![Pengantin Dini [TAMAT]](https://asset.asean.biz.id/pengantin-dini--tamat-.webp)
" aahhhhkk!! Arthur!!" pekik Naya.
Aku kaget seketika, melihat darah bercucuran di bawah saat berusaha membuka mataku perlahan. Tapi kenapa tidak terasa sakit??
" kamu gak papa, Nay?"
" Arthur??!! 😳 Kau.. Kau.. Kau terluka!! 😱 Lenganmu berdarah!!" ujarku kaget.
Tanpa ku sangka Arthur menghalangi pisau itu dengan lengan nya agar tidak melukaiku. Ternyata darah yg bercucuran itu bukan darahku, tapi darahnya Arthur.
" apa kamu terluka??" tanya Arthur lagi.
" kamu yg terluka parah!! Kenapa malah melindungiku??" 😫
Tak butuh waktu lama para pengawal Arthur langsung meringkus putri Silvanna karena ditakutkan ia akan menyerang siswa lain nya.
" Silvanna, kau puas?? Jika kau masih ingin menyakiti Naya, maka sakiti aku saja."
" A.. Ar.. Arthur.. Aku gak bermaksud begitu. Aku.. Hanya.. Naya itu!! Dia.." 😰
" kau seorang psikopat!! Pengawal, antar putri Silvanna ke istananya. Biar hukum disana yg mengadili dirinya."
" pangeran Arthur, ku mohon jangan.." ujar Silvanna memohon.
Namun Arthur langsung berpaling dan masuk ke mobilnya tanpa sepatah katapun. Melihatnya kesakitan aku mengikutinya dari belakang dan membopongnya dengan perlahan.
" kau ingin membuatku terlihat lemah di hadapan mereka?? Lepaskan!!" 😡 ujarnya dengan marah.
Dia kenapa?? 😨 Bukan kah baru saja dia menyelamatkanku? Apa aku salah ingin membantunya sebagai ucapan terima kasih?? 😞
" Arthur, lenganmu biar aku.."
" aku baik2 saja. Luka seperti ini gak ada apa2 nya bagiku. Sshhh.." ujarnya kesakitan.
Bilang gak ada apa2 nya tapi bisa sampai meringis kesakitan seperti itu. 😒 Masih sakit pun dia tetap sombong.
" terima kasih.." 😞
" apa?" 😒
" sudah melindungiku.."
" seorang teman tidak perlu berkata maaf atau terima kasih bukan?? Lagipula apa kau bodoh?? Diserang seperti itu kau masih diam saja." 😒
" mana kutahu putri Silvanna akan menyerangku!!😫 Semuanya terjadi sangat singkat."
" apa kau tidak merasakan aura buruk darinya di sepersekian detik sebelum ia menusukmu??"
" yaa.. Ada sih.." 🙁
" lain kali, jika kau merasakan aura seperti itu lekas menghindar. Jangan kebanyakan mikir!!" 😒
" iya.. Aku mana tau trik seperti itu." 😑
" itu bukan trik, itu cara bertahan hidup. Kelak kau harus belajar hal seperti itu."
" apakah ada pelajaran seperti itu di Royal Emperor Junior High School?"
" ada.."
" andai aku masih bisa bersekolah disana." 😞
Karena kalimatku itu, Arthur tiba2 terdiam. Apa dia akan marah?? 😱 Mengingat pernikahan ku dengan nya tinggal seminggu lagi. Tapi aku malah mengungkit ingin sekolah kembali. Apa yg akan dia pikirkan.
" ahh, Arthur jangan khawatir denganku. 😅 Aku bisa belajar dimana saja. Denganmu juga bisa. Kau tergolong siswa terpintar kan?? Kau juga calon raja muda. Kau akan mengajariku sebagai istrimu kan??"
Ada apa ini?? 🙁 Kenapa pipi Arthur tiba2 memerah?? Apa dia merasa tersentuh dan tersipu malu?? 😂 ahh!! Lucunya!! 😆
" siapa yg khawatir denganmu. Turunlah kita sudah sampai di rumahku." 😒 ujarnya seraya bergegas turun dari mobil.
Padahal pengawal belum datang membukakan pintu untuknya. Aku hanya tertawa pelan melihat tingkahnya itu.
__ADS_1
" Arthur!!?? Kenapa dengan lenganmu??" ujar Ibu Ratu.
" itu, ibunda ratu.. Karena saya.. Arthur.."😰 ujarku gugup, takut ibu ratu marah.
" tidak apa2 ibunda. Hanya beberapa orang iseng yg gak pro sama aku." 😒 ujar Arthur.
" ohh, lukanya kelihatan cukup dalam. Pergilah ke kamarmu, ibu akan panggil Dr. Ling segera." ujar ibu ratu.
" baiklah.." jawab Arthur.
