Pemuda Kesatria

Pemuda Kesatria
Aku Seorang Kesatria? VIII


__ADS_3

___


Ketika komplotannya hendak membawa Donovan yang sudah tak sadarkan diri, Tuan Pier melihat kami.


Tuan Pier terdiam melihat aku dan Adry, kemudian dia melihat komplotan yang sedang merangkul Donovan.


Semua kesatria termasuk aku memberi hormat kepadanya.


Tuan Pier menghampiri kami. "Kurang lebih aku sudah mengerti apa yang terjadi disini," ucap Tuan Pier.


Adry berkata, "Maafkan kami Tuan Pier, tetapi Donovan menyerang kami terlebih dahulu."


"Dia bohong! dia menyerang Donovan sehingga tak sad-" ucapan dari salah satu komplotan Donovan terpotong oleh Tuan Pier.


 "Aku tidak peduli... Tetapi ada yang perlu kalian ingat, kalian merupakan prajurit professional Tuan Adipram. Maka bertingkah lah seperti kesatria." Dan dia pun pergi meninggalkan kami.


___


Kerajaan Xiris


Kota Sernia


2 Oktober 1300


___


Semenjak kejadian itu, Donovan tidak pernah mengganggu ku lagi... Ketika aku sudah mengetahui Donovan, seringkali aku sadar akan kehadirannya, namun dia tak berani bertatap mata dan menghindari aku, terutama kepada Adry, Donovan akan langsung pergi menjauh dari Adry.


___


Di barak ketika aku sedang berlatih berpedang, seseorang menghampiriku dan berkata, "Namamu Arezha?"


"Ya?" Apakah dia salah satu komplotan Donovan!? Aku harus bersiaga!


"Abhisar!"


Abhisar, apa itu? sejenis makanan? "Abhisar?" ucapku mengulangi perkataan dia.


"Namaku, Abhisar." Dia mengajak ku berjabat.


Kemudian aku menerima ajakannya. "Apa maumu?" tanya ku sinis, aku harus tetap siaga!


"Yah... walaupun kita sering bertemu di tempat ini, ini pertama kalinya kita saling menyapa dan berbicara satu sama lain."


Dia melanjutkan perkataannya, "Aku mendengar kisahmu dari kesatria lain! Kau dan Adry menghajar komplotan Donovan sialan itu!" Dia mengatakan hal itu kepadaku dengan semangat.


Sepertinya ada orang yang melihat perkelahian kami. "Dari mana kau mendengarnya?"

__ADS_1


"Entahlah, tapi kawan! kisahmu itu sangat epik haha."


Waktu itu nyawaku hampir saja terbunuh karena tersandung dan Donovan memukuliku... Lalu apanya yang hebat dari itu semua.


"Seringkali aku melihat Donovan bertingkah seenaknya, pada akhirnya ada seseorang yang memberinya pelajaran... aku muak dengannya yang bertingkah seakan dia diatas kesatria lainnya."


Sepertinya Donovan dibenci oleh banyak orang, sekarang aku heran pada diriku sendiri yang tak sadar pada hal-hal sekitarku.


"Aku bahkan tumbang dalam beberapa pukulan, yang menghajar mereka semua adalah Adry." Melihat Adry bergeming ketika dipukuli membuatku merinding, saat itu sorot mata Adry sangat marah pada Donovan.


"Ya walaupun begitu, kisah mu itu tetaplah menarik... Kau sedang berjuang sendirian menghajar komplotan Donovan, namun karena mereka terlalu banyak hingga membuatmu kelelahan ketika menghajar mereka. Disaat yang sulit, Adry datang membantumu dari langit menerjang mereka semua satu persatu. Bahkan aku mendengar kalau tubuh Adry bercahaya karena ada kekuatan dewa didalam dirinya pada saat itu."


Kenapa ceritanya menjadi seperti itu!?


Kemudian setelah mendengar cerita panjang dari Abhisar akhirnya dia berhenti berbicara. "Aku akan kembali berlatih, sampai nanti Arezha."


___


Kerajaan Xiris


Kota Sernia


3 Oktober 1300


___


Kami semua dikumpulkan di tengah lapangan oleh Tuan Pier. Tuan Pier berdiri di hadapan kami semua, menggenggam pedang latihan dan menatap kami. Mungkin Tuan Pier akan mengatakan sesuatu terlebih dahulu sebelum latihan ini dimulai.


Tuan Pier mengelilingi barisan kami dan berkata, " Aku ingin kalian melatih apa yang telah kalian pelajari sebelumnya tentang ilmu berpedang."


Seseorang di antara kami berkata, "Bukankah aku sudah cukup mahir menggunakan pedang?"


Tuan Pier terdengar menghela napas. "Tuan Arezha, bisakah kau menggunakan pedang?"


