
zhia perlahan membuka kelopak matanya,dihadapannya terpampang wajah bani yang masih terlelap,
"ganteng....apa benar dia suamiku"ucap zhia pelan,tangannya mengusap wajah bani.menyentuh bibir bani dengan jarinya,ingat ciuman panasnya tadi malam,zhia menggigit bibir bawahnya,
"kok ketularan mesum gini sih gue"ucapnya dalam hati,jarinya masih terus memainkan bibir bani.
Belum puas memandangnya"ucap bani masih dengan mata tertutup,sebenarnya bani sudah bangun dari tadi,zhia terkejut dan reflek berdiri,tapi bani lebih gesit menarik tangan zhia dan menjatuhkannya kembali kekasur,
"ahw....lepaskak ...zhi mau cuci muka"ucap nya manja.
"tidak sebelum morningkiss dulu dan bilang sayang"
"emang harus.....!"ucap zhia sambil mengerucutkan bibirnya,Bani mengangguk,Zhia bangkit mengungkung bani mencium bibirnya sekilas,
"morningkiss sayang"lalu bangkit berlari menuju kamar mandi.
Bani terkekeh melihat tingkah istrinya itu,
Dikamar mandi zhia berdiri diwastapel dengan menghadap cermin,pipinya merona merah,dia meraba jantungnya detaknya begitu kencang,
"aku tidak punya riwayat sakit jantung....tapi kenapa debar jantungku begitu kencang ya,apa aku harus periksa"ucap zhia bermonolog.
"tok..tok....,cepat zhi....kakak ada jadwal operasi nih"bani mondar mandir di depan pintu kamar mandi,
"ceklek,maaf kak...."
mereka berhadap-hadapan dipintu kamar mandi,
"ya udah siapin baju kakak,cup..."bani mencium kening zhia dan berlalu masuk kamar mandi.
zhia menyiapkan pakaian bani,dia terkekeh saat menyentuh ****** ***** bani
"he...he,begini rupanya jadi seorang istri"setelah selesai dia keluar menuruni tangga menuju meja makan,dilihatnya para pembantu sedang menyiapkan sarapan pagi,
__ADS_1
"pagi nona...."ucap mereka semua.
"pagi juga.....buat apa pagi ini bik"tanya zhia kepada bi asri,biasri ini sudah bekerja pada keluarga tuan Armand, semenjak dari zhia masih bayi 3bln,makanya bik asri ini sudah menganggap zhia seperti putrinya sendiri,
"nasi goreng zhi...."ucap biasri
"sini....bik biar zhia bantu"ucapnya sambil mengambil tumpukan piring ditangan bi asri.
"sudah zhi....,nak bani sudah bangun?'
"sudah bik....dia lagi mandi"
bik asri memandang zhia,tersungging senyum disudut bibirnya yg mulai termakan usia.dia berdo'a dlm hati semoga nona kecilnya ini selalu dilimpahi kebahagian, bahagia menjalani statusnya yang sekarang telah menjadi seorang istri,matanya mulai berkaca2,zhia melihat itu mendekat ke bi asri,
"kenapa bik,inget kampung?"tanya zhia sambil mengusap air mata bik asri
"enggak zhi,bibik bahagia lihat putri kecil yg bibik rawat dulu kini sudah menikah"ucapnya sambil tersenyum.
"semoga zhia....selalu dilimpahi kebahagian"
"ehm....ehm'suara seseorang berdehem,zhia melepaskan pelukannya pada bik asri.
zhia menoleh dilihatnya bani sudah berdiri disamping meja makan,zhia menarik salah satu kursi dan bani duduk disitu,dgn cekatan zhia menyiapkan sarapan bani,mulai mengambilkan piring,mengisinya dengan nasi dan meletakkannya didepan bani,
"terimahkasih. sayang....."ucap bani kepada zhia,zhia menyambut dengan senyum termanisnya.
pagi ini mereka sarapan berdua.
"kak minggu depan zhi wisuda,kakak bisa datangkan"tanya zhi sambil menyuap nasinya,
"pasti dong....bajunya sudah dibuat?"tanya bani sambil membersihkan sudut bibir zhia karena ada nasi menempel disitu.
"blm kak!"
__ADS_1
tiba -tiba bani mengecup bibir zhia,
"kakak malu dong"sambil melototkan matanya kearah bani.
"kamu kalo manggil kakak-kakak lagi,aku hukum dengan ciuman"ancam bani
"hehe..... lupa kak,eh sayang,hehe...."
bani tersenyum lucu melihat tingkah istrinya ini,
"datanglah kebutik temen kakak itu,nanti kakak telpon dia"zhia mengangguk.
"oke kakak mau lihat papa dulu"bani berdiri dan berjalan menuju kamar tuan Armand,sampai dikamar tuan armand,dilihatnya tuan Armand masih tertidur,2 orang surter jaga serentak berdiri dari duduknya begitu melihat kedatangan bani.
"pagi dok...."ucap mereka serentak,bani menganggukkan kepalanya, dia mendekat dan memeriksa kondisi tuan Armand,setelah selesai dia berpesan kepada kedua suster itu,
"sus....kalo ada apa-apa langsung hubungin saya ya"
"baik dog" ucap mereka serentak
Bani langsung keluar,dari ruangan tuan Armand.
"zhi....."
"ya saya....ng"
zhia mendekat sambil membawa jas bani,kemudian dia memakaikannya,
"sudah....sip,ganteng bener suami zhi"ucap zhia kepada bani
bani meraih pinggang zhia,kini mereka berdempetan,zhia menatap bani begitu juga dengan bani,
"cup....."bani mengecup kening zhia,
__ADS_1
"kakak brangkatya....kalo ada apa-apa sama papa telpon kakak cepet"
zhia mengangguk,merenggangkan pelukannya dan meraih tangan bani lalu menciumnya.Bani melangkah keluar dari mansion dibawah tatapan zhia,