![Pengantin Dini [TAMAT]](https://asset.asean.biz.id/pengantin-dini--tamat-.webp)
" ranjangku yg mana??" 😞
" kau mau yg mana?? Aku bisa tidur dimana saja."
" aku mau ranjang yg di sebelah sana saja."
" ranjang itu lebih kecil, kau tidak ingin yg lebih besar?"
" tidak.. 🙁 Lagipula aku juga akan tidur sendirian, bukan?? Aku suka menatap langit sebelum aku tidur. Dan ranjang itu lebih dekat dengan jendela. Pokoknya aku mau ranjang yg itu."
" baiklah, pilihan yg bagus."
" kenapa memang nya??" 😒
" tidak apa-apa. Aku lebih tenang jika kau tidur di ranjang kecil itu. Kau tidak akan memfitnahku naik ke
" kau bocah mesum!!" 😫😫 teriak ku seraya bersembunyi di balik selimut di atas ranjangku.
Malam pun berlalu, Arthur tidur lebih awal. Mungkin karena ia menyangka aku yg bersembunyi darinya sudah tidur. Aku melihatnya yg tertidur pulas, namun tetap terlihat gagah. Apa dia juga mendapatkan pelatihan tentang gaya tidur seorang bangsawan? 🙁
" sudah pagi rupanya.. Arthur kemana?" ujarku saat terbangun karena sorotan mentari.
Aku tidak melihat Arthur di kamarnya, apa dia sudah bangun pagi-pagi sekali??
" tuan putri Naya, keluarga kerajaan sudah menunggu nona dibawah untuk sarapan. Jika nona ingin sarapan disini, kami akan membawakan nya." ujar seorang pelayan yg sedari tadi menunggu di sampingku.
" apa? Sudah berapa lama mereka menunggu?? Kenapa tidak ada yg membangunkan aku?"
" pangeran Arthur melarang saya untuk membangunkan nona, jadi saya hanya diperintahkan menunggu disini."
" aahh!! Dasar bocah nakal!! 😫 aku bahkan belum bersiap-siap, tapi mereka sudah menungguku di bawah. Apa aku harus turun dalam keadaan seperti ini?? Memalukan sekali!!"
" nona jangan khawatir, ada 10 pelayan disini yg siap membantu nona bersiap. Tinggal katakan saja pada kami, apa yg ingin nona pakai untuk hari ini."
" hmm.. 😳 Baiklah." ujarku yg masih belum menerima bahwa ini hari pertamaku menjadi seorang tuan putri, ahh tidak!! Seorang permaisuri.
Untuk berganti pakaian saja aku harus merepotkan 10 orang pelayan. Sedangan di kehidupan ku sebelumnya, untuk menyewa satu pelayan saja harus merelakan jatah makan ku selama seminggu.
Tak lama aku pun sudah siap, dengan gaun peach yg aku pilih dan perhiasan yg sederhana. Aku mengikat rambutku dan tidak memakai perhiasan diatasnya, persis seperti sekolah. 😑 Mau bagaimana lagi, aku lebih nyaman seperti ini. Jepitan rambut saja selalu membuatku kesal dengan menyangkut di rambutku, dan itu sakit. Apalagi sebuah mahkota yg mungkin akan membuat kepalaku terasa seberat beban hidup ini. 😑
" Naya, kamu akhirnya turun. Ayo kita sarapan bersama." ujar ibu Ratu.
" iya, ibu. Semalam saya kurang tidur, jadi bangun agak terlambat pagi ini." 😅
" kau tidak tidur semalaman?? Apa Arthur mengganggumu??" tanya paduka Raja.
" ti.. Tidak, ayah." 😰
" aku melihatmu tidur dengan pulas.." 😒 ujar Arthur seraya melahap sup yg sudah ditiupnya.
" aku belum tidur!! 😒 Aku hanya sembunyi darimu." jawabku.
__ADS_1
" malam pertama kalian ternyata menyenangkan, ya.." 😄 ujar Ibu Ratu seraya menertawakan kami.
Aku hanya tertunduk malu dan menyantap sarapanku. Sup nya benar-benar enak!! 😍😋
" Arthur, untuk hari ini kau boleh libur untuk latihan berkuda. Kau baru menikah, habiskan lebih banyak waktu dengan Naya." ujar paduka raja.
" tidak apa-apa ayah, aku akan tetap berangkat. Lagipula banyak pelayan disini yg akan menemani Naya." ujar Arthur dengan dingin nya.
" Arthur.." ujar ibu ratu dengan nada yg terdengar sedikit marah.
" aku tetap tidak ingin absen." ujar Arthur singkat.
