
___
Kerajaan Xiris
Kota Sernia
18 Juni 1300
___
Aku rasa harus menghadiri pertemuan di kastil, ada beberapa hal yang harus dibicarakan tentang kereta kuda dan suplai yang dibutuhkan.
aku membersihkan diri dan mengenakan pakaian kerja agar terlihat elegan. Kemudian, aku menjemput Adry dan bersama-sama menuju kastil.
Setibanya kami di sana, kami dipersilakan memasuki kastil. Ternyata, kastil Sernia tidak sebesar yang aku bayangkan, tetapi ada sesuatu yang menawan tentang interior kastil. Dindingnya ditutupi permadani halus dan perabotan mewah berjejer di lorong. Meskipun sedikit lebih kecil dari bayangan ku, itu masih cukup mengesankan.
Kami mengikuti seorang penjaga kastil yang menuntun kami melewati koridor panjang, hingga kami tiba di sebuah ruangan dengan meja bundar besar di tengahnya.
Ketika aku memasuki ruangan, aku melihat Tuan Pier yang sedang duduk di kepala meja. Tuan Pier memberi isyarat agar kami duduk di kursi-kursi itu. Tampaknya yang lain belum tiba, sehingga kami harus menunggu sambil berbasa-basi.
"Tuan Pier, ada yang ingin aku bicarakan tentang kereta kuda yang akan aku gunakan untuk mengangkut seluruh logistik."
Tuan Pier menjawab, "Ah iya, aku lupa tentang hal itu. Kamu tidak perlu khawatir, Arezha, kami memiliki beberapa kuda tersisa dan gerbong yang besar cukup untuk mengangkut seluruh perbekalan." Tuan Pier melirik pada Adry dan berkata, "Adry, kau tahu di mana kuda itu berada. Bawalah nanti ketika pertemuan ini selesai." Adry mengkonfirmasi, "Siap!"
Beberapa menit kemudian, beberapa anggota yang berkepentingan mulai memasuki ruangan, termasuk Tuan Askari. Mereka masing-masing duduk dan siap memulai pertemuan. Mereka mulai berbicara dengan suara pelan tentang suatu rencana.
Tuan Pier berkata kepada Adry, "Adry, jelaskan apa yang kau ketahui tentang mereka."
Adry duduk di tempatnya dan menjelaskan seluruh informasi yang dia dapatkan tentang mereka.
Tuan Askari menanggapi, "Mereka menggunakan papan kayu sebagai benteng?"
__ADS_1
Adry menjawab, "Ya, aku mengirim bawahanku kembali untuk mengkonfirmasi seluruh perkataan perampok yang aku interogasi kemarin, namun papan kayunya berlapis-lapis, cukup tebal."
"Tampaknya mereka berharap untuk mati. Tuan Pier, aku menyarankan untuk menghujani kastil itu dengan panah api," sarankan Tuan Askari.
Seorang pria dengan berpakaian mewah dan cincin-cincin berkilauan di jari-jemarinya terlihat sangat sombong, sepertinya seorang anggota bangsawan kaya raya. Dia berdiri dengan semangat, "Aku suka dengan strategi ini!"
Lalu ada seorang bangsawan lain yang menolak dengan alasan lain, "Kurasa itu berlebihan. Wilayah mereka sudah berkembang. Jika kita merebutnya tanpa merusak kastil itu, kita bisa mengembangkannya lagi di tangan kita. Bukankah begitu?"
Bangsawan berpakaian mewah itu menentang dan memukul meja, "Tidak bisa! Kita harus menghanguskan kastil itu dan membunuh semua orang di dalamnya. Mereka adalah perampok!"
Mendengar perkataan bangsawan yang terlihat mewah itu, memicu bangsawan satunya sehingga dia berdiri dari tempat duduk dan berdebat, "Apa kau gila!? Untuk apa kau melakukan hal yang tidak perlu!"
Tuan Askari berdiri menghentikan kemarahan kedua bangsawan itu, "Mungkin ada benarnya. Akan kupertimbangkan kedua hal itu jika memungkinkan." Perkataan Tuan Askari menenangkan mereka berdua, sedangkan aku tidak ingin ikut campur tentang ini.
Mereka membicarakan banyak strategi dan taktik yang akan digunakan, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, sedangkan aku hanya diam mendengar mereka berbicara, sampai akhirnya mereka sepakat dengan strategi yang akan mereka gunakan.
"Sekarang mari kita bicara tentang logistik. Markas mereka tidak terlalu jauh, butuh waktu setengah hari dengan berjalan kaki untuk mencapainya, namun sulit bagi logistik untuk mengakses hutan sehingga banyak pohon dan jalan yang tidak rata menghalangi jalur dan menghambat kereta kuda. Adakah di antara kalian yang memiliki pendapat mengenai hal ini?" tanya Tuan Pier.
Masing-masing memberikan pendapatnya, terkecuali aku.
Tuan Pier berkata, "Jika seperti itu kasusnya, biarlah. Jangan terburu-buru. Tuan Askari, Arezha, dan kepala keuangan silakan berdiskusi apa yang kalian butuhkan dan kalkulasikan total uang yang dibutuhkan."
