
___
Tidak lama kemudian Kakek menuruni tangga.
"Kakek, bergabunglah dengan kami!", ucap Adry dan aku bersamaan.
Kakek Izwar menghampiri kami, "Kalian berpesta tanpa diriku?"
Aku mempersilakan Kakek Izwar untuk duduk disampingku, "Kukira Kakek sedang beristirahat"
Kakek duduk, mengambil beberapa makanan di piringnya, "Aku terbangun karena suara tawa kalian yang keras, sehingga membuatku ingin bergabung haha"
Alister berkata, "Maafkan kami, ini semua karena Carnell kek"
"Kenapa aku, bukankah kalian yang tertawa lepas!?", ucapnya sembari mengambil makanan.
Alix berkata untuk kedua kalinya, "Karena kau berisik", dia seperti bayi besar yang baru saja belajar berbicara.
___
Karena Kakek ikut bergabung aku pun memesan lagi, dan Carnell sama sekali tidak melewatkan kesempatan ini, "Oi Arezha, aku pesan lagi ya!", dia jelas memesan banyak sekali.
Matahari telah terbenam, Alix mulai berbicara tidak jelas karena mabuk dan tertidur di meja setelahnya, aku tidak tahu kalau dia pemabuk berat, diikuti oleh Carnell dengan keadaan yang berbeda, dia makan terlalu banyak.
Ketika aku melihat Adry yang terus-menerus menenggak alkohol namun tidak terpengaruh oleh alkohol. Sepertinya dia bukan manusia sama sekali.
"Kedua pemuda ini akhirnya tumbang juga", ucap kakek.
Kedai ini perlahan-lahan mulai berangsur sepi, Pak Dery bergabung bersama kami, ketika dia sudah tidak sesibuk sebelumnya.
Pak Dery duduk di sebelah Kakek Izwar, "Jadi apa yang kalian bicarakan?"
" Hanya hal-hal konyol", katanya sambil menuangkan air ke dalam gelasnya, lalu meneguknya, "Air putih memang lebih segar!"
Aku mengangguk setuju dengannya, "Sudah jelas, bukan?"
___
Pak Dery membawa banyak minuman ke meja kami, "Ayo masuk ke babak kedua, minumlah semua minuman yang kubawa secara gratis!"
Alister berkata, "Dengan senang hati, haha!", Alister dan Pak Dery bersulang.
Kemudian, karena penasaran, aku bertanya kepadanya bagaimana perjalanan kakek selama mengunjungi Venavo, "Bagaimana keadaan kota Venavo?"
__ADS_1
Kakek Izwar menoleh ke arah saya dan menjawab, "Sangat berbeda dibandingkan terakhir kali aku melihatnya."
"Maksud ku, bukankah Venavo tidak aman saat ini?", tanya ku.
Alistar menjawab, "Venavo yang sekarang memiliki tembok di sekelilingnya , sehingga meskipun mereka menyerang seperti yang terjadi 60 tahun yang lalu, hal serupa tidak akan terulang kembali."
Kakek berkata, "Ya, bahkan jika mereka menyerang, mereka tidak akan bisa menembusnya dengan mudah sekarang."
Kemudian aku bertanya lagi, "Syukurlah kalau begitu, ngomong-ngomong, apakah kakek bisa melihat kota Aldea dari Venavo?"
"Tidak sama sekali, tapi banyak penduduk dari Aldea yang mengungsi ke Venavo dan menyebar ke ibu kota, mereka takut kejadian serupa terulang lagi"
"Sudah berapa lama pengepungan itu berlangsung?", tanya Adry.
Pak Dery yang selalu mendengar desas-desus, tentu saja menjawab, "Sudah dua minggu, menurut ku pengepungan ini akan berlanjut hingga berbulan-bulan"
Wajah Adry langsung berubah menjadi marah, " Avianto tua bangka keparat itu belum mati juga walaupun baunya sudah seperti tanah yang membusuk"
"Kalau dipikir-pikir, dia seumuran dengan Kakek Izwar, berapa umur Kakek sekarang?", tanya Pak Dery.
Kakek menjawab, "Yang kutahu dia 2 tahun lebih tua dariku, umurku sekarang 60 tahun."
Alister juga menanggapi, "Mengejutkan, aku baru tahu kalau dia sudah setua itu, karena ambisinya aku kira dia hanya seorang remaja puber yang berambisi untuk menguasai dunia haha"
Pak Dery membenarkan, "Ya itu juga benar, Kekaisaran memiliki kekuatan militer yang hebat dan besar sehingga setelah menaklukkan Durzin, beberapa tahun kemudian mereka menyatakan perang terhadap kerajaan Polcia juga."
