Pemilik Hati Sang Direktris

Pemilik Hati Sang Direktris
Bertemu papa


__ADS_3

Mereka sudah didepan pintu ruang rawat pak armand


"silahkan dokter," ucap bodyguard itu sambil membuka pintu,bani masih menggandeng tangan Zhia memasuki ruangan itu .


ketika sudah sampai didalam mata zhia melhat seorang terbaring disana dan dia mengenalinya,


"PAPA........ "zhia berhambur memeluk tuan armand,zhia menangisi orang tua itu,


"papa....hiks.....hiks..."tuan armand terbangun dari tidurnya,saat membuka matanya dilihatnya mata putri kesayangannya itu,


"zhia....."mereka menangis sambil berpelukan,bani berdiri disamping ranjang tuan armand,ia hanya memandangi interaksi keduanya,ada rasa haru menyelimutinya,


"papa syukurlah papa selamat hiks....zhi rindu papa hiks....."


"sudah sayang,kamu jelek kalo menangis"tuan armand menghapus air mata putrinya,karna dibilang jelek zhia mengerucutkan bibirnya,


"papa...."ucapnya manja,zhia memang manja sekali dengan tuan armand,karna zhia anak satu-satunya tuan armand,tuan armand melimpahinya dengan kasih sayang,


zhia duduk disamping ranjang tuan armand tangannya menggenggam tangan papanya,


"Pa....apanya yang sakit?"sambil menatap papanya,


"papa sudah mulai baikan sayang..."jawab sambil tersenyum.


Bani berjalan kesamping tempat tidur tuan armand kemudian memeriksa infusnya.


"Dokter....."bani menatap tuan armand,


"ya tuan,ada yang bisa saya bantu"


tuan armand tersenyum,


"terimakasih....."ucapnya kepada bani.


"itu sudah tanggung jawab saya sebagai dokter tuan..."


zhia menatap interaksi kedua orang yang dicintainya itu,zhia menatap bani dan banipun balas menatapnya,mata mereka saling mengunci,tuan armand tau pasti telah terjadi sesuatu dengan keduanya,dia mengulum senyum menatap keduanya,


"sepertinya tidak susah-susah lagi aku menjodohkan mereka"ucapnya dalam hati,


ya tuan armand rencananya akan menjodohkan mereka berdua,karna tuan Armand merasa kecelakaan ini takdir dari tuhan,untuk mendapatkan menantu seperti bani,ya semuanya seperti sudah diatur yang maha kuasa,bani menyelamatkan zhia dan bani juga yang menyelamatkan jiwanya.


"ehm...ehm..."tuan armand menyadarkan keduanya,zhia spontan menundukkan wajahnya malu


karna merasa malu kedapatan saling pandang,bani meminta izin keluar ruangan,


"hm.... tuan saya permisi sebentar keluar"tuan armand menganggukkan wajahnya,bani keluar diiringi tatapan mata zhia,sampai punggung bani menghilang zhia belum juga mengalihkan pandangannya,tuan armand tersenyum menatap putrinya,


"zhi...."


zhia beralih menatap papanya


"kamu mencintainya....?"


"papa....."zhia menenggelamkan wajahnya didada tuan armand.dia malu ditanya tuan armand seperti itu,tuan armand membelai rambut zhia,tuan armand berpikiran jahil,ingin menguji seberapa kuat cinta mereka,walaupun dia yakin Bani pria yang tepat untuk mendamping putrinya,

__ADS_1


"zhi tapi dia cuma seorang dokter yang bekerja dirumah sakit kita zhi?"zhia langsung bangun dan duduk menatap papanya,


"papa takut dia tidak bisa membahagiakanmu!"


"pa....zhia tidak butuh apa-apa lagi,yang zhia butuh,orang yang bisa mencintai zhia dengan tulus,bukan karna zhia anak papa"ucapnya air matanya mulai turun,di takut papanya tidak merestui hubungannya.


Tuan armand ingin tertawa melihat zhia mulai menitikkan air matanya, tapi dia masih ingin mempermainkan perasaan zhia,


"papa ingin mencari mantu yang selevel dengan kita,papa punya banyak kenalan pengusaha-pengusaha muda"zhia menggelengkan kepalanya air matanya mengalir deras bahkan dari hidungnya sudah mengeluarkan air juga,


"tidak pa...pa,zhia enggak perlu semua itu,zhia cuma cinta sama kak ban...i,hiks....hiks..."dia menangis terisak-isak,


"pa...pa...hiks...hiks"pak armand terkekeh lucu melihat zhia seperi nak kecil,


"udah kamu panggil bani dulu"


