Pemuda Kesatria

Pemuda Kesatria
Aku Seorang Kesatria? IV


__ADS_3

___


Dari ujung lapangan aku melihat Adry berlari ke arahku, "Reza, kau tidak apa-apa?", lalu dia membantuku berdiri.


Ternyata menunggang kuda tidak semudah yang aku bayangkan.


Aku membersihan tanah yang menempel di tubuhku, "Ah aku tidak apa-apa, ternyata menunggangi kuda itu sulit"


___


Akhirnya kami memutuskan untuk membeli dua ekor kuda, dan membawanya pulang dengan menunggangi kuda itu.


Adry mengendarai kudanya dengan pelan sembari memegang tali yang diikatkan pada kuda milikku, sementara aku duduk di belakangnya.


"Jadi berapa harga yang kau bayar untuk dua ekor kuda ini?", aku penasaran berapa banyak uang yang Adry keluarkan untuk dua ekor kuda ini.


Adry menoleh ke arah ku, "Milikku 100 keping emas kecil, dan kudamu 45 keping emas kecil".


Perbedaannya sangat besar, "Mengapa harga kuda milikmu dua kali lipat lebih mahal dari milikku?"


Dia mengusap kudanya, "Setelah mencoba kuda ini, aku menyadari kalau kuda ini sudah terlatih, walaupun perawakannya besar tidak membuatnya lamban, dan kudamu hanya kurang disiplin dan sulit dikendalikan, sehingga membuatmu terjatuh haha"


___


Di depan halaman rumah ku, Aku menuruni kuda dan mengambil tali dari Adry yang diikatkan pada kudaku, "Di mana aku harus menyimpan kuda ini?"


"Ikat saja di halaman belakang rumahmu, nanti aku akan berbicara dengan seseorang untuk membuatkan kandang kecil di halaman belakang rumah kita", aku mengikuti kata-katanya.


___


Kerajaan Xiris


Kota Sernia


21 Juli 1300


___


"Berbaris!", suara Tuan Pier terdengar.


Akhirnya tiba saatnya untuk latihan yang dipimpin oleh Tuan Pier sendiri. Kami berbaris dan menghitung diri kami, banyak kesatria baru yang ditunjuk oleh Tuan Adipram termasuk aku.


"Kalian adalah prajurit professional yang dipercaya oleh Tuan Adipram, dalam beberapa minggu ke depan kalian akan melatih kemampuan berkuda kalian."


Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dengan pelatih yang berbeda. Aku berada di kelompok yang sama dengan Adry, tetapi dia menjadi pelatih kelompokku. Wajar saja karena dia sudah berpengalaman, jadi Tuan Pier menunjuk dia sebagai pelatih.


___


Adry memberikan arahan kepada orang-orang di kelompok ku satu persatu, dan aku yang terakhir, "Reza, jika kau ingin menunggangi kuda, buatlah kudamu percaya dan merasa aman di sekitarmu."


"Percaya seperti apa?"


Dia mengelus-elus kuda ku, "Ini yang aku maksud. Biarkan dia mengenal suara mu, bangunlah kepercayaan, tujuannya adalah untuk mengajari kuda ini agar dapat berhenti, berjalan, dan mengikuti perintah mu"


Aku mencoba mengelus-elus kuda ku seperti yang dikatakan Adry, "Lalu apa?"


Adry memasang pelana di kuda ku, "Cobalah untuk menunggangi kudamu secara perlahan, lalu belai kepala kudamu dari atas agar dia merasa aman dan nyaman."

__ADS_1


Aku mencoba untuk menungganginya dan setelah ku tunggangi aku membelai kuda ku, tekstur bulunya agak kasar, "Ya seperti itu Reza, agar kau tidak jatuh pegang kuat-kuat genggamanmu pada tali, sehingga kau bisa mengendalikan kudamu"


___


Aku mencoba untuk maju perlahan-lahan dan tidak terburu-buru seperti yang aku lakukan di peternakan.


Adry menghampiri aku yang sedang menunggangi kuda, "Bagus, sekarang coba tingkatkan kecepatan kudamu"


"Bagaimana caranya?"


Dia memegang betis kaki ku, dan menunjukkan caranya, "Perlahan-lahan tekan bagian tengah tulang rusuk kuda dengan menggunakan kedua betis kakimu untuk memberi isyarat agar kuda bergerak maju", lalu Adry menepak kuda yang kutunggangi sehingga berlari.


Terkejut karena kuda yang kutunggangi tiba-tiba berlari, kupegang tali kekang dengan erat, "Adry aku belum siap untuk ini, bagaimana aku bisa menghentikan kuda ini!?", teriakku.


"Reza, pegang tali kekang dan tarik ke belakang secara perlahan, sebagai isyarat agar dia berhenti. Dia akan merasakan tarikan tali kekang dan berhenti", Adry menyahut.


Aku menarik tali kekang ku perlahan kebelakang,  dan kuda ku mulai menurutinya kemudian berhenti.


Adry datang menghampiri, "Bagus Reza, sekarang kau hanya perlu terus berlatih seperti ini"


___


Kerajaan Xiris


Kota Sernia


16 Agustus 1300


___


Akhirnya setelah berminggu-minggu berlatih, aku dapat mengendalikan kuda dengan lancar! walaupun banyak kegagalan di antaranya, terjatuh lagi dan lagi.


Kemudian setelah itu para pelayan membawa banyak hidangan makanan dan meletakkannya di atas meja kami.


