
"moi...kakak takut,nanti kak bani marah"ucap zhia menatap momoi cemas,sebenarnya dia ingin menjenguk rumahnya.
"enggak kak,bukannya tadi pagi moi sudah bilang,pokoknya kalo bg bani marah moi yg tanggung jawab"dengan berat hati zhia menuruti kemauan momoi.
zhia memasang maskernya lalu memakai helm yg disodorkan momoi,
"ayo...moi"zhia duduk dibelakang momoi,momoipun melajukan motor maticnya menyusuri jalanan dikota itu,zhia tersenyum mengingat dia dulu menyusuri jalan kota pekanbaru dengan audi r8nya,melewati jln sudirman dia bisa melihat bangunan menjulang tinggi bertuliskan "Batara grup"
zhia menepuk pelan pundak momoi,
"moi berhenti sebentar"momoi menepikan motornya,
"ada apakak"momoi melihat zhia membuka helmnya,menatap gedung itu, matanya berembun,momoi menatap zhia bingung,
"kak kakak kenapa?"momoi turun dari motornya.
"enggak kenapa-napa moi"ucapnya
"tuh ada air mata"sambil menunjuk mata zhia
momoi memanyunkan bibirnya,
"kakak lagi sedih ya"
"enggak,ayo kita jln lagi"zhia memakai helmnya
"ayo!"momoi menjalankan motornya kembali
"moi kita ke jalan anggrekya"
"oke kak"jawabnya sambil menambah kecepatan laju motor maticnya.
Damian menatap lurus kesebrang kantornya,dilihatnya 2orang wanita menatap kearah gedung tempatnya berdiri,
"kenapa sampai sekarang jasad mereka belum ditemukan,mudah-mudahan keduanya binasa dalam ledakan itu"ucapnya dalam hati sambil meremas cangkir kopi yang ada ditangannya,
"prak..."gelas itu pecah dan serpihannya melukai tangannya.
Tak brapalama mereka sampai dikawasan perumahan elit tersebut,pagar perumahan itu tinggi2.hampir disetiap rumah ada pos penjagaannya,
"moi... kita berhenti didepan situ ya"sambil menunjuk gerbang yg bercat putih,banyak pertanyaan tersimpan dikepala momoi,sampai dipos penjagaan momoi berhenti,2orang securiti menghampiri.
"dek ada perlu apa"tanya sekuriti itu
momoi berbalik menghadap zhia,zhia menepuk-nepuk bahunya pelan.
"pak saya zhia mau masuk" sambil membuka helm dan maskernya,kedua sekuriti itu ter kejut,
"no...na muda,silakan"sambil tangannya mempersilakan nonanya memasuki pekarangan rumah,sekuriti itu segera menelpon kerumah utama,khabar kedatangan zhia itu membuat heboh seisi rumah,pak Ramli kepala pelayan dirumah itu,segera memanggil istrinya yg sedang ada didapur,
"Rin ...nona muda pulang"
"APA nona pulang"mereka segera berlari kepintu depan diikuti seluruh pelayan dirumah besar itu.
momoi bingung dilihat banyak orang berlarian menyongsong mereka,bahkan ada beberapa yg melakukan syuzut syukur,
__ADS_1
zhia turun dari motor momoi membuka helmnya dan membuka maskernya,rina istri pak ramli memeluk zhia,zhia membalas pelukan itu,rina merenggangkan pelukannya.
"nona kembali....hiks...hiks"dia menangis tangannya merabai wajah zhia,hampir seluruh pelayan dirumah itu,menitikkan air mata melihat nona mudanya kembali.
"ayo kita masuk nona,rumah ini sepi tanpa nona"rina mengambil helm yg ditenteng zhia lalu memberikan kepada pelayan yang lain.
zhia berdiri ditengah ruangan itu,dia menatap dinding yang terpajang photo dirinya dan sang papa,matanya basah berair,
pak ramli mendekat"kita semua berdo'a untuk keselamatan tuan besar nona,semoga nona bisa berkumpul kembali dengan tuan besar"
"terimakasih pak ramli"ucap zhia tersenyum.
momoi menatap sekeliling rumah itu"wah mewah banget serasa tinggal didalam istana"ujarnya dalam hati
"Ternyata kak zhia anak orang kaya"gumam momoi tapi terdengar oleh zhia dan yg ada diruangan itu.
zhia menghapus air matanya dan mendekat kearah momoi,
"moi ayo..." zhia menarik tangan momoi menuju lantai dua,
"krek..."zhia membuka pintu kamarnya dan masu kedalam,sesampai didalam zhia menatap momoi,
"moi setelah mengetahui keadaan kakak,kakak harap kamu tidak berubah sama kakak"momoi menatap zhia dia melepaskan senyumnya yang manis"tentu tidak kak,moi senang kenal sama kakak"zhia mengusap pucuk kepala momoi.
zhia kemudian berjalan kearah meja rias,mengambil kunci mobil dan kartu atmnya.kemudian dia menulis diatas secarik kertas.
