Pengantin Dini [TAMAT]

Pengantin Dini [TAMAT]
#13 Gadis Ps!k0p4t


__ADS_3

" ternyata dugaanku benar. Aku tak perlu panik saat aku tau kau akan menikahi Arthur. Karena hanya dengan sekali bicara, keluarga ini bisa aku hancurkan." ujar Silvanna.


" apa maksudmu??" 😟


" kau ini bodoh atau apa?? Land of Dawn dan Hogwarts itu adalah musuh bebuyutan. Dan ditambah kakak iparku, kak Khufra. Dia penguasa Blood Demon. Kekuatan kami sangatlah besar. Tapi kau masih berani menantangku."


" menantangmu?? Kapan aku menantangmu??"


" dengan menikahi Arthur, kau sudah mengibarkan bendera perang denganku. Dan biar ku perjelas, aku adalah anak bungsu dari ratu pertama kerajaan Hogwarts. Yang mana segala keinginanku akan dikabulkan, walaupun itu untuk menghancurkan kerajaan Land of Dawn sekalipun."


" bukan aku yg menginginkan pernikahan ini!!" 😫


" lalu kenapa kau tidak menolaknya saja?? Dengan ini kau sudah membahayakan dirimu sendiri. Oke.. Aku tidak akan meminta ayahanda untuk menghancurkan Land of Dawn, karena disini adalah tempat Arthur-ku tinggal. Aku tidak ingin membuatnya sedih." ujar Silvanna.


Aku hanya terdiam menangkap segala kalimat yg dia ucapkan.


" tapi.. Aku hanya meminta satu hal, aku ingin menjadi istri Arthur berikutnya. Dan aku ingin secepatnya menikah dengan Arthur. Namun aku tidak menyangka permintaanku ini akan menjadi perdebatan yg sangat panas."


" kau bocah psikopat!!" 😡 ujarku yg tiba-tiba begitu berani.


Plakk!!


Tamparan Silvanna pun akhirnya mendarat juga di pipi kecilku ini.


" apa katamu?? Siapa yg bocah, hah?? Siapa yg kau bilang psikopat?? Jelas-jelas aku yg lebih pantas menjadi ratu di kerajaan ini kelak, bukan kau!!"


" jika kau ingin menjadi ratu, tidak perlu membuat dirimu rendah putri."


" kau bilang aku rendahan?? Kita buktikan, siapa yg akan dianggap rendah disini." ujar Silvanna.


Entah apa yg dia lakukan, tiba-tiba dia merobek bajunya sendiri di bagian lengan dan dibagian perut serta bawah gaun nya. Aku hanya kebingungan dengan aksi nya. Lalu dia menyeretku ke ruangan yg sebelumnya. Aku sempat kaget, bukan kah kita diminta untuk keluar dan tidak ikut campur?


" kakaaakk!!" 😭 teriak Silvanna dengan derai air mata.


Ehh..?? 😕 Sejak kapan dia menangis??


" kamu.. Kamu kenapa sayang?? Ada apa dengan gaun mu??" ujar bibi Ginny yg begitu panik.


" Naya.. Ini ulah Naya, kak. Aku tidak tau kenapa dia melakukan ini padaku. 😢 Aku hanya bilang bahwa setelah menikah dengan Arthur nanti, aku ingin terus berteman baik dengan nya. Coba katakan apa aku salah, kak??"


Ehhh??!! 😳 Ka.. Kapan aku merobek bajunya?? Dia!! Kenapa dia mengatakan semua kebohongan itu?? Bukan kah dia yg menyeretku kemari? Jika aku yg melakukan nya harusnya aku kabur saja.

__ADS_1


" Apaa?? Lihatlah paduka raja!! Inikah menantu mu?? Berani menyakiti teman nya sendiri tanpa alasan yg jelas!! Lihat adikku sampai menangis seperti ini. Dari mana kau memungut gadis kampung ini, hah?? Dari jalanan??" ujar bibi Ginny.


Sedari tadi ia terlihat tidak banyak bicara. Namun ternyata sekali ia bicara, kata-kata yg keluar sangat tajam sekali. 😞


" pantas saja kelakuan nya seperti ini, dia dipungut dari jalanan. Perilaku nya tidak jauh dengan kucing liar. Apakah dia yg kau inginkan menjadi ratu di masa depan?? Kau benar-benar sudah kehilangan akal!!" lanjut paman Khufra.


Kucing liar?? 😟 Baiklah.. Lanjutkan saja hinaan kalian terhadapku. Lagipula aku sudah terlanjur di permalukan. 😞


" cukup!! Naya apa itu benar?? Apa kau yg merobek gaun nya Silvanna??" tanya paduka raja padaku.


Aku hanya tertunduk diam. Merasa tak mampu untuk membela diriku sendiri di hadapan para pendusta ini.


" jawab Naya.." lanjut ibu ratu.


