
Jie masuk ke arena itu penuh percaya diri dan Jie juga diberikan sebuah pedang untuk melawan Banteng tersebut akan tetapi tidak mau menggunakan pedang tersebut dan Jie hanya meletakkannya begitu saja,
Jie kemudian menyapa lagi penduduk yang menyaksikan dirinya, kali ini sapaan Jie bukan hanya tersenyum akan tetapi Jie melambaikan tangan nya untuk untuk mendapatkan tepuk tangan dari para penduduk tersebut dan Jie tidak menyangka ketika para penduduk itu bertepuk tangan yang begitu meriah.
Selanjutnya sebuah pintu lain dibuka dan seekor Banteng pun dilepas untuk menyerang Jie.
Ternyata Banteng tersebut memiliki tubuh yang lebih besar dua kali dibandingkan dengan Banteng yang ada di pulau Song.
Mengetahui tubuh Banteng yang begitu besar dari apa yang diperkirakan oleh Jie maka Jie tetap masih percaya diri kalau Banteng tersebut dapat dikalahkannya.
Dengan tiba-tiba Banteng tersebut langsung lari kencang menuju ke arahnya Jie akan tetapi Jie hanya diam berdiri dan dirinya hanya bersiap dengan sebuah pukulannya saja yang nantinya akan diarahkan tepat di kepala Banteng itu.
__ADS_1
Jarak Banteng itu sudah semakin dekat dengan posisi Jie dan ketika sudah sampai di titik jangkauan pukulan Jie maka Jie melepaskan pukulannya dengan sangat keras akan tetapi bukan nya Banteng itu yang tersungkur melainkan Jie yang terlempar.
Hal ini karena Banteng tersebut memiliki kekuatan yang begitu besar.
Jie sedikit terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Banteng itu. Ketika Jie telah bangun dari tempat terjatuhnya maka Banteng tersebut langsung menyerang Jie.
Kali ini Jie merencanakan akan melompat diatas punggung Banteng dan ketika jarak banteng tersebut sudah dekat, Jie langsung melompat dan naik ke punggung Banteng tersebut dan Jie berhasil menaikinya.
Jie kemudian melepaskan begitu banyak pukulannya akan tetapi Banteng tersebut masih bisa menahannya.
Karena merasa dirinya kurang berhasil dalam menghadapi Banteng tersebut maka Jie terpaksa menggunakan kecepatan gerakan nya yang telah dipelajari nya dari Boe.
__ADS_1
Ketika Banteng tersebut berusaha lagi menyerang Jie maka disaat Banteng tersebut sudah tepat dihadapannya, Jie lalu bergerak sangat cepat dan mengarah ke kaki Banteng tersebut dengan tujuan supaya Banteng tersebut terjatuh.
Akan tetapi diluar dugaannya, ternyata gerakan Banteng tersebut bukan mengarah pada tubuh nya Jie, akan tetapi mengarah pada gerakan Jie, sehingga meskipun Jie dapat bergerak dengan cepat, Banteng tersebut mengetahui titik henti gerakan Jie, sehingga membuat Jie kembali lagi tersungkur akibat serangan Banteng tersebut.
Ketika sudah beberapa kali tersungkur, Jie sudah merasa sedikit menyerah, akan tetapi di sela-sela pertarungan tersebut, Jie teringat dengan kemampuan Soni yang pernah mengalihkan perhatian Banteng ketika di Pulau Song.
Dan Jie juga teringat dengan pakaian yang dikenakan Soni pada saat itu berwarna cukup cerah sehingga membuat Banteng tertarik dan langsung menyerangnya.
Akhirnya Jie melepaskan baju nya yang kebetulan pada saat itu bajunya terlihat cukup cerah.
Beberapa saat kemudian Banteng ii menyerang Jie dengan lebih ganas lagi, dan ketika Banteng tersebut sudah dekat dengan posisi Jie maka Jie langsung mengibaskan bajunya sehingga membuat Banteng tersebut gagal mengenai tubuhnya Jie.
__ADS_1
Jie sangat terkejut ketika mendengar tepuk tangan yang meriah dari para penduduk yang menyaksikannya dan hal tersebut membuatnya jadi semakin percaya diri untuk mengalahkan Banteng itu.
Dengan penuh semangat Jie mempermainkan serangan dari Banteng tersebut, akan tetapi karena terlalu asyiknya Jie tidak menyadari kalau baju yang digunakan untuk mengelabuhi Banteng itu menjadi berlubang.