
Tiga hari jadwal operasi bani padat terus,tak ada waktu untuk dia bertemu dengan zhia wanita yang ia rindukan,seperti malam ini dia baru keluar dari ruang operasi,ia ingin rehat sejenak diruangannya,dia membuka baju kebesarannya dan duduk dikursi menyandarkan tubuhnya,karna lelah diapun tertidur.
zhia melihat jam ditangannya pukul 21.15wib,
"kak bani sudah selesai operasinya"gumamnya
"moi kamu jaga papa dulu ya,kakak mau menemui kak bani sebentar"dilihatnya papanya masih tertidur,
"oke kak,hati-hati"sambil mengedipkan matanya sebelah
zhia segera keluar,didepan pintu dilihatnya tiga orang bodyguard berjaga,
"permisi pak...'ucapnya sambil melangkah,
"silahkan nona"
Setelah zhia jauh,
"druss kamu ikutin nona dari jauh,jangan sampai kau kehilangan jejak"yang diperintahpun mengangguk.
Zhia menyusuri koridor rumah sakit,jantungnya berdebar terus,sudah tak sabar bertemu kekasih hatinya
Zhia melihat disamping pintu tergantung papan nama bertulis
Dr.SAMUDRA RABBANI Sp.b.onk
disamping pintu itu juga ada meja piket suster jaga,
"Suster saya ingin bertemu dokter bani,ada?"Suster itu memperhatikan zhia lekat,matanya melotot mengingat beberapa waktu lalu berita viral,dokter bani tertangkap kamera sedang berciuman degan anak pemilik rumah sakit.
"No...na zhia.."ucapnya gagap
Zhia mengangguk
"ada nona silakan masuk"suster itu membukakan pintu
"terimakasih sus..."zhia melangkah masuk,kemudian suster itu menutup kembali pintunya,
Disana dikursi itu,orang yang dia rindukan sedang tertidur kepalanya menengadah kearah langit-langit,zhia mendekatinya mengecup pipinya pelan,sekali dua kali,
"zhi mengapa dalam mimpipun kau selalu menggangguku"ujar bani masih memejamkan matanya,zhia terkekeh
"kak...."kata zhia pelan ditelinganya.
Bani memiringkan tubuhnya kini dia berhadapan dengan zhia sangking rapatnya jarak itu,zhia bisa merasakan hembusan nafas bani,bani masih tertidur.
zhia meraba wajah bani,mata bani terbuka,tapi belum sadar
"zhi indah sekali mimpi ini,apa karna aku begitu mencintaimu"
zhia mengecup pelan bibir bani,dan banipun tersadar
"sayang kamu disini!"
dan banipun segera ******* bibir itu,bibir zhia candu baginya,sekali merasakan ingin terus dan terus.
zhia memukul dada bani,bani melepaskan lumatannya mata mereka beradu dengan nafas yang tersengal,bani mengusap bibir basah gadisnya dengan ibu jarinya.
Bani menarik zhia dan mendudukkan pangkuannya,kemudian memeluk pinggang ramping itu,zhia merebahkan kepalanya dibahu bani,bani duduk tegak kemudian mengendus leher jenjang zhia,
"kak kenapa enggak pernah datang nemui zhia,zhi rindu...."
__ADS_1
ucapnya manja
"sayang jadwal kakak padat banget,maaf yah"jawab bani sambil mengecup pipi mulus gadisnya.
zhia mengangguk,tangannya memainkan kancing kemeja bani.bani menegakkan duduknya kemudian mengenduskan hidungnya dileher jenjang zhia.
sekali lagi mereka menautkan bibir,menyesap dan saling membelit lidah,tangan bani mulai bergerilya didada zhia,menggenggam dan meremasnya pelan,satu persatu kancing kemeja zhia terlepas,bani mengendus dada zhia,zhia menengadah kelangit-langit ruangan itu sambil menggigit bibirnya dalam keadaan mata terpejam,bani menyesap dada itu kuat dan meninggalkan tanda kepemilikan disana,zhia melenguh panjang,Zhia mendorong keras kepala bani yang ada didadanya,
"KAKAK......,nikahi zhia cepat "
sambil menutup wajahnya yang merona dengan kedua tangannya.
"zhi udah enggak sabarya"goda bani,
"kakak...."jeritnya lagi sambil menyembunyikan wajahnya diceruk leher bani.
