
Alex berada dimarkas bersama toni,
"ton kirim semua anggota kita yang ada,gunakan sumberdaya yang ada semaksimal mungkin,temukan ares segera jangan sampai kita kalah langkah dari tuan damian"ujarnya sambil mengepalkan tangan kemudian menggebrak meja.
"Baik boss...!"toni segera melangkah keluar ruangan.
Alex sudah curiga dengan damian dari dulu,untuk membuktikannya dia meretas cctv yang ada diruang kerja tuan Armand,ruangan itu sekarang dipakai damian berkantor.
"Aku pasti bisa menemukan kebradaan ares,harus..."
tiba-tiba suara ponsel disakunya berdering,
"ya hallo...."
"boss tadi malam dokter bani dan nona zhia menginap diruangan tuan armand"orang disebrang ternyata bodyguard yang menjaga ruangan tuan armand.
"bagaimana keadaan tuan armand?"
"tuan sekarang sedang makan siang bersama nona zhia"
"bani tidak disitu?"tanya alex sambil mengerutkan keningnya.
"informasinya dokter bani ada jadwal operasi boss"
alex mengangguk-anggukan kepalanya seolah-olah orang yang berbicara dengannya ada didepan.
"oke terus awasi jangan lengah,jangan ada orang yang boleh masuk,kecuali dia diinginkan oleh zhia dan tuan armand"
"siap... laksanakan boss"
"klik"alex memutus sambungan teleponnya.
Alek sudah tau bani yang menyelamatkan zhia,kebrangkatan bani yang terburu-buru kesabang,membuat dirinya curiga ada yang disembunyikan sahabatnya itu darinya,dari pak yusri dia mendapatkan jawabannya.
"bani...bani,kau pikir ada yang bisa kau sembunyikan dariku,he...he.."alex terkekeh mengingat sahabatnya itu.
Sementara itu momoi sedang diparkiran rumah sakit,seragam sekolahnya tidak sempat dia ganti,begitu dapat telpon dari abangnya dia panik segera bergegas kerumah sakit,sehabis memarkirkan motornya di segera berjalan menyusuri koridor rumah sakit,ditangannya dia menjinjing sebuah paperbag besar,sampai dikamar yang ditujuh momoi dihalangi bodyguard untuk masuk,
"misi pak,saya mau masuk kakak saya dirawat didalam"ucapnya
karna dibilang kakaknya yang sakit, bodyguard itu tersenyum ramah,
"maaf dek...,adek salah kamar mungkin"
"enggak pak,abang saya bilang alamatnya disini" ucap momoi sambil melototkan matanya.
"yang dirawat didalam boss saya,orangnya laki-laki"
momoi bingung mengerutkan keningnya,
"enggak mungkin bg bani salah kirim alamat"pikirnya dalam hati.
"tapi ini alamatnya pak,biar saya lihat dulu kedalam"
"e ..e.."tidak bisa dek
Mendengar suara perdebatan diluar,zhia membuka pintu.
"kakak ..." teriak momoi kepada zhia,
momoi berlari memeluk zhia.
zhia membawa masuk momoi kedalam,
"kak...hiks...hiks,kakak kenapa dirumah sakit,kakak sakit apa hiks,kenapa tadi mlm enggak pulang,moi kan khawatir?hiks....
tuan armand bertanya-tanya siapa gadis ini,sampai segitunya mengkhawatirkan zhia.
zhia mengusap punggung momoi dan merenggangkan pelukan mereka zhia memegang bahu momoi,
__ADS_1
"udah nanyanya,stop nangisnya,lihat nih kakak baik-baik aja"
momoi memandang zhia dari atas sampai bawah.
"kalo nggak sakit ngapain kakak nginap dirumah sakit,tega ninggalin moi tidur dirumah sendirian"ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.
zhia gemes lihat calon adik iparnya ini,kemudian mencubit hidung momoi,
"kakak...."ucap moi
"moi kakak disini jaga papa kakak yang dirawat"
"apa papa kakak?"
zhia menganggukkan kepalanya,kemudian membalikkan badan momoi kebelakang,momoi melihat seorang laki-laki paruh baya terbaring disana dan saat ini sedang menatapnya,
"Kiya..."momoi berlari dan menyembunyikan badannya dibalik sopa,
zhia kaget,
"kamu kenapa moi?"
"moi malu kak"suaranya pelan
"kwkwk....."zhia tertawa terbahak-bahak.
"kaka....k"teriak momoi
zhia mengambil paperbag yang dibawakan momoi tadi,
"siapa dia zhi,lucu orangnya"pak armand tersenyum.
"adek kak bani pa"
"oh ..."pak Armand manggut-manggut,
"suruh sini papa mau kenalan"
"moi. ..malu kak"
zhia mendatangi momoi, menarik tangannya kemudian membawa mendekat keranjang papanya,
"kak..."momoi menundukkan wajahnya sambil *******-***** jemarinya
"siapa namanya cantik ..."tanya tuan armand sambil tersenyum.
