
Setelah menyelesaikan administrasi perawatan zhia,bani kembali keruangan zhia.
"semua sudah selesai ayo
kita pulang"ucap bani
kepada zhia.
Bani memapah zhia keluar rumah sakit menuju parkiran,diparkiran pak yusri sudah menunggu dimobil,kemudian pak yusri membuka pintu bani mendudukkan zhia kemudian dia duduk disamping zhia.
"jalan pak yusri'
"baik tuan"jawab pak Yusri
Mobil berjalan menuju bungalow dengan kecepatan sedang,didalam mobil tidak ada yg membuka suara,tak brapa lama mobilpun sampai,bani kembali memapah zhia menuju kamarnya.
"istirahatlah"ucap bani kepada zhia,zhia hanya menatap bani,bani keluar kamar itu,tapi baru akan melangkahkan kakinya keluar dari pintu,
"kak,bisa bicara
sebentar"ucap zhia kepada bani,bani berhenti melangkah dan berbalik kearah zhia,kemudian duduk ditepian ranjang,
"Terimakasih sudah menyelamatkan zhia dan merawat zhia dan maaf sudah merepotkan kakak"ucap zhia sambil menundukkan wajahnya,
Bani menghembuskan nafasnya kemudian dia menatap zhia.
"Sudah tak usah kamu pikirkan,berusahalah cepat sembuh,setelah sembuh nanti aku akan mengantarkan pada keluargamu"jawab bani.
"Tapi kak, aku enggak mau
tinggal dirumah,aku taku....t" ucap zhia dengan suara bergetar.
Bani menatap langit-langit kamar sambil menghembuskan nafasnya, lalu bani bertanya kepada zhia
"Zhi kamu tinggal dimana?"
"Pekanbaru kak"jawab zhia "
sontak bani menatap terkejut kearah zhia,ternyata gadis ini satu kota dengannya.
"masih sekolah atau
__ADS_1
kuliah"tanya bani lagi
"kuliah tinggal menunggu
wisudah kak"jawab zhia
zhia balas menatap bani ada kekaguman Dimata gadis ini,sejenak mereka saling tatap,banyak pertanyaan yg ingin bani tanyakan kepada zhia tapi melihat kondisi zhia yg tak memungkinkan dia mengurungkan niatnya,suasana hening hingga bani tersadar.
"hm istirahatlah,hari sudah malam"
ucap bani memecah keheningan sambil merapikan selimut zhia,zhia mengangguk,bani keluar dari kamar itu.perhatian bani pada zhia tak lepas dari pandangan zhia,
Sepeninggal bani zhia berkecamuk dengan hatinya,dia resah dan tidak dapat memejamkan matanya "kalo aku pulang,apa yg kulakukan,papa tidak tau kabarnya,kuliahku tinggal menunggu wisudah,yah tuhan kenapa coba'an ini begitu berat"kedua tangannya menghapus genangan disudut matanya,dia terisak,karna lelahnya berpikir akhirnya diapun tertidur,
Bani duduk didepan ruangan tamu,matanya menatap kelayar televisi tapi pikirannya tidak,
"apa yg harus kulakukan pada gadis itu,tapi aku harus membawanya kembali jika tidak kerjaku bisa terganggu,ahk...."bani meremas2 rambutnya dgn kasar.
"dert,dert...."
ponsel bani yg ada dimeja bergetar,bani melihatnya ada nama alek disitu.
kapan kamu balik?"tanya alek
"kenapa....kau merindukan
aku"jawab bani
"chi....'Alex berdecih,"emang
aku apa:an"
"ha,ha......'bani tertawa
mendengar jawaban
sahabatnya itu
"pak Armand sudah
dipindahkan keruang
__ADS_1
perawatan,masa kritisnya
sudah lewat,tapi blm sadar
juga"kata alek
"kita tunggu aja lek,kita lakukan yg terbaik,buat kesembuhan pak Armand"kata bani.
"ya....dia harus cepat sadar,Barata grup sekarang lagi goncang,banyak investor menarik sahamnya,rumah sakit tempat loe kerja juga bisa kena imbasnya"
"sampai separah itu yah"'bani tahu batara hospital anak perusahaan batara grup,bani mengerutkan dahinya
"Ada keraguan investor pada kepemimpinan batara grup yg baru,karna jika pak Armand meninggal mutlak anak perempuannya yg menggantikan posisinya,sementara sekarangpun tak ada kabar dari anak perempuannya"kata alek
"hush ...."bani
menghembuskan nafasnya,
"yah...semoga pak armand
cepat pulih"
"makanya cepat loe balik,ngapain sih loe balik lagi ke Sabang,atau loe udah mengakhiri masa jomloh loe dan sekarang lagi ngumpetin simpanan loe haha....."alek tertawa
"Kampret loe nyet,loe pikir gue laki -laki apaan"jawab bani kesal kepada alek
"ban....gue tunggu loe besok
disini"
"oke,besok gue ba..."blm sempat bani mengakhiri panggilan alek sudah mematikan panggilan sepihak
"klik.."
"dasar teman engak ada ahlak"umpat bani
(Maaf telat up-nya🙏🙏🙏 kerjaan lagi numpuk,tapi Thor janji tetap nyelesaikan cerita ini)
"
"
__ADS_1