
"Zhi ada yang ingin kubicarakan sebentar"bani melangkah kearah Sopa kemudian duduk disitu.
Sehabis merapikan meja makan zhia duduk menghadap bani,entah kenapa setiap dekat dengan bani jantungnya selalu berdebar,dia memainkan kuku-kuku jarinya untuk menutupi kegugupannya.
Bani membuka suaranya sambil menatap zhia.
"zhi malam ini.... aku akan membawamu menemui seseorang,bersiaplah"ucapnya,sebenarnya banyak yang ingin dibicarakannya dengan zhia tapi entah mengapa lidahnya keluh,
"ada apa dengan diriku"ucap hati
bani menatap zhia.
"siapa kak apa aku mengenalnya?"
"Nanti juga kamu akan tau,kutunggu di bawah"bani berdiri dan melangkah keluar apartemen.
Dengan penuh tanda tanya Zhia melangkahkan kakinya menuju kamar,mengganti bajunya,memoles sedikit bibirnya dengan lipstik,rambut panjangnya ia biarkan tergerai,sejenak dia berpose didepan kaca,senyum mengembang dibibirnya,setelah puas dia keluar dari kamar.
"Moi...momoi..."
momoi yang lagi belajar dikamarnya keluar menemui zhia,
"cantik banget......,kakak mau kencan ya"
zhia memutar kedua bola matanya sambil menyilang kedua tangan didada,
melihat ekspresi zhia momoi terkekeh,kemudian dia memeluk zhia,
"bercandakak....,jangan lupa pulang bawak oleh-oleh ya"
zhia mencubit hidung momoi,
"mau dibeliin apa adek kakak ?"
"coklat kak?"
"oke,kakak pergi ya moi"zhiapun melangkah keluar apartemen,momoi masih menatap kepergian zhia,
"ya allah jadikan kak zhia kakak ipar moi,moi enggak mau yang lain"ucapnya pelan.
Zhia sudah sampai di basemen,bani segera membukakan pintu mobilnya,setelah zhia masuk diapun berputar masuk lewat pintu samping,
"kita brangkat zhi"
"ayo kak!"
Bani kemudian menjalankan mobilnya,susana hening tak ada yang membuka suara,semua dengan pikirannya masing-masing,
Bani merasa setelah pertemuan zhia dan tuan armand,dia tidak akan bertemu kembali dengan zhia,mobil ditepikannya kepinggir jalan,zhia menatap bani.
"kenapa kak kita berhenti..."
Bani meraih tangan zhia dan menggenggamnya erat,
"zhi setelah hari ini aku enggak tau,apakah aku masih diberi kesempatan untuk bertemu denganmu atau tidak"mata mereka saling mengunci,
"kenapa kakak ngomong begitu?"
"zhi...maukah kau menikah denganku,aku mencintaimu zhi"mata zhia membola,belum hilang kagetnya bani mendaratkan bibirnya kebibir zhia,menggigitnya dan menyesapnya,mata zhia perlahan redup,
"inikah arti dari rasa yang sering menggangguku"zhia bermonolog dalam hati,zhia memukul dada bani karna dia hampir kehabisan oksigen,bani melepaskan ******* bibirnya pada bibir zhia,jari jempolnya mengusap bibir basah zhia
bani meraih puncak kepala zhia dan menautkan keningnya kekening zhia,mata zhia menatap bani lekat mencari kebohongan atas ucapan bani tapi ia tak menemukannya,zhia menggerakkan kedua tangannya mengusap dagu dan pipi bani,bani memejamkan matanya
"kak zhia juga cinta sama kakak"setelah mengatakannya zhia langsung menyembunyikan wajahnya didada bani,begitu mendengar ucapan zhia bani merenggangkan tubuhnya,zhia yang malu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya,
"terimakasih sayang" ucap bani kemudian menarik tangan zhia yang menutupi wajahnya dan menghujani kecupan diseluruh wajah zhia,
"kakak ..malu ucapnya manja"bani terkekeh sambil membawa zhia dalam pelukannya.
Rasa itu terjawab sudah,sepanjang perjalanan mereka saling lempar senyum,bani meraih zhia untuk mendekat dan zhia menjatuhkan kepalanya di pundak bani sambil memeluk lengan pria kekar itu.