"momoi...om"jawab momoi kepalanya masih menunduk
"kamu adik bani?"
"iya....om"
"seneng punya kakak zhia?"
momoi menganggukkan kepalanya,
"kenapa bisa seneng sama kak zhia"
momoi menatap zhia,zhia tersenyum kepadanya.
"cantik,baik....om"zhia mengelus puncak kepala momoi.
"mau jadi adik kak zhia?"
momoi langsung mengangguk,momoi sudah kelas 2 sma tapi sikapnya masih polos dan lugu,
"kalo mau jadi adik kak zhia,harus panggil om, PAPA ,mau enggak..."
momoi memandang zhia,zhia tersenyum dan mengangguk,
__ADS_1
"Pa..pa"ucap momoi sambil memandang tuan Armand,tuan armandpun tersenyum,
"sini duduk temenin papa ngobrol"dengan malu-malu momoi duduk dikursi samping ranjang tuan armand,zhiapun pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh dan berganti pakaian,kini tubuhnya fresh dan segar.
(ZHIA ARMAND BATARA)
Hari ini adalah jadwal operasinya yang ke3,bani akan keluar dari ruangannya,dia membuka pintu tiba-tiba,ceklek....ceklek,.....banyak wartawan sudah menunggunya keluar,
"dokter bisa diceritakan kedekatan anda dengan nona zhia......"
"dokter....bagai mana kondisi pak armand.....
"dokter...apakah anda merawat keduanya....
Banyak pertanyaan dari wartawan tapi bani hanya tersenyum dan menyatukan kedua tangannya,
"maaf ya teman-teman semua saya ada jadwal operasi"Sekuritipun memberi jalan kepada bani dia segera cepat-cepat melangkah,hari ini bani da zhia menjadi pembicaraan nasional apalagi dirumah sakit tempatnya bekerja,itu menjadi hari patah hati nasional,bayangkan poto kemesraan bani dan zhia disiarkan infotainment berulang-ulang,belum lagi dimedia sosial menjadi berita viral,
"beruntung banget dokter bisa dapet nona zhia cantik,anak orang kaya lagi"
"pantesan dokter enggak enggak mempan godaan kita,rupanya sudah ada yang punya"
"kok bisa ya,padahal sebelumnya nona zhia dikabarkan hilang tenggelam dilaut"
"cari sensasi doang mungkin?"
begitulah bisik-bisik dirumah sakit,walaupun dirinya menjadi pembicaraan banyak orang tapi dia berusaha biasa aja dan profesional dalam bekerja.
Siangpun sudah berubah menjadi malam,bani dalam perjalanan menuju apartemen,hari ini dia begitu lelah,ingin segera menjatuhkan tubuh diranjang kamarnya.sesampainya diapartemen ponselnya bergetar ada pesan wa masuk.
tertera nama momoi
"bg udah pulang"
"baru nyampek"
"moi, enggak pulang nemenin kak zhia,sekalian jaga kakak ipar 🤭"
"👍😅"balas bani
"abang udah nembak kak zhia?"
"🥱abang ngantuk moi"
"aba....ng😠"
Bani terkekeh membayangkan adiknya kesal.
waktupun sudah merangkak ke ujung malam,hujan tiba-tiba turun deras tanpa diduga,sementara itu dipinggiran kota, sesosok tubuh berjalan mengendap-endap dalam kegelapan,
"aku harus bisa bertemu dengan nona zhia atau alek"
"tunggulah kejatuhanmu tuan damian"ucapnya dalam hati,
ya ares terpaksa berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lainnya,guna menghindari pengejaran anggota damian,dia tidak tau kalo damian sudah tidak memburunya lagi,karna damian merasa ares sudah mati dalam kecelakaan mobil itu,rasa lapar membawa ares mampir dirumah makan Padang,dia duduk disudut ruangan,pelayan datang dan dia memesan hidangannya,
"dek teh manis panas ya"
"oke bang"
tak brapa lama pesanannya datang,dia menyantap hidangannya sambil menonton tv,
tv sedang menyiarkan acara infotainment,photo zhia berciuman dengan bani lagi dibahas disana dan ada bani diburu parawartawan.
"dokter bani bisa diceritakan kedekatan anda dengan nona zhia, "dokter....bagai mana kondisi pak armand.....
"dokter...apakah anda merawat keduanya....
__ADS_1
Banyak pertanyaan dari wartawan tapi bani hanya tersenyum dan menyatukan kedua tangannya,
"Dokter bani....aku harus menemuinya"gumam ares sambil menyudahi makannya.diapun keluar dan melangkahkan kakinya menuju rumah sakit batara hospital.