Pendekar Pulau Song

Pendekar Pulau Song
episode 22


__ADS_3

(Suasana di Song Island)


Setelah selesai sarapan Yulia dan Soni berpamitan kepada Ibunya Jie, lalu Ibunya Jie tersenyum dan mengatakan jangan sungkan lagi untuk main-main kesini.


Kemudian Yulia diajak Soni untuk jalan-jalan disekitar wilayah pulau Song, akhirnya mereka sampai di sebuah pantai, karena Yulia memang suka naik perahu kecil maka Yulia mengajak Soni untuk naik perahu tersebut dan mereka mendayung-dayung di sekitaran pantai.


Beberapa saat setelah mendayung-dayung, mereka juga tanpa sadar, perahu mereka terbawa arus hingga agak jauh dari tepian pantai, kemudian perahu mereka diterjang ombak yang sangat besar, karena terjangan ombak terlalu besar perahu mereka hampir terbalik.


Kali ini hal yang sama akan terulang lagi, yang dimana waktu itu Yulia dan Jie diterjang ombak ketika main di sebuah perahu,. akan tetapi pada kejadian ini, Yulia tidak jatuh dari perahu melainkan Soni saja yang jatuh dari perahu tersebut.

__ADS_1


Ketika Soni terjatuh dari perahu, Yulia berusaha mencarinya, akan tetapi Soni tidak tampak sama sekali sehingga membuat Yulia memutuskan untuk mendayung perahu nya menuju tepian pantai.


Setelah sampai di pantai, Yulia tidak mencari bantuan untuk menolong Soni karena Yulia yakin kalau Soni itu hanya berpura-pura tenggelam. Dan ditepian pantai Yulia menunggu Soni sambil menikmati bekal ringan yang di bawanya dari rumah.


Pada saat Soni tenggelam, Soni merasa senang dan malah menyelam lebih dalam lagi di pantai itu, dengan harapan Yulia pasti akan menolong nya, karena Soni ingat disaat Jie tenggelam, Yulia berusaha untuk menolong Jie.


Setelah beberapa saat kemudian, Soni berenang naik keatas permukaan air dan mencoba melihat dengan sembunyi-sembunyi, Yulia terlihat dalam keadaan yang masih menunggunya.


Akan tetapi ketika Soni menyelam lebih dalam, Soni melihat ada seekor ikan Hiu yang berenang mengarah kepadanya, dan spontan Soni sangat kaget karena seekor ikan Hiu itu akan menyerangnya.

__ADS_1


Dengan semua kekuatan yang dimilikinya, Soni langsung berenang ke arah tepian pantai, dan dari kejauhan Yulia melihat Soni yang berenang begitu cepat, dan Yuli merasa lega karena Soni bisa selamat.


Soni akhirnya sampai di tepian pantai, dengan nafasnya yang tersengal, lalu Yulia menghampiri Soni, dengan mengatakan " kamu hebat juga ya, bisa selamat dari terjangan ombak itu ", dengan nafas agak tersengal Soni mengatakan " kalau dari terjangan ombak saja aku pasti bisa selamat, tapi kalau dari kejaran ikan Hiu mungkin aku tidak bisa selamat dan aku tadi berenang cepat bukan berarti aku menyelamatkan diri dari terjangan ombak melainkan aku tadi dikejar seekor ikan Hiu ", mendengar penjelasan Soni, Yulia tertawa sangat keras.


Pada malam harinya, Ibunya Jie mengundang Yulia untuk makan malam bersama, dan Yulia pun sangat senang dengan undangan tersebut.


Ayahnya Jie juga ikut dalam makan malam itu, mereka pun makan malam bersama dengan perbincangan yang sangat seru.


Ibunya Jie kemudian bertanya kepada Ayahnya Jie, dengan mengatakan " apakah Ayah setuju bila nantinya anak kita dinikahkan dengan Yulia ", kemudian Ayahnya Jie menjawab " itu semua tergantung sama Jie ".

__ADS_1


Ibunya Jie berkata lagi " kalau hanya seperti itu, biar nanti Ibu saja yang akan mengaturnya dengan Jie ", dan Ayah Jie tersenyum, Yulia pun juga ikut tersenyum.


Ketika Ibunya Jie melihat Yulia tersenyum, Ibunya Jie, bertanya kepada Yulia " mengapa kamu terlihat tersenyum sangat lega?, kalau kamu tersenyum seperti itu berarti kamu juga setuju ya? ".


__ADS_2