__ADS_1
alunan music romantis menemani perjalanan mereka.
🎶🎶🎶🎶🎶🎶
Saat kutenggelam dalam sendu
Waktu pun enggan untuk berlalu
Kuberjanji 'tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapa pun itu
Semakin kulihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat 'ku melihat senyummu
Dan kau hadir
Merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku
Setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh
'Tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kini kuingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
'Kan kupetik satu untukmu
Dan kau hadir
Merubah segalanya (segalanya)
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku
Setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh (membuatku utuh)
'Tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kupercayakan
Seluruh hatiku padamu (padamu)
Kasihku, satu janjiku
__ADS_1
Kaulah yang terakhir bagiku
Ho-o-ho-ho ...
Hu ... dan kau hadir
Merubah segalanya
(Menjadi lebih indah)
Hu-u ... lebih indah
(Kau bawa cintaku)
Kau bawa cintaku
(Setinggi ngkasa)
(Membuatku merasa sempurna)
(Dan membuatku utuh) membuatku utuh
(Menjalani hidup)
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
(Kamu yang terbaik untukku)
Yang terbaik untukku.
Bani mencium pucuk kepala zhia,zhia memejamkan pelupuk matanya meresapi momen itu,
"hai sang waktu janganlah kau cepat berlalu,biar kunikmati sejenak jawaban dari rasa yang selama ini menyiksaku"
Kini mereka sudah sampai dipelataran parkir rumah sakit,bani memarkirkan mobilnya kemudian turun membukakan pintu untuk zhia,setelah zhia keluar dia menutupnya dan meraih pinggang zhia kemudian melangkah masuk kerumah sakit,
"kak malu dilihat orang...."berjalan sambil menundukkan wajahnya.
"sayang....tegakkan wajahmu,tunjukkan dirimu pantas disampingku,anggap aja dunia milik berdua yang lain ngontrak"
zhia melotot kearah bani,kemudian mencubit pinggang bani,
"aduh sakit zhi...."
Banyak pasang mata memuji kagum pasangan ini,tak sedikit juga kaum hawa yang iri dengan kemesraan pasangan ini.
Diujung gang koridor yang sepi bani menghentikan langkahnya,
"zhi..."bani menautkan jemarinya dengan jemari zhia,zhia menatap bani penuh tanya,dia menunggu apa yang akan diucapkan bani.
"zhi apapun yang terjadi nanti percayalah aku mencintaimu apa adanya bukan karna ada apa-apanya"bukan tanpa alasan bani bicara seperti itu dia sadar siapa dirinya,dia hanya seorang dokter yang bekerja di batara hospital anak perusahan batara grup,sementara zhia anak tunggal dari Armand bara CEO batara grup.
zhia menatap bani air matanya meleleh membasahi kedua pipinya,
"kenapa kakak ngomong gitu zhi takut hiks...hiks..."bani mengusap air mata zhia,
"zhi dengarkan apapun yang terjadi aku akan selalu ada disampingmu,percayalah aku tak akan meninggalkanmu"zhia memeluk erat tubuh bani,bani mencium pucuk kepala zhia.
"kak berjanjilah untuk selalu disamping zhi,jangan ada kata berpisah,jika salah satu kita ingin berpisah satunya lagi harus berusaha menyatukan,berjanjilah untuk zhi kak"
bani mengangguk,zhia mengalungkan tangannya dileher bani dan zhia menjinjit mengecup pelan bibir bani,keduanya terbawa suasana,bani memeluk pinggang zhia dan membalas kecupan bibir zhia dengan ******* yang panas.
"eh bukannya itu,nona zhia putri Armand batara yang dikabarkan hilang!"
"oh iya bener,tunggu bentar..."dia mengambil kameranya dan "cklek...cklek..."orang itu mengambil beberapa photo,
"waw ini bisa jadi berita hangat"
setelah mengambil photo ke dua orang itupun pergi.
zhia memukul dada bani,karna dia hampir kehabisan oksigen,bani menyudahinya zhia langsung menyembunyikan wajahnya didada bani,pipinya merona merah.bani mengusap-usap surai rambutnya yang panjang,
__ADS_1
"ayo sayang,dia sudah menunggu kita"bani menarik tangan zhia,mereka melangkah menuju ruang VVIV.