Pengantin Dini [TAMAT]

Pengantin Dini [TAMAT]
#6 Aku Istri Yang Malang


__ADS_3

Apa begini saja keputusan hidupku kedepan nya?? Aku benar2 tak ingin menjadi orang yg berpengaruh di dunia ini. Aku tak tertarik dengan hal serumit itu. Aku hanya ingin menjadi bintik hitam di tengah luasnya bumi ini. Tak berpengaruh dan tak ingin dipengaruhi. Yaa.. Walau kulihat putri2 raja, para permaisuri dan setiap orang yg tinggal di istana itu selalu terlihat bahagia dan sejahtera. Namun itu hanya ekspektasi kita saja, itu hanya fiktif. Kenyataan nya tidak seperti itu. Oleh karena nya aku hanya ingin menjalani kehidupanku seperti biasa saja.


" Naya, Arthur sudah menunggumu selama 15 menit diluar sana!! Cepatlah turun." teriak ibu.


Ya aku tahu.. Dia disana sudah begitu lama, dia tidak masuk kerumah bahkan tidak membuka jendela mobilnya. Dia hanya terdiam disana menungguku, dan aku hanya menatap mobilnya dari jendela kamarku.


" baik, bu. Aku turun sekarang." jawabku.


" ahh.. Putriku, berat rasanya membuatmu harus mengalami hal ini." ujar ayah.


" percayalah, ini akan baik untukmu. Belajarlah menerima kenyataan, dan hadapi dengan bijak." lanjut ibu.


" iya, bu. Kalau begitu aku pamit, jaga diri kalian."


" tentu, kau harus lebih menjaga dirimu. Jangan terlibat apapun jika kau memang tidak mau. Jangan coba2 ikut campur masalah yg bukan urusanmu. Jadilah anak yg baik disana, dan jadilah teman yg baik bagi Arthur."


" iya, bu. Aku berharap masih bisa pulang kesini.."


" tentu, nak. Ini rumahmu.. Kau bisa pulang kapan saja." ujar ayah.


Aku pun melangkah pergi dengan kaki yg terasa begitu berat. Hati yg tak rela dan mata yg tak mampu menatap ke depan. Aku mulai membuka pintu mobil, ku lihat Arthur disana dengan sikap dingin nya. Yaa.. Aku sudah terbiasa, dan harus terbiasa untuk kedepan nya.


" lama sekali." tukas nya. πŸ˜’


" ahh, iya maaf. Aku barusan berpamitan kepada ibu dan ayahku." πŸ˜…


" selama itu?? Kau akan berlibur bersama kami, bukan akan itu berperang." πŸ˜’


" ahh, iya.." πŸ˜„


Berlibur?? Apanya yg bisa disebut liburan dari hal ini. πŸ™ Aku justru sedang menjemput penderitaanku saat ini. Hidupku yg malang baru saja akan dimulai, kenapa pula aku pernah bilang..


Aku kasihan pada istri nya kelak. Aku rasa, ia akan menjadi permaisuri termiskin sepanjang sejarah!!πŸ˜‚πŸ˜‚


Ahh, aku kelak harus berhati2 dengan ucapanku. πŸ™ DanΒ  kini malah aku yg terkena omonganku sendiri. Akulah istri dan permaisuri yg menyedihkan itu. 😫


Sabar, Nay.. Ingatlah kenapa ia bisa se dingin ini. Kau tidak boleh menyinggung nya lagi. Berusaha lah untuk berbuat baik dan bersikap lembut padanya. Mungkin dengan demikian Arthur tidak akan terlalu dingin kedepan nya. 😞


" Arthur.. Ahh, maaf maksudku pangeran Arthur.."


" panggil aku Arthur saja."


" tidak, kau seorang pangeran. Aku sudah seharusnya memanggilmu demikian."


" panggil aku Arthur atau jangan panggil aku sama sekali, terutama jika kau butuh bantuan." πŸ˜’


" ahh, baiklah. πŸ˜‘ Arthur.. πŸ˜„ Apa jarak dari istana ke kota Crystal cukup jauh??"


" memangnya kenapa?? Bukan nya kita akan ke sekolah dulu??" πŸ˜’


" ahh, iya. Aku lupa.. Baiklah kalau begitu, maaf merepotkan." πŸ˜„


" kau bicara begitu segan."


" karna kau seorang pangeran." πŸ˜…


" jika bukan??"


" kau tetap seorang pangeran." 😁


" jika aku temanmu??"


" kau bukan temanku, kau pangeran." πŸ˜€


" jika aku keluargamu??"


" aku kekuarga biasa, tidak ada pangeran sepertimu yg bisa menjadi anggota keluargaku." πŸ˜„

__ADS_1


" jika aku pacarmu??"


