Pemilik Hati Sang Direktris

Pemilik Hati Sang Direktris
bani tertembak


__ADS_3

Dor....dor 2kali pistol itu menyalak,tembakannya salah sasaran yang ditembaknya bukan target,dia mendekati target dan dor...


tembakan ke3,Bani gesit menarik zhia berlindung dipilar koridor rumah sakit,tapi terlambat buat bani,tembakan ke3mengenai bahunya dan dia terjatuh....


"kakak......"teriak zhia histeris melihat bani tertembak didepan matanya.


sang penembak makin gusar,target lolos lagi dia mendekati pilar koridor itu dan ketika dia akan melepas tembakan ke4,


"jleb...."sebuah pisau menancap dilengannya,pistol itupun lepas dari genggaman,idruss bergerak cepat mengirim pukulan pada penembak itu,hingga akhirnya penembak itu pingsan.


"kakak....hiks ..hiks..."


"tenang zhi...,yang penting dirimu selamat"ucapnya sambil menekan bahunya yang tertembak,


"kakak.... kena hiks ...hiks,pasti sakitkan"sambil melihat bahu bani yang banyak mengeluarkan darah.


Idruss mendekati ares,mulut ares mengeluarkan darah,dia terkena 2tembakan pertama,demi menyelamatkan zhia,dia menyongsong peluru itu,satu menembus perutnya,satunya lagi bersarang dadanya,


bani yang melihat kondisi ares bangkit,ditariknya tangan zhia menuju tempat ares,


Idruss menyandarkan ares dipilar koridor,


"uhuk..."ares terbatuk mulutnya terus mengeluarkan darah


zhia masih terus terisak,kepalanya disembunyikan dileher bani


"nona,sampaikan permo..nan . uhuk-uhuk ma...afku untuk tuan"nafasnya mulai sesak,kemudian ares merogoh kantong dan memberikan ponselnya,idruss menerimanya dari tangan ares.darah terus mengucur dari luka ares sampai menggenangi lantai,


"disi...tu ada bukti,sem..uanya....perintah tuan damian,no....na maaf"


Bani memandang zhia,


"zhi...dia sudah mempertaruhkan nyawanya untukmu,berikan dia maafmu"


zhia memandang ares dengan wajahnya masih dipenuhi linangan air mata,dan dia mengangguk kemudian kembali menyembunyikan kepalanya dicerukleher bani sambil terus terisak,


ares kemudian tersenyum memandang zhia putri tuannya itu,air mata meluncur dari mata sayunya dia bisa pergi sesudah memastikan zhia selamat,ares menutupkan matanya,nafasnya berhenti,bani mengecek nadinya tak ada tanda kehidupan disana,bani menghela nafasnya


"dia sudah pergi"bani mengusapkan tangannya diwajah ares,


yah ares telah pergi selamanya.


Orang semakin ramai berdatangan ketempat kejadian,banyak mengabadikan photo lewat ponselnya,polisipun sudah datang,alex juga ada disitu,tubuh ares diangkat bersama tubuh penembak itu,


"boss ..."idruss menyerahkan ponsel itu,


"ares bilang semuanya ada disitu"


Alex mengangguk,kemudian pandangannya beralih kebani dan zhia,matanya melotot..


"kamu kena ban?"bani mengangguk


"ayo"alek bergegas memapah sahabatnya itu.


"akh.....kampret...pelan dikit ngapa"ucap bani sambil melototkan matanya kearah alex.


"ah cemenloh...."gerutu alek,

__ADS_1


alex membantu bani naik keatas brankar yg dibawak perawat,perawat kemudian mendorong brangkar itu,zhia masih masih terus terisak..


"sudah zhi...semua akan baik baik saja"ucap bani sambil memandang sayu kearah zhia


sampai diruang ICU Zhia dan alex disuruh menunggu diluar oleh perawat diruangan itu.zhia terus memandangi bani dari kaca jendela ruang icu,alex hanya memandangi kegelisahan nona mudanya itu.


"bruntung banget kampret satu itu, dicintai putri seorang armand batara"alex menyunggingkan sedikit senyumnya,alexpun mendo'akan untuk kebahagia'an sahabatnya itu.


satu jam berlalu ruangan itu terbuka,suster mendorong brangkar bani,


"dokter bagaimana....keadaannya"tanya zhia dengan nada kwatir,


"proyektilnya sudah dikeluarkan sekarang kita pindahkan keruang perawatan nona"


"kenapa dia tidak bangun...hiks..."


