg menjual khusus pakaian wanita itu,dia melangkahkan kakinya menuju mobil,didlm mobil dia menghubungi seseorang,


"iya halo dokter"terdengar suara seorang wanita diujung sana,


"nita kamu siapkan


keperluan saya dirumah


sakit,ada pasien butuh


penanganan segera"


"baik dok"jawab nita asisten bani,tak brapa lama pak yusri datang dgn 5 paperbag ditangannya,pak yusri membuka pintu blakang dan memasukkannya,kemudian dia duduk,bani menghadap keblakang,matanya melotot,


"pak duduk didepan,saya


bukan supir"


"baik tuan"jawab pak Rusli


kemudian bani menjalankan mobilnya meninggalkan kota Sabang menuju bungalownya,


"pak yusri,saya akan


pulang,ada keperluan


mendadak"


"bagaimana dgn nona zhia


bani berpikir sejenak


"pak yusri tolong jaga


dia,sementara saya pulang,


cukupi semua kebutuhannya,


"baik tuan"


"kalo ada apa-apa segera


hubungi saya,atur pola


makannya,dia dalam kondisi


pemulihan,


pak yusri mengangguk mengerti,15menit perjalanan,akhirnya mereka sampai,bani menuju kamar,dilihatnya zhia termenung sambil memeluk lututnya,tanpak jelas raut kesedihan dimatanya,2hari ini zhia tak mengeluarkan suaranya,ini hari ke3semenjak dia ditemukan,


"tok,tok,tok"ada ketukan dipintu kamar


"masuk pak"jawab bani


"ini pak,blanjaannya"sambil menyerahkan ke 5 paperbag itu,pak yusripun langsung keluar,bani mengambil paperbag itu dan mendekatkannya kepada zhia,


"Zhi ini pakaian ganti untukmu"


tapi zhia diam saja melirikpun tidak,


"ZHIA...kau harus mandi dan mengganti pakaianmu,jika tidak aku akan menaruhmu diluar"bentak bani kepada zhia


zhia menatap bani dgn lelehan air matanya,blm pernah ada orang yg bicara keras apalagi membentaknya,disesungukan,meraih paperbag itu dan menuju kamar mandi,dikamar mandi dia duduk dilantai,menangisi kemalangannya,


"hiks....hiks...papa,aku rindu


papa,zhia ingin ikut


papa,hiks..."


ratap Zhi dikamar mandi itu,setengah jam sudah zhia dikamar mandi tapi blm keluar juga,

__ADS_1


"tok,tok,tok"ketuk bani,blm ada tanda-tanda zhia akan keluar


"zhia...lama banget sih


kamu,"


"tok,tok,tok,tok....."


kembali bani mengetuk pintu kamar mandi itu,tidak brapa lama kemudian


"cklek"


pintu kamar mandi terbuka dan zhia keluar,rambut panjangnya sebahu tergerai begitu saja,


kaos putih nya serasi dgn kulitnya yg putih dgn rok sebatas lutut dia kelihatan seperti mempesona,tapi bani memandangnya masam,


"kamu ngapain lama banget"


zhia tetap diam dan duduk dipinggir ranjang,bani masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,selesai dia keluar,dgn hanya memakai handuk yg terlilit dipinggangnya,sehingga 6roti sobek diperutnya terexpos jelas,zhia hanya membuang muka dengan jantung yg berdebar,bani masuk keruang ganti pakaian,setelah selesai dia keluar,


"zhia aku akan kembali


kepekanbaru'kau tinggallah


disini,semua


kebutuhanmu,pak yusri yg


akan mencukupinya"


ucap bani kepada zhia,tapi zhia masih menunduk diam.


"jaga dirimu"bani melangkah pergi.bani menyeret kopernya keluar,membuka pintu kamar


"cklek"diapun keluar


seperti tersadar zhia berlari dan mengejar bani dan.


"greb"


zhia memeluk bani sambil sesungukan,


"hiks..hiks.jgn tinggalkan aku,aku takut hiks...


Bani menghela nafasnya,berbalik menghadap zhia,dilihatnya pipi zhia penuh lelehan air mata,


"kau aman disini,ada pak yusri


yg akan menjagamu,aku


harus pergi,ada pasien yg


menunggu penanganan


langsung dariku"


zhia menatap bani,


"kau akan kembali?"tanya zhia


"ya,aku akan kembali,aku


ingin mendengar


ceritamu,mengapa sampai


dirimu terdampar dikarang


itu"


zhia menghapus air matanya yg tau mau berhenti,dia takut ditinggal sendiri,jauh dari rumahnya,tidak ada orang yg dikenalnya,dia percaya kepada bani,tapi bani meninggalkannya,dgn berat zhia mengangguk melepas kepergian pria itu.


bani mengusap puncak kepalanya,


"jaga dirimu"


banipun melangkah menuju mobilnya.mobilpun bergerak diikuti pandangan zhia,sampai mobil itu hilang,tapi zhia blm juga beranjak,hingga pak yusri menegurnya,


"nona makan siangnya sudah


tersedia"


"terimakasih pak"


zhiapun melangkah kedalam.


(*hallo,teman semua mohon maaf kalo ceritanya kurang memuaskan,saya masih pemula,masih butuh bimbingannya,saran dan kritik kita terima*🙏😉)

__ADS_1


__ADS_2