" aku tak ingin pacaran, walaupun kau seorang pangeran."


" pangeran lagi!! Pangeran lagi!! Aku kadang muak dengan julukan itu!!" 😑


" ahh, maaf. Apa aku membuatmu marah??" 😟


" tidak.." πŸ˜’


" ahh, syukurlah!! πŸ˜„ Pangeran baik sekali.."


" yaa!! Aku marah!! Jika bisa aku akan menghukum mu saat ini juga. Jangan panggil aku pangeran lagi." 😑


" lalu mau ku panggil apa."


" panggil namaku."πŸ˜’


" Arthur.. Begitu??" πŸ™


" yaa.. Dan jangan terlalu hormat padaku. Jangan segan dan jangan memuja2 ku seperti ini lagi." 😑


" aku tak berminat untuk memujamu. πŸ™ Tapi aku harus memperlakukan mu seperti apa??"


" seperti.. Teman.. Yaa.. Semacam itulah.." πŸ˜•


" teman?? πŸ™ Jadi kita teman sekarang??" πŸ˜„


" yaa.. πŸ˜’ Dan seorang teman tidak boleh berkata maaf dan terima kasih. Tidak boleh sungkan dan tidak boleh terlalu dekat."


" siapa yg mau dekat denganmu." πŸ˜’


" baiklah, kita sudah sampai. Ayo berpamitan." ujar Arthur sambil turun dari mobil.


" A.. Arthur.. Kau ikut juga?? Aku bisa sendiri kok. Kamu nunggu aja disini."


" aku sudah duduk di mobil hampir setengah jam, bokongku panas. Lagipula jika kau sendiri apa kau yakin Silvanna tidak menyiapkan kejutan untukmu pagi ini?"


" itu bukan masalah. Ayo cepatlah.." πŸ˜’


" ahh, baiklah kalau kau bilang begitu." ujarku seraya turun.


Astaga!! Segini banyak nya kah fans nya Arthur?? 😳 Semua mata tertuju padaku. Lebih seram dari tatapan Arthur. Ahh.. Apa ini?? Setiap orang membawa bola air menghampiriku dari sudut kanan dan kiri sekolah?? Apa aku akan dibully di depan Arthur kali ini?? 😰


" permisi, pangeran. Mohon anda minggir, kami sedang menjalankan tugas dari putri Silvanna." ujar seorang siswa.


Arthur.. Apakah kau akan minggir dan membiarkan aku dibully?? Kau akan bisa menontonku dengan puas di ujung sana. 😞


" apa putri Silvanna ada??" tanya Arthur saat itu.


" yaa.. Tuan putri sedang menuju kemari untuk menyaksikan. Tapi sebelum itu kami harus memberi gadis di sampingmu ini pelajaran."


" mana Silvanna, katakan padanya aku ingin bertemu." ujar Arthur.


Mereka pun pergi. Tak lama setelah itu..


" Naya!!! Kamu baik2 saja?? Aku tak bisa tidur semalaman memikirkanmu.. Kenapa kau masih datang ke sekolah?? Kau harusnya beristirahat." 😰ujar Miranda berlari menghampiriku.


" aku baik2 saja, Miranda. Kamu gimana??"


" aku baik, pangeran Peter megurusku dengan baik. Kau harusnya jangan sekolah dulu kali ini.. Putri Silvanna marah besar saat kau dibawa pangeran Arthur kemarin.." 😧 ujar Miranda berbisik.


" aku sudah tahu, tapi aku kemari hanya ingin berpamitan.." ujarku kembali berbisik. 😞


" apa?? Kau mau kemana?? Apa karena dibully kemarin kau keluar secepat ini?? Ingatlah perjuangan mu untuk masuk kesini, Nay!!" 😫


" aku juga masih ingin disini, tapi aku terpaksa. Ini karena.."

__ADS_1


" ahh, pangeran Arthur.. Jarang sekali anda mencariku. Ada perlu apa??" ujar Silvanna dengan begitu senangnya, menyela kalimatku. πŸ˜‘


Aku dan Miranda langsung terdiam seketika.


" Putri Silvanna, anda sepertinya kurang paham maksudku kemarin. Saya meminta anda untuk tidak mengganggu gadis saya, tapi yg saya lihat tidak demikian."


" ahh, mungkin pangeran salah paham. Lagipula gadis anda yg mana?? Saya hanya ingin memberi pelajaran pada gadis yg ada di samping anda, pangeran." ujar Silvanna.


