
( Suasana di pulau Ijen )
Disaat Jie dan Soni beserta pasukannya telah mendapatkan tumbuhan yang dicarinya, mereka meninggalkan Lia dan Yulia di pulau Ijen.
Kemudian Ayahnya Yulia yang pada waktu itu diikat di sebuah pohon berhasil melepaskan ikatan tersebut.
Ayahnya Yulia lalu mencari Yulia dan akhirnya menemukannya yang ketika itu tubuhnya bersebelahan dengan Lia dan keduanya terlihat dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.
Dengan keadaan yang seperti itu membuat Ayahnya Yulia panik dan berusaha untuk menyadarkannya akan tetapi usahanya tidak berhasil.
Ayahnya Yulia kemudian teringat tentang sebuah cara untuk membuat Yulia tersadar kembali, akan tetapi sebuah cara tersebut dapat membuat hidupnya Lia berakhir.
Ternyata sebuah cara itu adalah dengan mengambil sari tumbuhan yang ada di dalam tubuh nya Lia.
Karena cara itu merupakan jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Yulia maka dengan terpaksa Ayahnya Yulia melakukannya.
Kemudian tubuh mereka diletakkannya secara berdekatan, lalu Ayahnya Yulia mengambil sari bunga yang ada di bagian tangannya Lia yang kemudian dimasukkannya ke tubuhnya Yulia.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Lia tubuhnya Lia secara perlahan berubah menjadi sebuah pohon, sedangkan Yulia mulai tersadar dengan keadaan yang seperti sebelumnya.
Ketika Yulia tersadar Yulia, dirinya merasa sangat lelah dan kemudian sedikit terkejut melihat Ayahnya berada disampingnya.
Lalu Yulia bertanya kepada Ayahnya mengenai keadaan yang sedang dialaminya.
Setelah sang Ayah menjelaskannya membuat Yulia merasa takut dan meminta Ayahnya supaya tidak menghukumnya di pulau Ijen.
Ayahnya kemudian tersenyum dan memeluknya seraya mengatakan akan menghentikan hukumannya.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di pulau Rinjani.
Mengetahui mereka telah kembali dengan keadaan yang baik-baik saja maka membuat Ibunya merasa sangat bahagia.
Setelah itu Ayahnya Yulia mengatakan kepada Ibunya Yulia " terimakasih telah mengirimkan pasukan untuk membebaskan kami" .
Ibunya Yulia agak bingung dan langsung mengatakan kepada Ayahnya Yulia " Tapi pasukan yang aku utus untuk menyelamatkan mu telah gagal ".
__ADS_1
Dengan penjelasan Ibunya maka membuat Ayahnya Yulia menjadi bingung dan bertanya-tanya mengenai para pasukan yang telah membebaskannya.
Sedangkan Ibunya Yulia juga merasa bingung mengenai mereka yang telah diselamatkan oleh beberapa pasukan.
Disaat mereka masih memikirkan tentang para pasukan yang telah menyelamatkannya maka Yulia datang menghampiri mereka dengan berkata " apakah sedang terjadi sesuatu? ", mereka tersenyum dan tidak bisa menjawabnya.
Karena masih merasa bingung dengan kejadian itu maka membuat mereka untuk melupakannya sejenak.
Kemudian Ayahnya Yulia mengadakan sebuah pesta rakyat yang sangat meriah untuk merayakan kebahagiaan itu.
Di sela - sela pesta itu Ibunya Yulia kemudian bertanya kepada Yulia " apakah kamu telah memiliki kekasih? ", Yulia tersenyum lepas, dan mengatakan " aku telah memiliki kekasih ", lalu Ibunya Yulia tersenyum lega, hal ini karena Ibunya ingin segera menimang seorang cucu.
Yulia kemudian menceritakan kepada Ibunya tentang kekasihnya dan ternyata kekasihnya itu adalah Jie yang tinggal di pulau Song.
Mengetahui hal ini maka Ibunya tersenyum dan menyetujuinya, kemudian Yulia menanyakan kepada Ibunya tentang sebuah prinsip yang dimiliki Ayahnya yang tidak akan menyetujuinya apabila menikah dengan seorang yang berasal dari pulau Song.
Ibunya Yulia kemudian tersenyum dengan mengatakan " serahkan semua nya kepada Ibu ", lalu Yulia tersenyum lega dan merasa bahagia karena Ibunya telah membantunya.
__ADS_1