Alister menanggapi, "Berapa banyak kerajaan yang telah ditaklukkan oleh kekaisaran?", Alister menghitung dengan jarinya sembari bergumam, "Kerajaan Ilarmarya, Galzia, Durzin, 3 kerajaan tersebut telah ditaklukkan oleh kekaisaran."
"Dari 8 kerajaan besar di benua barat, kekaisaran telah menaklukkan setengahnya", kata Adry.
___
Alister berdiri dari tempat duduknya, "Kurasa sudah terlalu malam, terima kasih Arezha dan Pak Dery, aku akan segera pulang", lalu ia menggendong Carnell di tangan kanannya, dan Alix di tangan kirinya, "Sampai jumpa lagi", lalu ia pun pergi.
Menggendong dua orang yang hampir sama besar dengan dirinya bukanlah hal yang sulit untuk dia, aku ingin menjadi seperti dia.
Setelah beberapa menit berlalu, Adry pun pulang, " Aku ingin beristirahat sekarang, sampai jumpa lagi."
Diikuti oleh Pak Dery, "Kalau begitu aku juga akan tidur, ini hari yang melelahkan", ketika dia sudah berada di depan pintu kamarnya, dia kembali menghampiri ku, "Aku lupa, semuanya hanya 3 koin emas kecil"
Kemudian aku mengeluarkan kantung koin dan membayarnya, "ini uangnya", sialan, Carnell benar-benar menggerogoti uang ku!
Kemudian Pak Dery masuk ke kamarnya, tersisa aku dan Kakek Izwar, " Bagaimana kabarmu hari ini nak Arezha?"
__ADS_1
"Cukup baik, Tuan Adipram mengangkatku menjadi seorang Kesatria."
Kakek sedikit terkejut mendengarnya, "Kau telah diangkat menjadi seorang kesatria? bukankah itu hal yang hebat nak Arezha?"
"Hanya saja sekarang aku masih ragu apakah aku bisa melakukan kewajibanku sebagai seorang kesatria?", keluhku.
"Berbicara tentang keraguan, bahkan aku pun memiliki banyak keraguan. Menjawab keraguanmu adalah hal yang sulit bagiku", kemudian Kakek Izwar mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah liontin berwarna perak berukir sebilah pedang dan memberikannya kepadaku.
Aku membuka telapak tanganku, "Apa ini, Kakek?"
Dan dia meletakkan kalung itu di telapak tangan ku, "Hanya sebuah hadiah kecil dariku, saat mengunjungi Venavo aku membelinya", kumasukkan ke dalam saku, "Terima kasih banyak, Kakek".
Kemudian dia melanjutkan kalimatnya, "Ketika aku pertama kali bergabung dengan kemiliteran, ada begitu banyak keraguan dalam diriku, apakah ini memang tujuanku? Apakah aku sanggup melindungi keluargaku dengan cara seperti ini?
Dan menginjakkan kaki di medan perang, apakah aku akan terbunuh hari ini? Akankah aku bisa berjumpa dengan keluargaku lagi? setiap langkah yang aku ambil selalu saja menimbulkan keraguan.
Memang terkadang tidak ada jawaban yang pasti sehingga menambah keraguan dalam diri mu, pada akhirnya kau hanya bisa menunggu hingga semua itu terjawab dengan sendirinya atau tergantung pada dirimu sendiri bagaimana kau melangkahi keraguan itu sehingga menjadi
jawaban atas keraguanmu"
___
Kerajaan Xiris
Kota Sernia
24 Agustus 1300
___
"Berbaris!", suara Tuan Pier terdengar.
Setelah latihan berkuda berakhir, para kesatria dikumpulkan kembali untuk mengasah kemampuan memanah kami.
Tuan Pier mengambil busur dari rak senjata, "Ambilah busur ini cepat!"
Kami dengan disiplin mengambil busur itu, kemudian satu persatu kembali ke dalam barisan. Ketika semua sudah mengambil busurnya Tuan Pier menghadap pada barisan kami.
"Mungkin beberapa dari kalian sudah mengetahui caranya dan mahir dalam menggunakannya, tetapi tidak ada salahnya jika kita terus mengasah kemampuan ini"
Tuan Pier mengangkat busurnya dan memperlihatkan busur itu kepada kami, "Yang kalian pegang adalah sebuah busur panjang, busur ini di desain untuk berperang danĀ berbeda dengan busur untuk berburu. Ini adalah Jenis busur yang panjang sehingga kalian bisa menghasilkan tembakan yang cukup jauh", ucap Tuan Pier sembari berjalan, kemudian dia menyuruh beberapa kesatria untuk memasangkan sasaran.
Ketika sasaran sudah terpasang, Tuan Pier membelakangi barisan dan memperlihatkan kepada kami bagaimana caranya memanah.
__ADS_1
___