Kepala keuangan pun ikut berdiskusi, "Silahkan, Tuan Askari, berikanlah catatan seluruh kebutuhan unit untuk nanti kepada Arezha, lalu setelahnya mari kita diskusikan keseluruhan total uangnya dengan ku, Arezha."
Seluruh anggota yang menghadiri pertemuan sibuk membicarakan hal lain sementara kami bertiga berdiskusi. Tuan Askari pun memberitahu apa yang dia butuhkan kepadaku, "Mempertimbangkan perkataan salah satu anggota, kita bisa merebut kastil tanpa menghancurkannya. Kemungkinan pengepungan akan berlangsung lama, aku menginginkan stok gandum selama satu bulan untuk seluruh unitku, lalu 24 ekor ayam hidup yang sehat dan besar beserta pakannya dan sekarung garam dapur," aku pun mencatat semuanya, "Apakah itu sudah semua Tuan Askari?" Tuan Askari meneruskan, "Tunggu sebentar, untuk berjaga-jaga aku ingin arang sebanyak 20 karung besar dan minyak tar dalam jumlah yang banyak."
Setelah aku mencatat semuanya, aku pun berbicara mengenai biaya kepada Kepala keuangan, "Tuan Kepala Keuangan, aku sudah mengetahui total biaya untuk stok gandum selama sebulan, arang, minyak tar, dan garam, namun aku belum memperkirakan harga dari seekor ayam beserta pakannya. Aku akan mencari tahu harga seekor ayam beserta pakannya dan mempersiapkan semuanya, lalu melaporkan seluruh biayanya padamu besok, bagaimana kalau begitu?"
Kepala keuangan menjawab, "Berikan aku total biaya untuk stok gandum, arang, minyak tar, dan garam terlebih dahulu, yang tidak kau ketahui pisahkan saja."
Aku pun memberitahu total berapa uang yang dibutuhkan untuk semua itu. Kepala keuangan berkata, "Aku sepakat dengan hargamu," kemudian dia memberiku sekantung saku besar. Setelah kubuka, terdapat banyak koin emas. "Tutupilah biaya untuk seluruh ayam beserta pakannya, dan serahkan kembali koin emas itu jika tersisa. Jujurlah karena aku akan mengirim seseorang untuk mengawasimu nanti."
__ADS_1
Setelah beberapa menit berlalu, sepertinya pertemuan akan segera diakhiri. Tuan Pier berdiri dan berkata, "Tuan-Tuan terima kasih telah menghadiri pertemuan ini. Dengan adanya pertemuan ini, kita telah menemukan kesepakatan. Aku sebagai kepala penjaga keamanan membubarkan pertemuan hari ini. Bersiaplah, untuk esok hari kita akan menghukum para perampok itu!"
Aku berkeliling pasar mencari tahu apa yang Tuan Askari butuhkan. Orang yang dikirim untuk mengawasiku adalah Adry, "Jika dia akan mengirim seseorang untuk mengawasimu, kenapa dia memberikan tugas ini kepadaku bukan kepadamu saja, Adry?" Adry tidak menjawab, terdiam. Aku pergi ke kedai, sedangkan Adry membawa kereta kudanya setelah membeli apa yang kami butuhkan di pasar.
___
"Pak Dery lihatlah kantung saku besar yang kubawa ini, mereka membeli banyak barang!" Akupun memberikan catatan yang aku catat untuk kebutuhan Tuan Askari kepada Pak Dery.
Pak Dery melihat isi kantung itu, dan mengambil catatan yang kuberikan. "Gandum selama sebulan untuk 100 orang? Hm... kurasa aku memiliki banyak karung gandum di ruang penyimpanan bawah tanah, lalu ada apa lagi, arang dan minyak tar ya. Kau bisa menemukan seluruh yang kau butuhkan di ruang penyimpanan bawah tanah."
Adry pun datang dengan kereta kudanya, kami mengangkut seluruh yang kami butuhkan kedalam gerbong.
Kurasa itu sudah semuanya. "Sudah semuanya? Baiklah aku akan mengantarnya ke kastil untuk besok."Aku dan Adry pun pergi mengantarkan semuanya.
___
Aku kembali menuju kastil memberikan seluruh total biaya yang dibutuhkan dan mengembalikan yang koin yang tersisa.
___
Kerajaan Xiris
Kota Sernia
19 Juni 1300
___
Para pasukan yang dipimpin oleh Tuan Askari telah berkumpul di pagi hari. Tuan Askari memberikan perintah dengan suara yang kencang. "Berbaris 3 deret kebelakang!" Aku sebagai logistik mengendarai kuda bersama Adry, sedangkan 13 bawahannya menjaga kanan dan kiri gerbong kereta kuda, berada di tengah-tengah barisan.
Para milisi dibelakang kami dan yang paling depan adalah infanteri berat dan pasukan berkuda. Semuanya sudah siap, setelah semua dalam posisinya masing-masing, Tuan Askari memberikan perintahnya, "Maju!" kami pun melangkah maju menimbulkan hentakan.
__ADS_1
Kuharap semua ini akan berjalan lancar.
__