"pa...pa. hiks... hiks..."zhia masih terisak,


"udah...zhi...panggil bani dulu"zhia segera berdiri beranjak keluar,sampai dipintu dia berbalik menghadap papanya,papanya mengangguk,zhia pun keluar,dilihatnya bani berdiri diujung koridor, sedang menatap jalanan.


zhia berlari sambil terisak


"kak....."bani melihat zhia berlari banipun ikut berlari menyongsongnya,setelah dekat dilihatnya deraian air mata membanjiri dikedua pipi gadisnya,


zhia memeluk bani erat,para bodyguard yang melihat itu memalingkan wajahnya,pura-pura tidak tau,


bani menangkup wajah zhia,kemudian menghapus air mata gadisnya dengan kedua tangannya,


"sayang ada apa"katanya pelan


"ayo zhi kita lihat tuan armand"zhia masih menenggelamkan wajahnya didada bani,merekapun berjalan zhia masih memeluk bani,


bodyguard melhat itu hanya bertanya-tanya dalam hati.


sampai diruangan tuan armand,bani melihat kondisi tuan armand masih seperti yang dia tinggal tadi dan mata tuan armand sekarang sedang menatapnya,nyalinya ciut melihat tatapan lelaki paruh baya itu,takutnya tuan armand berpikir yang tidak-tidak apalagi sekarang kondisi putrinya sedang menangis dalam pelukannya.


"dokter....apa kau mencintai putriku"bani terkejut mendengar pertanyaan tuan armand,


"maaf. tuan,saya mencintainya!,saya mencintainya sebelum saya tau zhia anak tuan"


"apa kau bisa membahagiakannya"tanya tuan armand lagi.


"aku akan berusaha semampuku,takkan kubiarkan dia meneteskan air mata kecuali air mata kebahagiaan"jawab bani tegas sambil memandang zhia.


zhiapun menatapnya


"kak...hiks...hiks..."bani kembali menghapus air mata zhia.


pak armand tersenyum senang mendengar jawaban bani,


"bani....mulai sekarang kau panggil aku papa mengerti"


mata zhia terbelalak menatap papanya,


"pa. pa..."

__ADS_1


"kenapa zhi,kan wajar calon mantu papa manggil papa"ucap tuan armand.


"PAPA....."zhia berlari memeluk papanya,dan terisak didada pria tua itu,


"sudah....nangisnya zhi,mana mungkin papa menolak pilihan anak papa yang cantik ini,hm..."sambil membelai rambut anak gadisnya.


"sudah....sudah,malu dilihat mantu papa tuh"


"papa ja....hat"


"he...he...."pak armand terkekeh,


Malam itu zhia dan bani tidur dirumah sakit,zhia tidur seranjang dengan papanya sementara bani tidur disopa yg ada diruangan itu.


Pagi harinya mereka sarapan bersama sambil menonton berita pagi,


"pa...abis ini minum obatnya ya?"kata zhia sambil menyuapi papanya,tuan armand mengangguk,setelah suapan terakhir zhia menyodorkan obat kepada papanya,


"zhi temenin bani sarapan tuh..."


"iya.... pah,nih habisin obatnya.


tuan Armand pun menghabiskan obat yang disodorkan zhia,kini zhia bersama bani menikmati sarapannya,pak armand fokus melihat berita di tv.



"pagi ini kita dihebohkan dengan berita viral dari berbagai sosial media,Zhia armand batara,putri CEO batara grup,yang beberapa waktu lalu sempat dikabarkan hiang dilaut sabang,aceh,ditemukan sedang berpelukan dengan seorang dokter dari rumah sakit batara hospital,sampai berita ini diturunkan kita belum dapat konfirmasi keberadaan keduanya"


melihat fotonya terpampang ditv sedang mencium bani,zhia menyembunyikan kepalanya disopa,dia takut melihat papanya,


tuan armand melihat bani,


"habis deh gue.."ucap bani dalam hati.


"kak. gimana nih ..."ujar zhia dari bawah,sambil menggigit jarinya.


"pasrah aja deh zhi....."


zhiapun duduk seperti semula tapi tidak berani menatap. papanya.selesai sarapan bani permisi kepada tuan armand,


"pa...bani permisi,hari ini ada jadwal operasi"


tuan armand mengangguk,


"zhi...momoi kakak minta kemari antar pakaianmu"zhia tersenyum menatap bani,


"iya. kak,hati-hati semoga lancar operasinya"zhia menarik tangan bani dan menciumnya,bani mengusap-usap pucuk kepala zhia,mereka saling lempar senyum dan mata saling tatap.


"uhuk ..uhuk ...."suara batuk tuan armand menyadarkan keduanya,bani dan zhia kikuk


"da....zhi"bani melambaikan tangannya.


"da... kak"zhia membalas, lambaian tangan bani.


pak armand hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum,

__ADS_1


"hem.. dunia anak muda"ucapnya .


__ADS_2