Pemilik Hati Sang Direktris

Pemilik Hati Sang Direktris
apartemen


__ADS_3

Zhia menatap gadis remaja dihadapannya.


"siapa dia,kenapa dia ada diapartemen bg bani"gumam zhia dalam hati.


"Hai kakak cantik,kenalkan aku momoi"sapa gadis itu kepada zhia sambil mengulurkan tangannya,zhia menjabatnya sembari mengenalkan namanya.


"aku zhia"sambil menyunggingkan sedikit senyumnya.


"ayo kak, moi tunjukkan


kamarnya"sambil menarik tangan zhia.zhiapun menuruti langkah momoi,sampai dikamar.


"kakak cantik jgn sungkan anggap saja rumah sendiri"kata momoi


zhia menatap momoi,


"moi kamu adik kak


bani?"tanya zhia


"iya kak'


"kamu masih sekolah?" tanya zhia lagi sambil meletakkan kopernya.


"masih kak SMA kelas 2,kakak


pacar bg bani ya ?"


"bu..bukan,kami hanya teman"zhia menjawab sampai tergagap.


"oh...kirain pacar"momoi memanyunkan bibirnya,"soalnya moi heran,baru kali ini bg bani dekat ama cewek,ya udah kakak istirahat dulu,dah kakak cantik"momoi keluar sambil menutup pintu kamar zhia.


zhia hanya tersenyum memandang kepergian momoi,dia berdiri ditepian ranjang dan memandang sekeliling kamar itu.


"aku sudah kembali kekota ini,apa aku besok harus kembali kerumah,sementara khabar papa gimana ya?,papa,gimana keadaan papa,semoga papa baik-baik saja"

__ADS_1


zhia kemudian membaringkan badannya,karna lelah berpikir diapun tertidur.


"bg... moi mau tanya,siapa abg kak zhia itu!"sambil melipat tangannya didada.


bani hanya memandang adiknya,sambil mengangkat alis.


kemudian dia berdiri"moi...jaga zhia abg mau kerumah sakit"sambil berdiri bani melangkahkan kakinya keluar apartemen itu.


"Abg...."teriak momoi kesal kepada bani karena tidak menjawab pertanyaannya.


diluar bani hanya tersenyum mendengar teriakan adiknya,dia kemudian melangkah kemobilnya dan segera meluncur kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit,bani bergegas keruang vviv tempat armand batara dirawat,didepan pintu masuk 4 orang berbadan tegap berdiri menjaga ruang itu.


"maaf pak,bapak harus dapat izin dari pak alex untuk masuk kedalam,nama bapak siapa!"tanya bodyguard itu kepada bani,bani memandangi mereka berempat.


"saya dokterbani yg merawat pasien atas nama bapak armand batara"


"oh maaf pak silakan masuk"bodyguard itu kemudian membukakan pintu buat bani masuk,didalam sudah ada alex dan dokter padli,bani memeriksa keadaan pak armand didampingi dokter padli,keningnya berkerut,kemudian dia menyelesaikan pemeriksaannya.


"gimana keadaannya ban?"tanya alex sambil memandang pak armand dgn rasa khawatir.


dari tempat duduknya bani memandang pak armand lekat, hatinya seperti tak tega melihat kondisi pak armand sekarang,menatap pak armand dia seperti melihat zhia.


"Zhia..."bani bergumam lirih


dan itu terdengar oleh alex


"bro... loe ngomong apa?


bani tersadar "ah... enggak"kemudian dia berdiri"gue balik dulu ya,blm istirahat"ujarnya


sambil melangkah keluar,


"aneh... jelas2 aku tadi dengar dia ngomong sesuatu"alex menggeleng sambil tersenyum menatap kepergian sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tak ada yg bisa kamu sembunyikan dariku ban!"alex bermonolog.


Sesampainya diapartemen bani langsung menuju kamarnya dan membaringkan badannya.


"Papa..."suara teriakan itu jelas terdengar ditelinga bani,dia segera keluar menuju suara itu,


dia masuk kemar zhia dilihatnya gadis itu duduk ditempat tidurnya sambil menangis terisak.


"ada apa zhi,tanya bani sambil mendekati zhia,


zhia bangun dan langsung memeluk bani,


"papa kak hiks...hiks...,zhia mimpi papa"


bani mengusap surai rambut zhia,"tenang kamu hanya mimpi"


tak lama momoi masuk dia melihat zhia memeluk abang nya,alisnya berkerut,


"kenapa kak zhia bg?"


belum dijawab pertanyaannya


"moi ambilin air minum dulu buat zhia"


momoi segera bergegas mendengar perintah abangnya,zhia masih terisak dalam pelukan bani,tak lama momoi datang dengan segelas air minum.


"nih bg"bani menerima gelas itu.


"Zhi minum dulu"


zhia menghapus air mata nya dan menerima gelas yg disodorkan bani,kemudian dia meminumnya.


"Terimakasih kak..."menyodorkan gelas kosong itu kepda bani.


"Ya udah kamu tidur lagi yah"zhia mengangguk.,zhia membaringkan tubuhnya dan bani membetulkan selimut zhia.

__ADS_1


Perlakuan bani terhadap zhia semua tak luput dari pandangan momoi,


"ada sesuatu sepertinya ini"dlm hati momoi berbicara dan seulas senyum tersungging dibibirnya.


__ADS_2