"Sudah ayo moi"mereka keluar menuruni anak tangga dilantai satu,sampai dilantai satu.
"pak ramli...."panggil zhia
"aku akan pergi lagi,titip rumah,aku akan menunggu papa kembali baru kembali kerumah ini"
"nona akan tinggal dimana?"tanya pak ramli
"aku tinggal ditempat keluarga,moi mana kunci motormu?"
"ini kak"momoi menyerahkan kunci motornya,zhia mengambilnya dan memberikannya kepada pak ramli,
"pak ramli tolong antar motor, kealamat ini"sambil memberikan secarik kertas yang zhia tulis dikamar tadi.
"baik nona!"ucap pak ramli mengangguk.
Zhia kemudian menuju garasi mobil.dalam garasi mobil itu terparkir sederet mobil mewah buatan luar negri.
"wow keren....."teriaknya
zhia hanya tersenyum dan membuka pintu mobilnya,
"ayo moi....."
"kak...rupanya kakak tajir melintir,bisa dong sekali-sekali traktir moi"sambil menaik turun kan kedua alisnya,zhia tersenyum menanggapi permintaan momoi,
zhia menjalankan mobilnya,ketika melewati pos securiti dia membuka kacanya,kedua securiti membungkuk hormat,setelah melewati pos dia menutup kacanya kembali,kini mobil itu melaju dengan kecepatan sedang melintasi jalan raya.
__ADS_1
"moi emangnya moi mau ditraktir apa?"tanya zhia pandangannya lurus kedepan fokus menyetir mobilnya,
"nanti deh kak,moi pikirin dulu"katanya sambil memandangi zhia yang setir mobil,zhia tersenyum menatap momoi sekilas.
Sementara itu dikantor batara grup,
"apa zhia masih hidup...."Damian menggebrak mejanya,matanya menyorot tajam kepada orang yang didepannya,ya setelah tragedi yang menimpa Armand batara,damian mengirim orang untuk memata-matai mansion itu.
"kau temukan dia,bagai manapun caranya,akan kubayar brapapun yang kau minta"orang didepannyapun berdiri,
"baik tuan"orang itu segera melangkah pergi.
Setelah orang suruhannya pergi
damian memukul-mukul meja kerjanya,
"sial,sial..."ucapnya.
Sesampainya diapartemen zhia dan momoi menyiapkan makan malam,mereka berkutat didapur sambil bersenda gurau layaknya adik dan kakak,
"kak moi senengloh ada kakak disini,bg bani enggak asik"ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.
zhia terkekeh mendengar ucapan momoi,
"kakak disini aja yah,soalnya moi sepi.... kalo bang bani ada jadwal operasi"katanya memohon.
"ntar deh kakak pikirin"ucap zhia sambil mengusap -usap pucuk kepala momoi.
"semuanya udah siap kakak mandi dulu ya moi!"
"siip kak"
Malampun tiba,bani memarkirkan mobilnya basemen apartemen,dahinya berkerut melihat mobil disampingnya,ada mobil mewah audiR8 terparkir disana,
"apa tetangga baru"ucapnya dalam hati,kemudian dia melangkah menuju apartemennya,setelah memencet kode akses masuk pintupun terbuka,dilihatnya zhia duduk disopa sambil memainkan ponselnya,ketika melihat bani zhia langsung berdiri.
"udah pulang kak"
bani mengangguk kemudian menatap zhia,zhiapun menatap bani,pandangan mata mereka bertemu ada gelenyar aneh dalam diri mereka,mereka berdua tidak tau itu apa.
momoi datang menyadarkan mereka,
"ayo ketau'an.....keknya sebentar lagi ada yang mengakhiri status jomlonya nih" sambil mengedip-ngedipkan matanya sebelah,
Dengan kepala menunduk menahan malu zhia segera pergi kemeja makan untuk mempersiapkan makan malam,sementara bani langsung menuju kamarnya,melihat tingkah keduanya momoi terkekeh-kekeh sambil menutup mulutnya.
Saat makan malam yang terdengar hanya suara sendok menyentuh kaca piring saja yang terdengar,zhia makan fokus menatap makanannya begitupun bani, momoi tersenyum melihat kelakuan mereka,
"kak moi senengloh kalo kakak berdua jadian"
"uhuk...uhuk..."zhia tersedak bani reflek berdiri dan menyodorkan gelas minumnya kepada zhia,
"minum zhi..."zhia langsung meminum gelas pemberian bani,
__ADS_1
"terikasih kak"
"pelan-pelan makannya kak"ucap momoi sambil mengusap punggung zhia,bani menatap zhia sambil mengunyah makannya,entah apa yang ada dalam pikirannya.