Pendekar Pulau Song

Pendekar Pulau Song
episode 27


__ADS_3

(Suasana di Pulau Lintas)


Jie yang yang terjebak di tempat misterius yang ada di pulau Lintas berusaha ingin keluar dengan berbagai cara.


Disaat Jie mulai berhasil mengalahkan seekor Banteng, ternyata bajunya Jie sudah tidak bisa digunakan untuk memperdaya serangan Banteng itu.


Banteng itu masih tetap menyerang Jie, padahal sebelumnya sudah diperdaya akan tetapi Banteng itu tidak merasa lelah untuk tetap menyerangnya.


Disaat itu Jie hanya berusaha menghindar dan berlari dari serangan Banteng itu, akhirnya Jie terkena serangan Banteng itu sehingga membuatnya jatuh tersungkur.


Ketika Jie tersungkur, dirinya melihat pedang yang diletakkannya sebelumnya telah berada tepat disampingnya dan Jie kemudian mengambilnya.


Meskipun Jie malu kepada penduduk yang menyaksikan nya ketika dirinya tidak memerlukannya maka dengan sedikit malu Jie mengambilnya.


Ketika membawa sebuah pedang, Jie merasa yakin untuk bisa mengalahkan Banteng tersebut.


Kemudian Banteng itu menyerangnya lebih ganas karena Banteng itu merasa terancam ketika Jie memegang sebuah pedang.

__ADS_1


Ketika Banteng tersebut sudah mendekat, Jie mengayunkan pedangnya tepat kearah Banteng itu.


Akan tetapi Banteng itu masih lebih cepat gerakan nya dibandingkan dengan gerakannya Jie. Dan akhirnya membuat Jie jatuh tersungkur kembali.


Jie kemudian mencoba berdiri lagi dan ketika merasa dirinya akan dikalahkan oleh Banteng itu, tiba-tiba Jie mendapatkan sebuah ide.


Jie lalu mengambil pedang yang terlempar dan disaat itu juga serangan Banteng akan mendekatinya.


Dengan sebuah ide yang dimilikinya maka Jie mengakat pedangnya dengan tujuan untuk mendapatkan sorotan cahaya matahari dan dengan segera dirinya memantulkan cahaya itu kearah Banteng tersebut.


Mengetahui keadaan yang seperti itu maka Jie bergerak menghindar sedikit dan mengayunkan pedang nya ke arah Banteng.


Ayunan pedang Jie berhasil mengenai tubuhnya Banteng dan akhirnya Banteng itu dapat dilumpuhkan oleh Jie.


Jie merasa lega karena usaha untuk mengalahkan Banteng itu berhasil. Dan para penduduk juga memberikan tepuk tangan yang meriah atas kehebatan Jie.


Kepala suku menyaksikan hal tersebut menjadi sangat marah karena selama ini para penduduk nya tidak ada yang berhasil memenuhi persyaratan nya.

__ADS_1


Akhirnya Kepala Suku itu berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan menuju ke arena itu dan mengatakan kepada Jie untuk bertanding melawan nya.


Jie kemudian menyanggupi nya, dengan kemampuan yang tersisa Jie melakukan perlawanan terhadap serangan dari Kepala Suku.


Meskipun mereka memiliki kecepatan yang sama kuat ketika bertanding akan tetapi Jie akhirnya tersungkur dan terjatuh akibat dari serangan Kepala Suku yang bertubi-tubi.


Ketika Jie sudah tidak berdaya lagi, lalu Kepala Suku itu mendekat dan akan melukai tubuh Jie akan tetapi Jie masih dapat menghindarinya dengan cepat.


Kemudian Jie berusaha dengan sekuat tenaga untuk melawannya, tanpa disadarinya ternyata Kepala suku itu dapat dikalahkannya.


Hal ini karena banyak Indra kekuatan Jie yang terbuka ketika mendapatkan banyak serangan dari Kepala suku itu sehingga dirinya berhasil mengalahkannya.


Akhirnya Kepala Suku itu mengakui kehebatan Jie dan menawarkannya untuk menjadi Kepala Suku di pulau nya.


Akan tetapi Jie lebih memilih untuk dibuka kan lagi pintu cahaya itu dan akhirnya Kepada Suku itu menyetujuinya.


Kemudian Kepala Suku itu menuju ke sebuah tempat dan dengan kekuatannya dirinya menggeser sebuah batu yang berada ditempat itu sehingga membuat cahaya itu menjadi terbuka.

__ADS_1


__ADS_2