"tenang nona itu efek obat bius yg disuntikkan,setelah efek obat bius itu hilang pasien akan segera sadar,ayo...nona,kita keruang perawatan"


zhia mengangguk,alex segera mengatur ruang vviv buat ruang perawatan bani,


sampai diruang perawatan bani segera dipindahkan dari brangkar keranjang pasien.setelah selesai dokter dan suster meninggalkan ruangan itu.


zhia duduk dikursi samping ranjang matanya tak pernah lepas dari wajah bani.


"nona... sebaiknya nona istrahat biar saya yg menjaga bani"ucap alex kepada zhia


zhia hanya menggeleng


"baiklah saya permisi akan mencari makanan buat nona"alexpun keluar meninggalkan ruangan itu.


"kak ....cepatlah bangun,zhi...takut hiks..."


Alek masuk sambil menenteng bawaannya,


"udah sadarloh bro..."


"set...."bani menempelkan jari telunjuknya dibibir,sebagai kode alek supaya diam agar tidak membangunkan gadisnya.


"gue bawak makanan nih,zhia belum makan dari tadi"ucapnya dengan suara berbisik.


"loe tarok aja dimeja dulu"alex meletakkan kantong makanan itu diatas nakas yg ada disamping ranjang bani


setelah meletakkannya,alex permisih keluar.


Perlahan dia memandang gadisnya,


"zhi....kau begitu cantik,"bani mengelus surai rambut zhia.


Bani masih terus tersenyum memandangi wajah zhia,


"dia begitu menggemaskan saat tidur'gumam bani sambil terus memandang zhia.


momoi berlari disepanjang koridor rumah sakit,kabar itu begitu mengejutkan baginya,abang tercintanya terluka


"brak..."


pintu kamar tempat bani dirawat didorong paksa,bani dan zhia terkejut,mereka sontak menghadap pintu.

__ADS_1


"abang......"momoi berhambur memeluk bani diiringi dengan tangisannya.


"abg sakit.....hiks...."


"aduh....du...du,sakit moi...."


momoi merenggangkan pelukannya,zhia berdiri disamping momoi dan membelai rambut nya,


"abg.....moi takut hiks....'isak nya dari hidungnyapun sudah mengalir ingusnya.


"ih jorok....bersihin itu ingus"ucap bani sambil melototi momoi.


"sudah moi....nanti hilangloh cantiknya adik kakak ini."ucap zhia sambil membersihkan lelehan air mata diwajah momoi,


"momoi takut abg kenapa-napa hiks....."ucap momoi sambil *******-***** tangan bani.


"udah....abg bentar lagi sembuh"


"kamu udah makan moi?'


momoi menggelengkan kepalanya,dia melupakan rasa laparnya karna begitu mengkhawatirkan keadaan abgnya,


'makan sana sama zhia,tuh ada diatas nakas"


"ayo moi kita mkn bareng"zhia menarik tangan momoi.


"udah acara nangisnya disambung lagi nanti abis makan ya'


""ih kakak..."ucap momoi sambil mengerucutkan bibirnya


zhia hanya terkekeh melihat expresi momoi.merekapun makan dengan tenang dibawah pandangan mata bani,sedikit senyum tersungging disudut bibirnya.


Alex saat ini sedang berada diruangan tuan Armand,dia menceritakan kejadian yang barusan terjadi,dia juga sudah membongkar dalang sabotase peledakan kapal pesiar tuan armand,


"Damian....."tangannya mengepal keras,


"manusia tamak berhati iblis,alek!...."Sorot matanya dipenuhi amarah


alex berdiri tegak menghadap tuan armand,


"ya. tuan....,"


"masukkan damian kepenjara


dan pastikan dia membusuk


disitu"


"siap laksanakan tuan...."alex langsung melangkah pergi tapi baru saja langkahnya akan melewati pintu..


"alek....."


alek membalikkan punggungnya dan menghadap tuan armand,


"berikan pemakaman yang layak buat ares dan berikan santunan bagi keluarganya"alex mengangguk,tuan armand mengibaskan tangannya dan alexpun keluar.


Seluruh stasiun tv berlomba2,menyiarkan berita penembakan dirumah sakit batara hospital,nama bani dan zhia kembali menjadi sorotan,dan menjadi trending disemua media,

__ADS_1


"ada hubungan apa dr.bani dan zhia putri pemilik batara grup"itulah kebanyakan pertanyaan pemirsa dan netizen


disosial media.nama merekapun kembali jadi viral.


__ADS_2