Pendekar Pulau Song

Pendekar Pulau Song
episode 6


__ADS_3

Jie dan sang putri kemudian saling mengenal lebih dekat satu sama lain, Jie lalu memperkenalkan namanya, dan juga sang putri memperkenalkan namanya juga.


Nama putri tersebut adalah Yulia, sebenarnya didalam perkenalan itu terdapat banyak kesamaan diantara keduanya yaitu sama-sama anak tunggal, sama-sama rupawan, dan sebenarnya sama-sama saling menyukai.


Kemudian Jie bertanya kepada Yulia " Yulia, mengapa Bulan tidak memiliki cahaya sendiri? ", kemudian Yulia menjawab " karena sejak Bulan diciptakan, Bulan sudah tidak memiliki cahaya sendiri ".


Jie tersenyum mengetahui jawaban Yulia, dan Jie berkata " berarti sama seperti aku yang terlihat gelap karena aku juga sendirian yang tanpa ada seorang wanita menemani aku ".


Yulia kemudian minta maaf kepada Jie dan memberikan semangat kepadanya kalau suatu saat pasti akan mendapatkan seorang wanita yang kamu impikan.


Jie tersenyum lagi mendengar jawaban Yulia, dan Jie berkata " impianku adalah ingin kamu menjadi matahari, karena dengan adanya sinar mu, aku akan memiliki sinar juga".


Yulia tersenyum dan terharu mendengar jawaban dari Jie. Setelah keduanya saling mengenal tanpa sadar Yulia tertidur di bagian pundak Jie.


Dengan keadaan yang seperti itu Jie menjadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


Akhirnya Jie mengambil batu kecil dan melemparkannya kearah tendanya Soni.


Sebagai seorang pengawalnya Jie yang handal maka Soni langsung terbangun dan memeriksa keadaan disekitarnya.


Akhirnya Soni melihat adanya isyarat dari Jie yang memanggilnya dan mengetahui hal itu Soni kemudian datang menghampirinya.


Soni berkata " apa yang bisa aku bantu? ", kemudian Jie menjawabnya " tolong bantu mengakat dan memindah tubuh sang putri menuju tempat tendanya ".


Soni kemudian menjawab " maaf aku tidak berani memegang sang putri karena aku melihatnya saja gemetaran apa lagi menyentuhnya ".


Dengan tersenyum Jie berkata " kalau begitu panggil pengawal sang putri dan bawa tandu kemari ".


Kemudian Soni menghampirinya dan menyampaikan apa yang telah dipesan oleh Jie, setelah itu mereka membawa sang putri ke tendanya.


Dalam tendanya sang pengawal tersebut sangat cemburu karena melihat mereka semakin akrab dan mesra.

__ADS_1


Hal ini karena pengawal Yulia sangat suka kepada Yulia akan tetapi masih belum berani untuk mengungkapkan perasaannya.


Disaat seperti itu secara diam-diam pengawal tersebut memanggil pasukannya dan menyusun strategi untuk menyingkirkan Jie dan Soni.


Keesokan harinya ketika Jie dan Soni baru bangun mereka langsung disergap oleh pengawal tersebut yang dibantu oleh pasukannya.


Dengan alih-alih pengawal itu berkata " kalian berencana tidak ingin membawa kami ke mata air yang ada di lembah melainkan menyerahkan kami kepada kepala suku pulau Song.


Sebenarnya hanya dengan kekuatan dan keahlian bela diri yang dimiliki Soni, Soni mampu mengalahkan mereka akan tetapi tetapi Jie memberi isyarat kepadanya untuk mengalah saja sehingga membuat Soni mengurungkan niatnya dan menuruti apa yang diisyaratkan oleh Jie.


Pada saat itu tubuhnya Jie dan Soni sudah dalam keadaan terikat kemudian pengawal tersebut ingin segera menghabisi mereka.


Ketika terdengar suara gaduh, sang putri bangun dari tempat tidurnya dan menghampiri mereka.


Kemudian sang Putri menanyakan kepada pengawalnya mengenai apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Pengawal menjawab dengan penuh banyak alasan, yang salah satunya adalah menganggap mereka akan menyerahkan kita kepada Kepala Suku Song Island.


Dan tanpa berpikir panjang pengawal tersebut mulai mengarahkan pedangnya kearah dadanya Jie dan akan menghabisinya.


__ADS_2