"Nikmatilah!", kata Tuan Adipram. Kami pun menyantap makanan dan minuman lezat yang disediakan.


Sepulangnya, aku berkata kepada Adry, "Jamuan ini sangat nikmat, aku harap ini berlangsung setiap hari!"


Adry menanggapi, "Haha setiap hari terlalu berlebihan, setidaknya sebulan sekali mereka akan mengadakan perjamuan untuk para kesatria", lalu Adry merangkul ku, "Ngomong-ngomong aku bangga padamu karena berhasil menunggangi kuda, haha. Ayo kita rayakan juga di kedai besok setelah kita selesai berkuda!"


___


Kerajaan Xiris


Kota Sernia


17 Agustus 1300


___


Ketika kegiatan latihan berkuda selesai, aku mengunjungi kedai bersama Adry untuk merayakan hasil latihan kami.


Melihat Alister, Alix, dan Carnell di depan pintu masuk sepertinya Kakek Izwar sudah kembali, aku menghampiri mereka, "Hey kawan-kawan!", kataku, mereka semua menoleh ke arahku, kemudian aku menyapa mereka, " Bagaimana kabar kalian? Sudah lama tidak bertemu!", seperti biasa hanya Alister yang menghampiri dan menyapa balik sementara yang lain diam, "Yo Arezha!"


" Aku sudah lama tidak melihat kalian bahkan sebelum kalian pergi ke Venavo, kemana saja kalian?"


"Yah, sebenarnya kontrak kami dengan Pak Dery sudah selesai dan kami bertiga sibuk membentuk kelompok tentara bayaran, tetapi Pak Dery saat itu memanggil kami lagi hanya untuk menjaga kakek Izwar Haha"

__ADS_1


"Apa kakek Izwar ada di dalam kedai?"


"Ya, dia sedang istirahat, kami baru saja tiba"


Tentara bayaran ya, dia beralih profesi? "Kalian membentuk kelompok tentara bayaran?"


"Benar, kami mencoba membantu kerajaan, tetapi kami juga membutuhkan uang. Saat ini aku memiliki 126 tentara dan terus bertambah, hebat sekali bukan?", ku harap mereka akan baik-baik saja di peperangan.


Aku mengundang mereka untuk mengadakan acara makan-makan, "Kalau begitu, ayo kita rayakan! Bergabunglah denganku Alister, aku akan mentraktir kalian", setelah menghitung isi kantung koin, aku mendapatkan 10 koin emas kecil, aku akan menghamburkannya untuk merayakannya.


Adry menanggapi, "Apakah kau akan mentraktirku juga?"


"Tentu saja!", ini adalah rasa terima kasih ku kepada Adry yang selalu membantuku.


___


Kami memasuki kedai, Pak Dery melihat kami dari tempatnya melayani pelanggan, "Duduklah, biar aku yang melayani kalian", pintaku, mereka memesan banyak makanan dan minuman.


Ketika mereka selesai aku menghampiri pak Dery menyapa sembari tersenyum sombong, " Aku datang sebagai pelanggan hari ini."


Pak Dery menjawab sembari melempar senyum kembali, "Sepertinya kau baru saja mendapatkan gaji yang besar Reza, kau sudah berkembang haha."


Aku menyerahkan nota pesanan kepada Pak Dery, "Ini pesanan kami"


Dia melihat nota pesanan itu, kemudian berkata, "Kalau begitu tunggu aku memasaknya. Kakek sedang beristirahat hari ini"


___


Pesanan kami tiba, aku membantu Pak Dery membawa sebagian pesanan kami, semua orang


mengambil bagiannya, kecuali Carnell.


Meskipun piringnya masih penuh dengan makanan, mulutnya terus mengunyah, sementara kedua tangannya menggenggam makanan, dia terus mengambil lebih banyak dan lebih banyak lagi, dia sangat rakus.


Alister terlihat jengkel kemudian menegur Carnell, "Carnell, makanlah pelan-pelan!"


"Berisik kau, ini pesta!", dia mengunyah lebih banyak makanan ketika dia berbicara, "Khau


A'ezha, aku-", entah apa yang dia katakan.


Carnell tersedak, lalu Alister menegurnya lagi, "Makanlah dengan benar, bodoh!", memberinya secangkir minuman, dia meminumnya lalu berkata, "Arezha, penilaianku terhadapmu telah berubah. Kau adalah temanku!", dasar sinting, dia hanya ingin makanan dan uang secara cuma-cuma!


Adry tertawa mendengarnya, "Haha, kau tidak pernah berubah Carnell."


Sementara Alix hanya diam memperhatikan sembari menikmati makanannya, sepertinya aku belum pernah mendengar suara Alix sampai saat ini.


Secara spontan aku bertanya, "Alix apakah kau bisu?", sial aku tidak sengaja menanyakan hal yang tidak sopan seperti itu!


Alister dan Carnell tertawa lepas mendengar pertanyaan ku, "HAHAHA, Hei Alix katakan sesuatu, dia pikir kau bisu!"


"Eh, ah maaf aku spontan menanyakan hal itu, lupakan saja!"


Alix menatap mataku tajam seolah membenciku sekarang, "Apa?", suara Alix terdengar walaupun pelan.


Alister menanggapi, "Kau dengar itu Arezha? Dia berbicara!"


Ini adalah pertama kalinya aku mendengar suara Alix, suaranya tenang namun tegas.

__ADS_1


___


__ADS_2