Pendekar Pulau Song

Pendekar Pulau Song
episode 23


__ADS_3

Yulia masih tersenyum malu dengan pertanyaan Ibunya Jie, kemudian Yulia menjawab " dengan senang hati, saya sangat setuju untuk dijodohkan dengan Putra Ibu ".


Mendengar jawaban itu tiba-tiba Ayahnya Jie tersedak, yang disaat itu kebetulan Ayahnya Jie sedang dalam keadaan minum, melihat sang Ayah tersedak Ibunya Jie tertawa, dan kemudian Ibunya Jie bertanya " kenapa bisa sampai tersedak?, Ayah kaget ya?", lalu Ayahnya Jie hanya tersenyum malu.


Ibunya Jie sangat senang mendengar jawaban Yulia, kemudian Ibunya Jie bertanya " kenapa kamu langsung setuju dengan rencana pernikahan ini? ", lalu Yulia menjawab " karena saya merasa bahagia di keluarga ini ", dan dalam hatinya Yulia juga mengatakan " selain bahagia aku juga sangat menyukai Jie"


Sampai sejauh ini Ayahnya dan Ibunya Jie masih belum mengetahui mengenai identitas Yulia yang sebenarnya. Mereka hanya mengetahui sebatas tentang tempat tinggal Yulia yang berada di desa terpencil di pesisir pantai.


Keesokan harinya, Yulia diminta Ibunya Jie untuk menemani nya jalan-jalan disekitar pulau Song.

__ADS_1


Tempat yang mereka kunjungi adalah tempat yang hampir sama dengan sebuah pasar, karena ditempat tersebut terdapat banyaknya pedagang yang menjual berbagai hasil karya seni, selain itu juga terdapat berbagai jenis barang yang dihasilkan dari pulau-pulau lain yang ditawarkan ditempat itu.


Setelah mereka jalan-jalan di sekitar tempat tersebut, Ibunya Jie melihat kain sutra yang sangat indah, kemudian Ibunya Jie membeli kain sutra tersebut lalu diberikannya kepada Yulia.


Yulia sempat menolaknya karena Yulia tidak ingin merepotkan Ibunya Jie akan tetapi Ibunya Jie terus memaksanya dan akhirnya Yulia tersenyum lalu menerima pemberian dari Ibunya Jie.


Setelah mereka sudah kembali pulang, kemudian Yulia berpamitan untuk pulang. Dan Ibu nya Jie mengijinkannya, dengan berkata " kapan-kapan Ibu ingin main ke tempat mu ", lalu Yulia tersenyum dengan mengatakan " dengan senang hati Bu ".


Ibunya Jie bertanya kepada Soni " kenapa jawaban mu sama seperti jawaban Yulia? ", Soni pun menjawab dengan agak bingung, kemudian mengatakan " karena isi hati ku dengan hati nya Yulia sama Bu ". mendengar itu Ibunya Jie dan Yulia tersenyum lepas.

__ADS_1


Akhirnya setelah berpamitan dengan Ibunya Jie, mereka pun berangkat. Setelah beberapa saat kemudian mereka sudah sampai ditengah perjalanan.


Di pertengahan diperjalanan itu mereka beristirahat sejenak untuk melepas lelah.


Ketika mereka beristirahat, tiba-tiba terlihat sosok lelaki dengan badan yang sangat kekar, kemudian lelaki itu mendekat dengan mengatakan " serahkan wanita itu! ", mendengar perkataan itu, Soni langsung sontak berdiri dan berkata " kamu belum tahu aku!", lelaki itu menjawab " belum! ", lalu Soni berkata lagi " kalau masih belum tahu Aku, ayo kita kenalan dulu! ", mendengar kata-kata Soni, Yulia langsung tertawa lepas.


Ketika lelaki itu merasa dipermainkan nya maka membuatnya langsung menyerangnya dengan mengarah tendangan kaki nya ke arah Soni, dan Soni yang tidak sempat menghindar maka membuat jatuh tersungkur.


Melihat Soni tersungkur, para pasukan Yulia yang sebelumnya mengikuti Yulia dan Soni dari belakang, mereka langsung menghadang lelaki tersebut.

__ADS_1


Melihat banyaknya para pengawal yang datang untuk membantunys maka membuat Soni langsung berdiri dan mengatakan " sekarang kamu tidak bisa apa-apa lagi, karena kamu telah di kepung oleh pasukan ku! ", lalu Yulia tertawa lagi mendengar kata-kata Soni.


Hal ini karena pasukan tersebut merupakan pasukan dari pulau Rinjani yang sedang mengawal Yulia akan tetapi Soni dengan percaya diri menggangap kalau pengawal itu adalah pengawal dari pulau Song.


__ADS_2