
Kemudian Ayahnya Jie yang ketika itu masih mengikuti langkahnya langsung menyergapnya dari arah belakang sehingga membuat Ayahnya Yulia terhindar dari sebuah serangan yang dilakukan Jie terhadapnya.
Hal ini membuat Ayahnya Yulia sangat heran dengan penyelamat yang dilakukan Ayahnya Jie terhadapnya.
Karena sebelumnya Ayahnya Yulia selalu menganggap bahwa Ayahnya Jie merupakan Kepala Suku pulau Song yang selalu akan membawa petaka di pulaunya.
Setelah itu Ayahnya Jie langsung melakukan penyerangan kepada Jie.
Mereka sempat bertarung dengan seru dan beberapa saat kemudian Jie dapat mengalahkan Ayahnya dalam pertarungan itu.
Disaat mereka sudah dikalahkan oleh Jie, kemudian Jie melanjutkan untuk mencari keberadaan Yulia.
Jie akhirnya dapat menemukan Yulia karena Indranya begitu kuat untuk menunjukkan keberadaan Jie.
Soni yang ketika itu masih bersama dengan Yulia kemudian berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya.
Dan beberapa saat kemudian Soni juga akhirnya dapat dilumpuhkan oleh Jie.
__ADS_1
Keadaan seperti ini membuat Yulia hanya terdiam ketika menyadari sudah tidak ada lagi seseorang yang akan menyelamatkannya.
Jie langsung menuju ke arahnya Yulia untuk menghabisinya akan tetapi ketika sudah dihadapannya, Jie tiba-tiba terhenti sejenak dalam keinginan untuk menyerangnya.
Hal ini terjadi karena di dalam hati dan pikiran Jie masih mengingat akan Yulia yang sangat disukainya.
Mengetahui Jie dalam keadaan terhenti dalam penyerangannya maka dengan segera Ayahnya Yulia menyiramkan sebuah tanah kearah kakinya Jie dan sebuah tanah tersebut merupakan tanah yang berasal dari pulau Ijen.
Ayahnya Yulia membawa tanah itu dengan tujuan untuk berjaga-jaga apabila Yulia mengalami perubahan dalam dirinya.
Setelah kakinya Jie tersiram oleh tanah yang berasal dari pulau Ijen, maka kakinya Jie secara perlahan tiba-tiba menjadi akar pohon dan akhirnya menjalar ke semua tubuhnya Jie.
Yulia melihat Jie menjadi sebuah pohon merasa sangat sedih dan menangis dengan begitu keras.
Setelah itu Ayahnya Yulia memerintahkan pengawalnya untuk memindahkannya ke halaman yang ada didepan rumahnya.
Ayahnya Jie kemudian berterima kasih kepada Ayahnya Yulia karena tidak menghancurkan pohon tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Ayahnya Yulia berterima kasih kepadanya karena telah menyelamatkannya dan meminta maaf karena sebelumnya telah menganggap bahwa pulau Song yang dengan banyaknya penyair lagu dapat membawa sebuah malapetaka.
Kemudian Ayahnya Jie tersenyum dan akhirnya mereka menjalin hubungan baik di antara keduanya.
Ayahnya Jie kemudian kembali ke pulau Song lalu menceritakan semuanya kepada Ibunya Jie.
Mendengar akan hal itu, Ibunya Jie langsung tidak sadarkan diri, dan ketika sadar Ayahnya Jie mencoba menenangkan Ibunya Jie.
Sedangkan Soni juga merasa sedih dengan kejadian yang dialami Jie.
Yulia yang sedang memikirkan keadaan Jie masih belum bisa merelakannya yang telah berubah menjadi sebuah pohon.
Setiap hari Yulia selalu datang ke sebuah pohon itu dan terkadang Yulia juga sering menyiram pohon itu.
Pada suatu hari pohon yang merupakan tubuhnya Jie mulai menggugurkan daunnya, dan kejadian itu terjadi tidak pada saat musim gugur.
Dengan perasaan panik kemudian Yulia menceritakannya kepada Ayahnya tentang kejadian tersebut sehingga membuat Ayahnya menjadi gelisah.
__ADS_1
Ternyata Gugurnya daun itu merupakan pertanda akan berakhir pula kehidupan Jie, akan tetapi Ayahnya Yulia tidak menceritakan kepada Yulia melainkan hanya berpesan kepada Yulia supaya lebih sering untuk menyiramnya.