" kalau begitu aku ikut!!" 😄 ujarku, mencegah ibu ratu semakin marah pada Arthur.
" kau mau ikut kemana?"😒
" melihatmu latihan berkuda.." 😃
" ide yg bagus!! 😄 Naya kau juga ikutlah, disana kau bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan Arthur." ujar paduka raja.
" bagaimana Arthur, aku boleh ikut kan??" 😉 ujarku seraya menginjak kaki nya, memberikan isyarat bahwa ini demi ibu ratu dan paduka.
" ya.. Ya.. Boleh. 😒 Awas kalau kau menangis karena takut dengan kuda."
" siapa yg bilang aku takut dengan kuda?? Kuda itu sangat lucu bukan??" jawabku seraya menghabiskan sarapanku dengan cepat.
Di tempat latihan berkuda..
" ini kuda.. 😑 Bukan kah kau bilang kuda itu sangat lucu?? Coba kau lihat sekali lagi, ini lucu bukan??"
" tidaaakkk!! Tidak lucu sama sekali!! Kuda yang ini besar sekali.." 😫
" ini memang ukuran asli kuda, kau tau dari mana kalau kuda itu kecil."
" boneka-boneka kuda selalu terlihat lucu, dan aku pernah melihat mereka di kebun binatang."
" yang kau lihat mungkin kembaranmu." 😑
" kembaranku? Siapa??" 🙁
" keledai.." 😑
" jadi kau menganggapku bodoh??" 😒
" orang yg tidak bisa membedakan mana kuda dan mana keledai, mana mungkin tidak disebut bodoh?" 😑
" isshh!!" 😒
" sini pegang kuda punyaku, dia baik." ujar Arthur seraya menuntun kudanya ke arahku.
" siapa yg tau dia hanya baik padamu?? 😫 Bagaimana kalau dia menggigitku??"
__ADS_1
" apa kau rumput??" 😑
" bukan.." 🙁
" lalu kenapa kuda ingin menggigitmu?? Kau tidak menggiurkan sedikitpun. Adapun resiko jika kuda tidak menyukaimu adalah dia akan menendangmu." 😑
" apaaa??? Tidaakk!! 😫 dengan kaki kuda itu badanku pasti akan terpental sangat jauh, dan tulangku pasti akan remuk."
" tenang saja, aku akan meminta dia untuk tidak menendangmu saat ini."
" saat ini.. Lalu nanti??" 😒
" bawel banget sih!! Tinggal pegang aja kok repot!!" ujar Arthur seraya memaksa tanganku untuk memegang kudanya.
Pertama aku benar-benar kaget, karena yaa.. Kuda itu makhluk hidup yg lebih besar ukuran nya dariku. Dan dia sedang berdiri di depanku, aku bisa merasakan bulu-bulu dari kuda itu. Yaa, halus. Mungkin karena Arthur merawatnya. Aku mulai berani untuk mengelusnya beberapa kali, dan aku lihat kuda itu mulai menyukainya.
" kau lihat kan?? Dia mulai menyukaimu." ujar Arthur.
" iya.. ☺ Dia makhluk besar yang lucu."
" mau mencoba menaiki nya??"
" apa dia tidak keberatan?" 🙁
" coba saja tanyakan padanya.." 😒
" tapi ini tinggi sekali bagaimana aku menaikinya??"
" injak bagian ini, aku akan membantumu." ujar Arthur.
Lalu aku naik ke atas punggung kuda itu dengan bantuan Arthur.
" kau akan naik?" tanyaku.
" aku akan menuntumu dulu dari bawah. Awal kali kau bilang tidak takut dengan kuda, tapi akhirnya kau menjerit-jerit. Sekarang pasti kau akan bilang tidak takut menunggang kuda denganku, lalu kau akan minta untuk cepat-cepat turun." 😒
" apa bedanya menunggang kuda sendiri dan denganmu??" 😑
" baiklah.. Setelah satu putaran ini, aku akan mengajakmu berkeliling hutan dengan berkuda."
" asiiikkk!!" 😄 ujarku kegirangan.
Aku hanya penasaran, kuda yg aku tunggangi ini akan berlari secepat apa. Dan sehebat apa kemampuan Arthur dalam berkuda. Kami hanya berjalan-jalan satu putaran lapangan. Dan Arthur menuntun kudanya untuk berjalan dengan perlahan.
Lalu setelah satu putaran, Arthur tiba-tiba naik dan duduk di belakangku. Dia mengambil alih tali yang kupegang dari belakangku.
Deg..
Perasaan apa ini?? 😳
To Be Continue..
__ADS_1