Pemilik Hati Sang Direktris

Pemilik Hati Sang Direktris
sadar dari koma


__ADS_3

Suasana pagi diapartemen kali ini nampak berbeda,karna biasanya hanya ada bani dan momoi dimeja makan itu tapi sekarang ada zhia yg menemani mereka menikmati sarapan paginya,


Setelah selesai dengan sarapan paginya momoi meraih tas sekolahnya dan pamit pada bani,


"bg moi brangkat"mendekati bani dan mencium tangannya.


"jangan ngebut2 moi"


"siap abangku yg ganteng"sambil hormat kearah bani,bani hanya menggeleng,melihat pola adiknya ini,momoi mendekati zhia dan menyalaminya,kemudian momoi mencium pipi zhia,


"tunggu moi dirumah ya kak,nanti sepulang sekolah kita jalan-jalan yakak"


Zhia hanya tersenyum menanggapi omongan momoi itu,momoi bergegas keluar menuju parkiran tempat motor maticnya berada.


Setelah membereskan meja mkn,zhia merapikan pantry,


"Zhi aku brangkat ya,itu ada handphone kubeliin buat kamu"sambil menunjuk kearah meja yg ada didepan tv."contact ku dan momoi sudah disave,kalo ada apa-apa hubungi aku"bani melangkahkan kakinya keluar,ketika akan mencapai pintu,


"kak...."bani berhenti melangkah dan membalikkan badannya kearah zhia.


"Te...rima..kasih"ucapnya terbata


bani hanya tersenyum memandang zhia,kemudian balik lagi melangkah keluar.


Kini tinggal zhia sendiri berada diapartemen itu,dia meraih handphone yg diberikan bani,


"kak bagaimana nanti aku membalas semua ini"ucap zhia lirih sambil menggenggam handphone nya


"kak bani....setelah aku ketemu papa dan semua dalam keadaan baik aku akan membalas semua ini,sampai tiba waktu itu tetaplah jadi pelindungku"ucap zhia sambil memandang photo bani yg tergantung didinding.


ada rasa yg berbeda setiap dia berdekatan dengan bani,


"apa aku sedang jatuh cinta?"zhia tersenyum,pipinya merona ketika mengingat bani,sepertinya pria dewasa itu sudah mencuri hatinya.zhia berbaring disopa itu sambil memeluk handphone yg diberi bani.



Diperjalanan menuju rumah sakit,bani terjebak macet untuk menghilangkan kebosanannya dia menghidupkan audio dimobil dan terdengarlah lantunan lagu anji,


"Aku tersesat


Menuju hatimu


Beri aku


Jalan yang indah


Ijinkan ku


Lepas penatku


Tuk sejenak lelap di bahumu


Dapatkah


Selamanya kita bersama


Kau dan aku


Semoga


Cinta kita kekal abadi


Sesampainya akhir nanti


Selamanya


Tentang cinta


Yang datang perlahan


Membuatku


Takut kehilangan

__ADS_1


Ku titipkan


Cahaya terang


Tak padam


Di dera goda dan masa


Dapatkah


Selamanya kita bersama


Kau dan aku


Semoga


Cinta kita kekal abadi


Sesampainya akhir nanti


Selamanya


Dapatkah


Selamanya kita bersama


Kau dan aku


Semoga


Cinta kita kekal abadi


Sesampainya akhir nanti


Selamanya


Dapatkah


Selamanya kita bersama


Kau dan aku


Semoga


Cinta kita kekal abadi


Sesampainya akhir nanti


Selamanya


Tak padam didera goda dan masa"


Bani terlarut dengan syairnya,bayangan zhia melintas dipelupuk matanya tanpa sadar dimengucapkan namanya"zhia...."dia memejamkan matanya.


'apa yg terjadi dengan diriku,kenapa dia selalu ada dalam pikiranku"


"tok...tok"ketukan dikaca mobilnya menyadarkannya dari lamunan,dia membuka kaca mobilnya.


"ada apa pak!" ucapnya sambil memandang orang yg mengetuk kaca mobilnya.


"bapak tidak lihat dibelakang itu sudah antri panjang"ucap orang itu gusar sambil melototkan matanya,


bani melihat kebelakang "aduh maaf ya pak"bani melajukan mobilnya diikutin tatapan kesal orang itu.


tak brapa lama bani sampai dirumah sakit tempatnya kerja,dia langsung menuju ruangannya,disepanjang koridor rumah sakit tak henti hentinya kaum hawa membicarakannya,apalagi para suster rumah sakit yg masih jomblo,


"ganteng banget dokter bani,kabarnya masih jomlo loh..."


"iya sih ganteng tapi kayak kulkas,senyumnya mahal banget"saut temannya.