Aku belum pernah mengayunkan pedang sebelumnya. "Tidak, aku tidak bisa, Tuan Pier,


maafkan aku." Sungguh memalukan untuk mengatakan hal seperti itu di depan para kesatria lainnya.


Beberapa orang terkejut mendengar perkataan ku dan mulai berbisik, sepertinya saat ini sedang berpikir 'Bagaimana mungkin seorang kesatria tidak bisa menggunakan pedang?


Kemudian Tuan Pier berkata,"Kalian dengar? Mulailah berlatih."


___


Tuan Pier berkata sembari menatap mata ku, "Pedang sama halnya dengan memanah, keduanya membutuhkan memori otot untuk menggunakannya. Setelah kau terbiasa dengan dasar-dasar mengayunkan pedang, selanjutnya kau hanya perlu mempelajari teknik-teknik yang lebih rumit."


Tuan Pier mengambil posisi kuda-kuda sembari memegang pedangnya dengan erat kemudian dia menunjukkan kepada kami beberapa gerakan dasar yang perlu kami kuasai.

__ADS_1


Dia terus melatih kami dasar nya sampai benar-benar bisa.


Selama Tuan Pier menunjukkan dasar-dasarnya kami memperhatikan setiap gerakan yang dia lakukan.


Setelah Tuan Pier menunjukkan semuanya dia memberikan instruksi kepada kami untuk berlatih mengayunkan pedang.


Berlatih selama berjam-jam dengan panasnya terik matahari, mengayunkan pedang hingga aku terbiasa. Hanya dengan mengayunkan pedang berkali-kali sangat membuat diriku kelelahan, sehingga Tuan Pier menyuruh kami untuk beristirahat beberapa menit dan melanjutkannya lagi.


Kurasa latihan ini hanya ditujukan kepadaku.


___


Kerajaan Xiris


Kota Sernia


18 Oktober 1300


___


Dua minggu pun berlalu, setelah berlatih selama dua minggu, aku merasa lebih percaya diri dengan kemampuan berpedangku sekarang. Mengayunkan pedang terasa lebih ringan dan mudah. Aku akan menjadi kesatria yang hebat!


Kami dikumpulkan kembali dilapangan, berbaris menghadap Tuan Pier.


"Kalian sudah cukup mahir mengayunkan pedang. Kita akan melanjutkan ke tahap berikutnya, berlatih suatu teknik," ucap Tuan Pier sembari memainkan pedangnya dengan santai.


Kemudian dia berkata, "Ada beberapa teknik yang bisa kalian terapkan dalam berpedang. Seperti yang telah kalian pelajari, gerakan yang mendasar adalah memutar, mengayun, menyerang dan bertahan. Kau telah menguasai gerakan-gerakan ini sehingga menjadi landasan awal untuk teknik pedang yang lebih rumit."


Dia terus memberikan kami beberapa contoh teknik dan mempraktikkannya.


"Teknik menebas dapat menebas ke arah lawan dengan gerakan yang cepat dan tajam. Kau bisa menebas lawan secara horizontal maupun vertikal. Beberapa tebasan dapat membunuh lawanmu.


Teknik menusuk, lebih sederhana dan cepat dengan menggunakan teknik ini kalian tidak perlu mengeluarkan tenaga sebanyak menebas. Jika kau berhasil mengenai titik vital hanya dengan satu tusukan yang tepat dan cepat maka lawanmu akan mati.


Teknik menghindar menggunakan kelincahan tubuhnya untuk menghindari serangan lawan, dan memungkinkan untuk segera melakukan serangan balik." Ini adalah teknik yang Tuan Pier gunakan pada saat berduel dengan para kesatria waktu itu.


Tuan Pier masih terus berbicara, "Teknik berputar mengandalkan momentum dengan berputar menggunakan kecepatan tinggi untuk meningkatkan kekuatan serangan, tetapi teknik ini cukup sulit untuk dilakukan dan kau bisa terbunuh jika kau tidak menguasai teknik ini.


Teknik blok menggunakan pedang untuk menangkis serangan lawan. Jika kau sanggup menangkis dan menyerang balik pergelangan tangan mereka saat menangkis, kemungkinan besar kau akan dapat menjatuhkan senjata mereka dengan pedangmu.


Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangannya.


Jika kalian ingin menguasai teknik-teknik ini, kau harus berlatih hingga tubuhmu terbiasa, berlatihlah terus walaupun kau sudah menguasainya agar waktu tidak membuat kemampuanmu berkarat."


___


Aku melatih teknik berpedangku dengan teknik menghindar. Sama seperti tuan Pier, aku harus menggunakan tubuh kecilku ini dan mengandalkan kecepatan tubuhku.

__ADS_1


Adry membantuku berlatih. Dia dalam posisi menyerang dan aku bertahan berusaha menghindari semua serangan Adry namun tidak satupun aku dapat menghindari serangan Adry yang begitu cepat dan tepat. Kurasa aku salah memilih lawan.


__ADS_2