Pendekar Pulau Song

Pendekar Pulau Song
episode 11


__ADS_3

Ketika Yulia memeluk Jie, Yulia berkata " suatu saat aku pasti akan kembali menemui mu ".


Akhirnya mereka pergi meninggalkan pulau Song dan Pengawalnya Yulia terlihat melambaikan tangannya dengan penuh kepuasan karena Pengawal Yulia merasa lega melihat Jie dan Yulia berpisah.


Kemudian Jie juga membalas lambaian tangannya akan tetapi Soni hanya melihatnya tanpa melambaikan tangannya.


Lalu Jie menegurnya dengan berkata " lambaikan tangan mu! ", akhirnya dengan berat hati Soni melambaikan tangannya seraya berkata " sebenarnya tanganku terasa gatal apabila membalas lambaian dari Pengawal itu ", mendengar jawabannya Soni membuat Jie tertawa lepas.


Setelah rombongan Yulia pergi, Jie dan Soni segera kembali pulang. Saat dalam dalam perjalanan pulang, Soni menanyakan kepada Jie " mengapa kamu tidak berani mengatakan perasaan mu kepada Yulia? ", kemudian Jie menjawab " aku masih belum berani mengatakannya karena kuatir Yulia hanya menganggapku hanya sebatas teman saja ", mendengar jawaban Jie Soni lalu tersenyum.


Setelah sampai di rumahnya, Jie disambut oleh Ayah dan Ibunya kemudian Jie menceritakan kepada mereka mengenai dirinya yang tidak kunjung pulang.


Akan tetapi disaat itu Jie mengatakan dengan tidak yang sebenarnya melainkan menceritakan bahwa dirinya sedang menikmati keindahan desa yang telah dikunjunginya.

__ADS_1


Hari pun telah berlalu akan tetapi dihari - hari itu Jie hanya sering berdiam di kamarnya dengan mengingat semua kenangannya bersama Yulia.


Tiba-tiba Soni datang untuk mengunjungi Jie dan mengajak nya untuk berburu akan tetapi Jie menolaknya dengan alasan tubuhnya terasa tidak bersemangat untuk berburu.


Mengetahui hal ini Soni merasa bingung. Setelah beberapa saat berpikir, Soni teringat tentang Yulia, dan akhirnya Soni memberanikan diri untuk bertanya kepada Jie dengan mengatakan " apakah kamu memikirkan Yulia? ", Jie tersenyum dan mengangguk.


Kemudian Soni mempunyai sebuah rencana yaitu akan mengantar dan menemani Jie untuk pergi menemui Yulia yang ada di Pulau Rinjani.


Jie kemudian merasa senang dan bersemangat lagi mendengar saran dari Soni.


Ketika diperbatasan gerbang pintu keluar pulau Song mereka dihadang oleh pasukan khusus penjaga pulau Song karena mereka tidak memiliki suatu alasan yang belum begitu jelas.


Akhirnya mereka memilih untuk tidak melawannya sehingga membuat mereka dibawa menghadap kepada Ayahnya Jie.

__ADS_1


Setelah menghadap Ayahnya, ternyata Ayahnya Jie tidak bertanya mengenai alasan mereka yang ingin melewati pintu gerbang perbatasan melihat mereka ditanya mengenai sekelompok orang yang telah mengambil beberapa air yang ada di lembah.


Ternyata Ayahnya Jie mengetahui kejadian itu dari salah satu pasukan penjagaan yang ditugaskan untuk menjaga mata air yang berada di lembah.


Kemudian Ayahnya berkata " mengapa kamu memberikan air tersebut kepada mereka tanpa minta izin dulu kepada Ayah?, " kemudian air tersebut kamu berikan kepada siapa? ", lalu Jie menjawabnya dengan menceritakan yang sebenarnya.


Ayahnya Jie kemudian marah dan mengatakan kalau Kepala uku ulau Rinjani pernah mengusir penduduk nya yang dianggapnya sebagai penyebab terjadinya malah petaka.


Kepala suku pulau Rinjani menganggap bahwa penduduk pulau Song yang memiliki kemampuan untuk menciptakan dan menyanyikan sebuah lagu dapat mendatangkan mala petaka di pulaunya.


Atas kejadian itu kemudian Ayahnya Jie menjatuhkan hukuman kepada Jie dan hukum yang diterimanya adalah dirinya akan diasingkan disebuah yang misterius.


Jie menyetujui hukuman yang dijatuhkan kepadanya dengan sebuah syarat bahwa dirinya tidak ingin Soni menerima hukuman juga karena Soni ketika hanya menemaninya.

__ADS_1


Meskipun disaat itu Soni bersiap untuk menerima hukuman akan tetapi Jie tetap bersikeras untuk tidak menghukum Soni dan akhirnya Ayahnya Jie menyetujui permintaannya.


__ADS_2