Bani berlalu dari hadapan mereka dengan wajah datarnya,dia memasuki ruangannya dan langsung memakai seragam kebesarannya,kemudian segera bergegas keruangan vviv tempat pak armand batara berada,para bodyguard yang menjaga ruangan pak armand langsung mempersilahkan bani masuk sambil membukakan pintu untuknya,


"Silahkan dok.."ujarnya bani mengangguk dan langsung masuk,

__ADS_1


Dilihatnya ruangan kosong tidak ada alex disana,dia mendekat keranjang pak arman kemudian dia memeriksa kondisi pak armand,setelah selesai dia duduk di samping pak armand sambil menulis beberapa catatan,ketika bani asik menulis,terdengar suara lirih dari pak armand,


"Zhia...zhia"


Bani kaget spontan dia berdiri dan memegang lengan pak arman,


"pak armand,anda sudah sadar"


Armand memandang bani,


"kamu siapa?..."


"saya dokter yang merawat anda"bani memencet tombol disamping tempat tidur pak Armand guna menghubungi suster jaga,setelahnya dia mengambil ponselnya dan menghubungi alex,


"tuts....tust...tuts..."dan akhirnya


"ada apa bro loe hubungi gue"tanya alex disebrang sana.


"loe cepat kemari pak armand sudah sadar"


"serius loe,ya tuhan... alhamdulillah,oke gue kesana"


pak armand mendengar dan hanya memandangi bani,setelah mengakhiri panggilannya bani menuju nakas mengambil segelas air putih dan menuju pak armand lagi'


"pak minum dulu"bani mengangkat sedikit kepala pak armand dan membantunya untuk minum,


"tok...tok.."suara ketukan pintu


"masuk"jawab bani


2 orang suster mendekat kearah bani,


Bani memberikan catatan yg tadi ditulisnya,salah satu suster mengganti botol infus yg hampir habis,setelahnya kedua suster itu keluar,


"dokter anda kenal alex?"tanya pak Armand sambil memandangi bani.


"ya tuan dia teman saya,sejak SMA dulu,tuan sebaiknya jangan banyak berpikir dulu,anda baru sadar dari koma"armand mengangguk kemudian dia memejamkan matanya,bani masih duduk disamping ranjang pak armand dipandanginya wajah tua itu,dan bani terkejut mendapati ada lelehan air mata menggenang dipelupuk matanya,


"tuan'tuan armand ada yg bisa saya bantu?"


"aku ingat putriku,entah gimana khabarnya"pak armand membuka matanya dan airmata semakin deras mengucur,


"tuan tenangkan diri anda"sesaat bani tersadar dan menatap tajam kearah pak armand,karna dia ingat tadi ketika pak armand sadar dia menyebut zhia,


"tuan armand siapa nama putri anda?"


"Zhia....dok"


"apa... zhia...."bani segera mengambil ponselnya membuka galeri photo dan menunjukkan sebuah photo,


"apa ini putri anda tuan..."


bani memperlihatkan photo itu kepada pak armand dan bola mata pak Armand seperti akan keluar melihatnya,


"be...betul dok,dimana dia sekarang,aku ingin bertemu dengannya"


"dia ada bersamaku tuan,syukurlah zhia sangat mengkhawatirkan tuan"


"bagaimana zhia bisa bersama dokter'


Bani sejenak menarik nafas dan kemudian menceritakan dari awal menemukan zhia,zhia yang terdampar dikarang,zhia yang masuk rumah sakit,semua diceritakan bani tidak ada yang tertinggal,sampai akhirnya kini zhia bisa tinggal di apartemennya,pak arman mendengarnya diiringi air mata yang semakin deras mengucur,bani mengambil tisu dan menghapus lelehan air mata pak armand.


Pak armand menggenggam tangan bani,


"dokter dengan apa aku harus membayar semua ini"


bani menepuk-nepuk pelan tangan pak armand,


"cukup dengan kesembuhan tuan,itu sudah cukup,karna aku tidak ingin melihat zhia bersedih lagi"pak Armand memandangi bani lekat dan dia tersenyum,


"tuan istirahatlah,saya akan membawa zhia menemui tuan,semuanya akan baik-baik saja,aku akan menjaga tuan sampai Alex tiba"


pak armand mengangguk dan memejamkan matanya,bani memandangi wajah pak armand dan dia teringat zhia.

__ADS_1


"Zhia....." ucapnya pelan,kemudian dia beranjak menuju sopa yang ada diruangan itu,pak armand masih mendengar bani mengucapkan nama anaknya dia tersenyum,dlm pikiran sudah terancang berbagai rencana untuk zhia dan bani.


__ADS_2