Bani mengancingkan kembali kancing baju zhia yang sempat dibukanya,dia melihat ada tanda kepemilikan disitu bani tersenyum,
"Kak.... kapan zhi dinikahin!"katanya pelan
"buru-buru amat sih zhi,kita training dulu"kata bani sambil mengangkat zhia dan mendudukkannya disopa.
"training?"tanya zhia sambil mengangkat alisnya.
Bani berjalan kearah lemari es,mengambil minuman botol,zhia mendekati bani dan memeluknya dari belakang,
"apanya yang ditraining kak"
Sebelum menjawab pertanyaan zhia ia menenggak minumannya dulu setelahnya menyodorkan botol minuman itu kebibir zhia,zhiapun meminumnya,
"ya hubungan kita ini sayang"sambil mencubit hidung zhia gemas.
"Zhi takut.....Kak"
"apa yang zhi takutkan,zhi itu yang pertama buat kakak bahkan yang terakhir,cinta kakak cuma buat zhi"
"Zhi...takut,kakak enggak tahan enak-enak zhi sebelum kita nikah"ucapnya manja
"apa itu enak-enak zhi?"tanya bani sambil mengerutkan dahinya.
"itu....kak...acara ngadon dedek"ucapnya.
"ini nih kalo kebanyakan baca novel"sambil menjitak pelan kening zhia.
"aduh...sakit kak"ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya,bani gemas mengecup sekilas gadisnya,
"cup..." bibir bani menempel bibir zhia,
"udah hilangkan sakitnya"tanya bani sambil tersenyum.
"yang sakit disini bukan di bi..bir"sambil menunjuk jidatnya
Bersama zhia julukan pria dingin bak kulkas itu, menguap entah kemana sikap manja zhia merubah dunianya.
"cup..." bani mengecup kening zhia.
"udah kan"
zhia mengangguk
__ADS_1
"Ayo kakak antar"
zhia memeluk lengan bani mereka melangkah keluar dari ruangan itu,
Dimeja piket ada berapa suster jaga sedang berkumpul,mereka terkejut,melihat bani dan zhia.
"permisi sus,nita saya pulang ya"
ucap bani pada nita asistennya,
"ya dok,silahkan .."
Zhia mengangguk pada mereka sambil mengeratkan pelukan pada lengan bani,memberi kode pada mereka bahwa bani adalah prianya.
setelah kepergian zhia dan bani,
"bener rupanya yang viral kemarin"
"iya enggak nyangka juga ya,anak pemilik rumah sakit kecantol sama dokternya"
"yah semoga mereka bahagia dan sampai pelaminan"kata suster nita asisten bani
Dikoridor rumah sakit zhia bergandeng tangan dengan bani
"zhi ganti dong manggilnya jangan kakak"ucap bani sambil memandang gadisnya
"abis apa dongkak"
"samain aja deh,sayang,gimana?"ucap bani sambil menaik turunkan alisnya.
"oke deh saya...ng"zhia berhenti berjalan dia menggigit jarinya sembari tersenyum.
Bani menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah gadisnya.
"zhi...zhi"ucapnya
Baru saja bani akan menarik tangan zhia untuk berjalan kembali,
"Nona muda...."ucap seseorang mulai mendekat,ketika orang itu sudah mendekat.
"pak ares"ucap zhia
Bani mengerutkan alisnya
"nona... saya datang ingin mengakui kesalahan saya,setelahnya silahkan nona menghukum saya saya sudah pasrah"
,"apa yang bapak bicarakan saya tidak mengerti"
"Nona..."ares berlutut dan dia mulai menangis,zhia bingung dan menatap bani,bani menggenggam tangannya,
"bicaralah pak"ucap bani
"nona....hiks....hiks,saya yang sudah meletakkan bom dikapal itu"
"kak..hiks...hiks",tangis zhia mulai pecah dan dia memeluk bani
"aku benci dia,suruh dia pergi kak hiks...hiks"
"nona hukumlah aku,aku sudah salah membalas kebaikan tuan armand,hiks..."ares masih terus menangis menyesali kesalahannya.
"nona...aku akan menyerahkan diri kekantor polisi"ares menegakkan kepalanya dan tiba-tiba dia melihat seseorang sedang membidikan pistolnya.
__ADS_1
"awas nona......."dan dor....dor 2letusan terdengar.
( ZHIA ARMAND BATARA :Berjanjilah untuk selalu ada sampingku,jangan ada kata berpisah,jika salah satu kita ingin berpisah,satunya lagi harus berusaha menyatukan)