Pengantin Dini [TAMAT]

Pengantin Dini [TAMAT]
#11 Survival bersama Arthur


__ADS_3

" ada apa dengan jantungmu??" 🙁


" ehh.. Memangnya kenapa??" 😰


" aku merasakan nya dari punggungmu, jantungmu berdetak kencang sekali."


" a.. Aku.. Tidak tau."


" apa karena kau gugup aku ada di belakangmu??" 😏


" tidak.." 😑


" lalu??"


" aku takut karena kamu juga memegang tali kendalinya. Nanti kuda nya bingung harus menuruti siapa." 😒


" baiklah, coba kau saja yg kendalikan."


" tentu, kau lihat saja." 😌


Aku pun memegang kendali, dan Arthur menarik lengan nya kembali. Aku sedikit lega.. 😪 Entah kenapa jantungku ternyata bisa berdetak sekencang itu hingga bisa dirasakan orang lain. Memalukan!! 😩


" ehh, ehh!! Kenapa ini?? Kenapa kuda ini malah berputar-putar?" 😰 ujarku panik.


Entah apa yg aku lakukan sehingga kuda itu hanya berputar di sisi yang sama. Padahal aku sudah melakukan hal yg sama seperti yang Arthur lakukan sebelumnya.


" apa kita akan ke hutan atau disini saja?" 😒


" ya, kita pasti akan sampai ke hutan. Tapi kuda ini, kenapa tidak mengerti padaku." 😧


" bukan kuda nya yg tidak mengerti padamu, tapi kamu sendiri yg gak ngerti cara berkuda." 😆


" isshh!!" 😒


" sini.." ujar Arthur kembali mengambil tali yg kupegang.


Jantungku kembali meloncat. Namun aku berusaha untuk tetap diam.


" kau barusan menarik lebih kencang tali yg kiri, dan melonggarkan tali yg kanan. Itu membuat kuda nya berbelok ke arah kiri. Dan kau tidak lekas melonggarkan tali yg kiri, jadi yaa kuda nya akan berputar terus bahkan sampai kau menjadi nenek-nenek sekalipun."


" ohh.."🙁


" ohhhh.. 😒 Sudahlah, hari sudah mulai panas. Ayo kita mencari angin ke hutan. Dan kau, pegang yg ini. Aku akan mengajakmu terbang dengan kuda ini."


" terbang dengan kuda??" 😑


Lalu Arthur mulai memacu kudanya untuk berlari, angin besar mulai menerpa wajahku. Untung saja rambutku sudah ku ikat sebelumnya. Jika tidak, entah bagaimana jadinya rambutku ini. 😑 Tapi aku merasakan semakin lama, kuda Arthur berlari semakin cepat.


" aaaahhh!! Arthur!! Ini terlalu cepat aku takut!!" 😫


" bukan kah aku sudah bilang akan membawamu terbang dengan kuda??"


" ini bukan terbang, ini berlari!!" 😫


" lalu apa bedanya?? Coba kau rasakan angin nya.. Tutup saja matamu kalau kau takut."


" apa kau bodoh??!! Jika aku menutup mata, bagaimana jika aku jatuh??" 😫


" tenang saja, aku akan menjagamu." ujar Arthur.


Dan benar saja dia semakin menempel padaku. Saat aku ingin menutup mata, justru aku malah membuka mataku semakin lebar. 😳 Tapi rasa takut akan kecepatan kuda nya Arthur masih terasa, maka aku menurut saja untuk menutup mataku.  Dan tenyata.. Apa yg Arthur katakan benar. Rasanya seperti terbang dengan kecepatan yg tinggi. Aku merasakan sejuknya angin menyentuh tubuhku. Lalu tiba-tiba kuda Arthur mulai berjalan melambat, spontan aku pun membuka mataku.


" sudah terbang nya??" 🙁


" iya sudah dulu, kita makan siang dulu disini.."


" disini??" 😕 ujarku heran.


Ini di tengah hutan, tidak ada makanan apapun disini. Tidak ada yg menjual apapun disini. Apa kita akan makan daun dan ranting?? 🤔


" iya.. Turunlah, aku akan membuat tenda kecil. Kau istirahat disitu." ujar Arthur.

__ADS_1


Lalu aku pun turun dibantu lagi olehnya. Dia mendirikan tenda, aku hanya melihatnya. Dia mencari kayu bakar di sekitar sana, aku juga hanya melihatnya. Dia mulai menyiapkan peralatan memasak, aku pun melihatnya. Namun tiba-tiba saja..


" Arthur.." 😳


" apa?? Kenapa nada bicaramu seperti itu?" 😕


" aku sedikit mual.." 😖


" sini!! Kesini!! Nah, muntahkan disitu.."


Hoooeeekkk!!


Hooeekk!!


Hooeeekk!!


Tiga kali aku memuntahkan semua sarapanku. 😵 Arthur mengelus-elus punggungku agar semua rasa mual ku hilang.


" kamu, benar-benar merepotkan.. 😪 Kenapa tidak bilang kalau kau suka mabuk seperti ini."


" aku juga tidak tau.." 😖


" sudahlah, minum air ini dulu.. Duduklah disana. Aku akan kesana sebentar."


" kau mau kemana?? 😟 Ini kan hutan, aku takut sendirian disini."


" ini hutan khusus pelatihan survival, tidak ada hewan yg akan memakanmu disini." 😒


" survi.. Apa itu??"


" Survival, pelatihan untuk bertahan hidup."


" jadi kau akan berburu untuk makan siang kita hari ini."