" ibu dan paduka lebih mengenal saya. Harusnya saya tidak perlu menjelaskan itu benar atau tidak. Mereka yg tau siapa saya, akan percaya. Maaf.. Saya permisi untuk keluar, bukan kah sebelumnya saya tidak diijinkan untuk ikut campur disini??" ujarku seraya pamit meninggalkan mereka.


Bahkan aku masih mendengar hinaan dan cacian itu saat aku pergi keluar dan dari kejauhan. Tak apa.. Aku menerimanya, karena itu memang diriku..


Aku memutuskan untuk pergi tanpa bilang bahwa bukan aku yg melakukan nya, itu karena aku sudah tau situasi apa yg sedang aku hadapi. Tidak akan ada yg percaya padaku saat itu. Sekuat apapun aku membela diriku sendiri. Aku tidak ingin terlihat lemah dengan air mata yg sudah tak bisa kutampung lagi. Jadi aku memutuskan untuk pergi..


" kenapa kau hanya diam??" tegur Arthur saat memergoki aku tengah menangis di atas ranjangku.


" jawab dulu pertanyaanku, baru kau boleh bertanya lagi."


" bukan kah aku sudah berbicara? Kukira itu cukup jelas.." 😞


" sangat jelas, bagi orang yg paham benar dirimu. Tapi disana bukan hanya ada aku, ayah dan ibu. Bagi mereka, kau jangan berbicara dengan penuh teka-teki seperti itu. Jelaskan dengan rinci dan detail. Meski menyinggung, asal mereka paham."


" kau juga diam disana.." 😞


" maaf, bukan aku tidak ingin membela mu. Tapi ini bukan waktunya bagiku untuk bicara."


" siapa yg ingin di bela olehmu?? Aku tidak butuh pembelaan darimu." 😞


" walau aku tidak membela, tapi aku percaya bukan kau pelakunya."


" memang bukan!! 😫 kenapa pula aku punya tenaga sekuat itu untuk merobek gaun yg sangat mahal?? Bahkan harga gaun itu bisa untuk uang jajanku selama 2 tahun!! Dan kenapa pula aku diseret oleh Silvanna ke ruangan itu dengan santainya?? Bukankah aku harusnya lari saat itu?? Aku benar-benar bingung saat itu!!" 😫


" iya.. Iya.. Aku paham." 😅


" hinaan dan cacian terus mereka lontarkan, padahal mereka siapa??kenal aku pun tidak!! Main hina gitu aja!! Silvanna juga, kenapa dia bisa menangis dengan begitu cepat?? Mentang-mentang dia putri bungsu, semua kemauan nya dituruti. Lagipula, kenapa memang nya kalau aku ini kucing liar yg dipungut dari jalanan?? Jika aku kucing liar, biarkan saja!! Kelak aku akan menjadi semakin liar dan mencakar mereka hingga urat nadi mereka putus!! Baru mereka akan diam dan berhenti menghina orang sembarangan!!" 😡

__ADS_1


" iya.. Iya.. Jika kau ingin menjadi kucing liar sesungguhnya, kau perlu mengasah kuku mu. Kau juga perlu mengasah gigimu, jangan lupakan belajar berlari dan melompat agar lebih agresif." 😆


" kau.." 😒


" habisnya kau bicara banyak sekali, aku bahkan hampir tersesat di tengah jalan saat berusaha memahami semuanya." 😅


" Arthur!!" 😩


" iya.. Iya.. Kau bebas mau mengeluh tentang apapun padaku. Jumlah kalimat untukmu tidak terbatas. Ohh, ya.. Pipimu, itu kenapa??" tanya Arthur.


" ahh ini, apa masih terlihat jelas??"


" iya, kenapa memangnya??"


" tidak apa-apa, hanya saja.. 😞 Yaa, begitu.. Jadi membekas, aku harus mengompres nya agar bekas nya hilang."


" kau bicara dengan tidak jelas.. 😑 Cepat katakan apa yg terjadi??"


" aku.. Silvanna menamparku." 😞


" apaaa?? Dia berani menamparmu hingga membekas seperti ini?? Kenapa kamu gak bilang?? Aku akan memberi dia pelajaran sekarang!!" 😡


" tidak!! Jangan.. Ini juga salahku. Aku kasar padanya. Aku memanggilnya bocah psikopat dan gadis rendahan. Dari sanalah dia memulai sandiwara dengan merobek bajunya, dan menunjukkan seberapa rendahnya aku dibanding dengan nya." 😓


" hahahahaaa.." 😂


" kenapa kau tertawa??" 😑


" kau panggil Silvanna apa barusan?? Bocah.. Apa??"


" bocah psikopat, gadis rendahan.." 🙁


" apa kau meninggikan suaramu saat mengucapkan nya??"


" tentu saja.."


" itu baru kucing liar-ku." 😄 ujar Arthur seraya mengelus kepalaku dan mengusap sisa air mata di pipiku.


Arthur!! Kenapa kau bisa bertingkah se manis ini.. 😩 Kau benar2 sudah memompa jantungku sampai berdetak dengan sangat keras.


To Be Continue..

__ADS_1


__ADS_2