" baiklah kalau begitu, karena kau ingin tahu dan biar sekalian saja aku umumkan. Kepada putri Silvanna dan semua yg ada disini!! Disampingku ini, gadis bernama Naya. Dia adalah gadisku. Karena kami akan menikah minggu depan, maka hari ini aku mengantar calon istriku ini untuk berpamitan. Kedepan nya, dia akan menjadi permaisuriku dan jadi ratu dari Land Of Dawn selanjutnya. Jadi ingatlah untuk tidak mengusiknya lagi, jika kalian tidak ingin berurusan denganku."


Semua mata tajam itu berubah dengan ekspresi kaget seketika. Kecuali, putri Silvanna. Dia menatapku dengan tajam dan amarah yg menggebu2. Ahh.. Habislah aku.. 😫 Arthur, kenapa kau harus mengumumkan hal ini disini dan di depanku. Aku belum sempat berpamitan dengan Miranda.


" Nay, apa yg dikatakan pangeran itu benar??"😳 bisik Miranda.


" yaa.. Begitulah. Sudah kubilang kan aku terpaksa!!" bisik ku lagi. πŸ˜“


" tapi ada sisi baiknya, Nay. Pangeran telah melindungimu kali ini, dan mungkin akan berefek untuk seterusnya."


" lalu kau?? Bagaimana denganmu, Miranda?? Bagaimana kalau putri Silvanna melampiaskan amarahnya padamu??" 😰


" aahhhh!! Iya!! Bagaimana denganku??!! 😳😳😫😫" Miranda mulai histeris ketakutan.


" tunggu, aku punya caranya.."


" Arthur.. Hmm, boleh aku minta sesuatu??" 😰 ujarku menghampiri Arthur.


" apa?? πŸ˜’ Bukan kah kau sudah cukup merepotkanku hari ini??"


" hanya satu permintaan.. Kita kan teman??" πŸ˜…


" jangan sampai aku juga menggunakan status teman itu kelak padamu." πŸ˜’


" ahh, iya. Aku hanya ingin temanku  Miranda tetap aman selama aku pergi. Aku khawatir dia akan menjadi sasaran putri Silvanna selanjutnya." 😰


" ohh, jadi karena itu.." πŸ˜’


" bagaimana, kau mau membantuku atau tidak??" 😨


" tunggu sebentar.." πŸ€”


" Arthur!! Jangan lama2, aku tak tahan disini.." 😫 ujarku merengek padanya.


" iya.. Iya.. Sabarlah aku tau solusinya.Β  Tolong panggil Peter kemari.." ujar Arthur pada pengawalnya.


Tak lama setelah itu..


" ada apa pangeran Arthur yg terhormat memanggilku pagi2 sekali.." 😊 ujar pangeran Peter.


" kemari.." ujar Arthur, ia membisikkan sesuatu pada pangeran Peter. Entah apa itu.. πŸ™


" baiklah, sesuai perintahmu yang mulia." ujar Peter. Arthur hanya tersenyum dan kembali menegakkan badan nya.


" kepada semuanya, saya umumkan!! Putri Miranda, dari kerajaan Ester. Adalah gadis saya, jadi siapapun yg mengganggunya akan berurusan dengan saya. Harap berhati2 dan terus bersikap baik padanya, terima kasih." teriak Peter.


Apa???!!! Kenapa tiba2 bisa jadi begitu?? 😳😳 Peter, mengakui Miranda sebagai pacarnya?? 😡


" sudah beres.."πŸ˜’ bisik Arthur padaku.


" ternyata kalau punya kekuasaan, segalanya mudah ya.." πŸ™


" perintah anda sudah saya kerjakan, bolehkah saya pergi tuan Arthur??" πŸ˜„


" berhentilah bersikap begitu, Peter!! πŸ˜„ Kau tetap yg terbaik!! Haha.." ujar Arthur sambil tertawa dan merangkul Peter.πŸ‘πŸ‘


Ehh?? 😳 Arthur?? Dia ternyata bisa tersenyum dan tertawa saat bersama Peter. Aku baru sadar kenapa dia bisa menjadi top 1 idola para kaum hawa. Dia ternyata sangat tampan saat tersenyum. 😍 Ahhhk!! Tidak!! Apa yg kupikirkan?? 😡


Huft.. Putri Silvanna?? Dia.. Kenapa masih berdiri disana?? Semua siswa sudah bubar, tapi dia masih berdiri menunduk disana. Dia perlahan berjalan mendekatiku. Aku merasakan aura yg aneh darinya. Aura yg menyeramkan. Tunggu.. Putri Silvanna.. Dia.. Dia membawa.. Pisau!! Putri Silvanna berlari ke arahku dengan pisaunya. Aku tak sempat menghindar.

__ADS_1


" aahhhhkk!! Arthur!!" pekik Naya.


To Be Continue..


__ADS_2