
(Suasana di Pulau Song)
Pada saat itu Jie hanya mengawasinya saja ketika Soni dikejar lelaki tersebut dan masih penasaran tentang kejadian itu.
Tetapi Jie langsung bergerak untuk menyelamatkan Soni ketika lelaki tersebut akan melukai Soni.
Dengan kekuatan bertarung yang dimiliki Jie, lelaki tersebut langsung pingsan saat diserang Jie dari belakang.
Beberapa saat kemudian lelaki tersebut tersadarkan diri, akan tetapi lelaki tersebut tetap untuk melanjutkan penyerangan terhadap Soni.
Disaat akan melanjutkan penyerangannya, lelaki itu melihat Soni dengan keadaan yang sedang mengejeknya sehingga membuatnya semakin marah dan akan langsung menghabisinya.
Ketika akan menyerang Soni tiba-tiba Jie berada dihadapannya, sedangkan Soni langsung berpindah dibelakang tubuhnya Jie.
Soni lalu berkata dengan mengejeknya " keluarkan semua kehebatan mu, aku tidak akan takut!? ", mendengar ucapan Soni membuat lelaki tersebut menjadi sangat marah dan langsung menyerang mereka.
Disaat mendekat mereka tiba-tiba lelaki itu kembali lagi tidak sadarkan diri, ini karena kecepatan gerakan Jie yang langsung melumpuhkan serangan lelaki itu.
__ADS_1
Ketika tersadar, lelaki itu langsung berlutut dihadapan Jie karena menyadari kemampuan bertarungnya yang begitu hebat sehingga membuatnya meminta maaf atas penyerangannya dan berjanji tidak akan kembali lagi kepulau Song.
Jie kemudian percaya dengan ucapan lelaki tersebut dan akhirnya melepaskannya.
Setelah lelaki tersebut pergi, Jie dan Soni kemudian teringat kembali mengenai keinginan Ibunya Jie untuk bertemu dengan Yulia akan tetapi disaat itu mereka masih belum juga menemukan sebuah cara.
Karena hari mulai gelap mereka memutuskan untuk pulang, dan memikirkan lagi ketika sampai di rumah.
Keesokan harinya Ibunya Jie menemui Jie, dan memintanya untuk segera berangkat menjemput Yulia, akan tetapi disaat itu Ibunya menjadi sedikit panik ketika melihat Jie dalam keadaan yang kurang sehat.
Kemudian Ibunya Jie meminta Soni untuk memanggil seorang tabib.
Dengan keadaan yang seperti ini kemudian Soni membawakan air dari mata air lembah yang dengan harapan Jie dapat sembuh dari penyakitnya.
Soni akhirnya meminumkan air tersebut kepadanya dan secara tiba-tiba di bagian tanganya Jie mulai mengeluarkan sebuah ranting, akan tetapi ukuran ranting tersebut sangat kecil.
Setelah itu Jie mulai tertidur.
__ADS_1
Disaat Jie tertidur, Ayah dan Ibunya berharap sebuah kesembuhan ketika Jie sudah terbangun.
Sedangkan Soni masih merasa masih bingung dengan sebuah penyakit yang menyerang Jie.
Beberapa saat kemudian Ayahnya Jie menanyakan kepada Soni mengenai sesuatu yang telah terjadi ketika mencari tumbuhan pulau Ijen.
Setelah mendengar ceritanya Soni, Ayahnya Jie langsung memerintahkan Soni untuk mengikat tubuh nya Jie.
Ternyata pada saat bertarung melawan Yulia, ada bagian tangannya Jie yang terluka akibat dari serangannya dan secara tidak sadar ada beberapa getah ranting yang dimiliki Yulia masuk kedalam luka yang ada di tangannya Jie sehingga membuat bagian tangannya mengeluarkan sebuah ranting pohon.
Keesokan harinya Jie berteriak dan meminta untuk dilepaskan ikatnya akan tetapi Ayahnya Jie tetap melarang tidak melepaskan ikatan tersebut.
Beberapa saat kemudian, ikatan tersebut dapat terlepas, hal ini karena kekuatan yang dimiliki oleh Jie yang begitu kuat.
Soni beserta pasukan yang lainnya berusaha untuk menangkap Jie akan tetapi usaha mereka gagal.
Jie mengalami kejadian tersebut karena pikiran dan tubuh nya telah terpengaruh oleh oleh getah yang masuk kedalam tubuhnya.
__ADS_1
Kemudian Ibunya Jie memberanikan diri untuk mendekati Jie, ketika Ibunya Jie berhadapan dengannya maka membuat dirinya terdiam sejenak.
Pada saat itu Jie mulai terhenti sejenak, kemudian Ibunya Jie berkata " apa yang sedang kamu inginkan? ", kemudian Jie menjawabnya " aku ingin menyerang Yulia! ".