" kau mulai pintar." 😀


" aku ingin ikut!!" 😫


" apaa?? Kau bilang.." 😳


" tapi mereka tidak akan memakanmu, karena mereka sudah diberi makan. Mereka hanya akan menggigitmu dan mengejarmu saja." 😁


"kau bilang hanya akan menggigitku saja??" 😫


" sudah kubilang diam saja di tenda, aku akan segera datang kalau kau berteriak. Aku sudah tau sekencang apa teriakanmu itu." 😒


" bagaimana jika kau tidak datang??" 😫


" aku lebih takut jika kau tiba-tiba berteriak saat melihat kupu-kupu. Ingat.. Jangan asal berteriak jika tidak ada apa-apa yg serius."


" baiklah.." 😞


Arthur pun pergi meninggalkanku sendirian, namun baru saja beberapa detik berlalu. Aku merasakan sesuatu..


" Aarrthuuuuurr!!!" 😫


" apa?? Kenapa?? Ada apa??" Arthur yg baru saja pergi tiba-tiba kembali.


" aku.. Ingin buang ari kecil." 😞


" apaaa?? Itu saja?? 😩 Kau bisa buang air kecil di belakang pohon atau di semak-semak kan?? Kenapa harus berteriak??"


" tidak bisa!! Kau bilang ada ular disini. Dan lagi, bagaimana jika ada yg mengintipku??" 😫


" Naya!! Hanya kita berdua yg ada disini. Siapa yg akan mengintipmu? Para semut??"


" tetap saja mereka mengintip!! Atau mungkin kau yg akan mengintipku." 😫


" kau bahkan takut di intip oleh suami mu sendiri." 😪


Oh, ya.. Aku lupa bahwa Arthur sekarang adalah suamiku. Lalu kenapa aku harus takut?? Justru karena dia adalah suamiku, dia harus melindungiku. Menuruti kemauanku.

__ADS_1


" ya sudah, ayo ikut aku!! Membawamu sudah sangat merepotkan, tapi meninggalkanmu justru lebih merepotkan!!" 😑


" kita akan kemana?" 😳


Arthur hanya terdiam.


" kita akan kemana??!!" 😫


Arthur tetap terdiam, mungkin dia kesal karena aku selalu mengganggu nya. Tapi dia juga selalu membuatku kesal dengan tidak pernah bicara dengan jelas. Dia selalu menyisakan tanda tanya setiap berbicara.


" buang air di sebelah sana, aku akan menangkap ikan di sebelah sini." ujar Arthur saat tak lama kami tiba di sebuah sungai.


" bisakah kita bertukar posisi, aku yg disini dan kamu yg menangkap ikan disana."


" yaa, kau benar. Jadi aku akan mencari ikan di air yg sudah kau kencingi." 😀


" ahh, iya kau benar. Yaa sudah aku akan buang air disana saja." 😅


" jangan sampai hanyut.." 😒


" ahh, iya.." 😳


Aku sedikit takut dengan derasnya arus sungai itu. Tapi bagaimanapun aku harus menjaga baju yg kupakai satu-satu nya ini agar tetap kering. Kenapa pula Arthur tidak bilang selain berkuda ada latihan survival juga. 😑 Dimana pula pelatihnya?? 🙁 Ahh, ini.. 😳 Tidak.. Tidak.. Aku tidak boleh berteriak!! 😣


" Nay?? Kamu udah selesai??" teriak Arthur.


" Nayaa!!" 😕


" hei!! Apa kau mendengarku?? Jika sudah selesai kemarilah!!" 😡


" kenapa tidak ada suara sama sekali?? Apa dia.. 😳 Nayaa!!!" teriak Arthur seraya berlari ke tempat Naya berada.


Ia benar-benar khawatir Naya hanyut terseret arus sungai yg deras. Walau awalnya hanya candaan, tapi sungai ini benar-benar berbahaya. Itu sebabnya sejak awal ia tidak mengajak Naya untuk ikut.


" Nayaa!! Kamu.. " 😳


" ssssttt!!! Apaan sih, daritadi berisik banget. 😡 Yah.. Yah.. Yaahhh.. 😩 Ikan nya kabur!! Aahhh!! Gara-gara kamu, sih!! Aku udah berusaha diem biar ikan nya gak lari."


" ikan??" 😑


" iya, aku udah mantau ikan itu sejak lama. Tapi gara-gara kamu berisik jadi dia lari." 😩


" mantau ikan sampai lupa pakai ****** *****??" 😒


" apa.. 😳 aaahhh!! Jangan mengintip!! Cepat berbalik!!" 😫 jerit Naya.


" yaa.. Yaa.. Kau benar2 membuatku khawatir dengan tiba-tiba diam. Aku kira kau hanyut."


" sudah ku bilang aku sedang menangkap ikan!! Jika tidak, apa yg akan kita makan siang ini??" 😤


" sudah ada berapa yg kau tangkap??"


" tidak ada.." 😞


" aku sudah menangkap beberapa ekor, cukup untuk kita berdua. Ayo kita ke tenda." 😒


" hmm.. Baik kalau begitu."


Kami pun berjalan ke tempat semula, Arthur menyuruhku untuk membakar ikan yg sudah ia besihkan dan ia bumbui. Kelihatan nya lezat.. 😋 Arthur ternyata pandai memasak.


" darimana kau dapatkan daging itu??"


" tidak ada ayam di hutan, jadi aku menembak burung."


" itu daging burung??" 😳


" iya, kenapa?? Tenang saja kalau aku yg masak pasti rasanya enak."


Arthur pun kembali membuka wadah berisi bumbu-bumbu. Ia mencampurkan ini dan itu, aku bahkan tidak tau nama-nama bumbu selain garam dan cabai. 😑


" kau itu perempuan, harusnya lebih pandai memasak dari pada aku."

__ADS_1


To Be Continue..


__ADS_2