" Naya, kau juga naiklah. Temani Arthur sebentar ya." 😊
" saya, ibunda?? Ke kamar Arthur??" 😳
" ya, kelak itu akan jadi kamarmu juga." 😊
Apaaa??!! 😱 Jadi?? Setelah menikah pun aku harus menjalani hidup layaknya sepasang suami istri begitu?? Apa ini tidak terlalu cepat?? 😫 Tak apa jika aku harus menikah di usia 12 tahun, tapi untuk memulai hal seperti itu.. Aku.. 😰 Ahhkk!! Otakku ternodai!! 😫
" aku sudah merenovasi kamarku, ada 2 ranjang disana. Jangan berfikir hal yg aneh-aneh!! Mana mau aku tidur dengan cewe buluk sepertimu." 😒
" ohh.. Begitu. Syukurlah..🙁 Tunggu, apa kau bilang tadi?? Cewe buluk?? Siapa itu?? Apa itu aku??" 😒
" entahlah, kalau kau tidak merasa maka jangan tersinggung."
" dasar bocah es!!"
" kau berani memanggilku begitu lagi kusiram kau dengan air toilet!!"
" bocah es!! Bocah es!! Bocah es!!" 😫
" cewe buluk!! Cewe buluk!!"
Sepanjang tangga kami terus saling mengejek, tapi ibunda ratu malah tertawa kecil dibawah sana. Tak lama luka Arthur pun selesai diobati dan hari mulai sore. Paduka raja bilang sore ini kami akan berangkat, agar saat tiba bisa langsung beristirahat.
" Arthur.."
" hmm.." ujar Arthur yg tengah mengantuk di atas sofa kamarnya. Mungkin karena efek obat dari dr. Ling.
" apa temanmu hanya Peter saja?"
" sejak kapan kalian berteman?"
" sejak aku duduk di bangku Sekolah Dasar/SD."
" Selain dia??"
" kau.."
" selain aku??"
" tidak ada, aku terlalu sibuk untuk memikirkan tentang pertemanan."
" memang nya sesibuk apa dirimu sampai hanya punya satu teman selama 12 tahun ini?" 🙁
" Peter juga teman yg ayah bawa untukku. Bukan aku yg mencari dia. Tak baik bagi seorang penerus tahta memiliki terlalu banyak teman."
" lho, kenapa?" 🙁
" saudara sendiri saja bisa berkhianat, apalagi seorang teman." ujar Arthur. Lalu kudengar ia tertidur lelap.
Aku hanya termenung dengan ucapan nya itu. Jika Peter adalah teman yg dibawa ayahnya dari luar, lalu apa yg ia lakukan selama 12 tahun ini sampai tidak memiliki satu teman pun?? Apa dia benar2 tidak bertemu anak2 lain nya hingga ia masuk sekolah dasar?? 😟
" eh, paduka raja.. Pangeran baru saja tertidur, apa kita akan berangkat sekarang? Apa perlu saya bangunkan pangeran??" ujarku saat melihat paduka raja masuk ke kamar Arthur.
" tidak perlu, biarkan saja dia tertidur sebentar. Arthur tidak pernah tidur siang lebih dari sejam. Selagi dia tertidur, mari bantu ayah mempersiapkan perlengkapanmu.."
" baik, a.. Ayah.." 😨
Ayah?? Apa benar aku harus memanggilnya begitu?? 😵 Walau kelak aku memang akan terbiasa, tapi ini benar2 terasa aneh sekali. Hidupku benar2 berubah drastis dalam waktu yg sangat cepat.
" kita berangkat sekarang?" ujar pak sopir.
__ADS_1
" ya.." jawab Arthur yg tetap saja rapi dan bersih, tidak ada tanda2 dia baru bangun dari tidur lelapnya. Ternyata seperti ini tampilan seorang pangeran saat bangun tidur. Berbeda sekali dengan rakyat biasa.. 😑
Kami menaiki mobil yg berbeda, aku satu mobil dengan Arthur. Dan ibunda raja tentu saja bersama paduka. Aku terlelap sepanjang perjalanan, entahlah sampai berapa lama. Saat aku terbangun kami masih di perjalanan..
" hoaam.. Jam berapa ini?? 😪 Apa masih jauh??" ujarku seraya mengelap ludah yg mengalir disisi bibirku dengan lengan bajuku.
" gaya tidurmu jelek sekali.." 😑
" aku tanya apa ini masih jauh? 😪 Jangan permasalah gaya tidurku. Kelak kau harus terbiasa." ujarku. Pipi Arthur kembali memerah.
" aku akan kesulitan tidur kalau gayamu masih seperti itu." 😒 ujarnya seraya memalingkan wajah.
" percuma kau memalingkan wajah, aku sudah melihat pipi merah mu itu 2x." 😑
" ini karena panas, suhu mobil ini membuatku sulit bernafas. Ditambah lagi ada kamu disini." 😒
" alesan, cuaca sejuk gini ditambah jendela mobil juga terbuka. Kenapa kau sulit bernafas??" 😑
" kamu terlalu banyak bicara, bukankah kau mau tanya kapan kita sampai?? Nah, di depan itu perbatasan Crystal City."
" benarkah?? Waaahhhhh!!!" 😱😱
" kenapa? Kenapa berteriak??" 😒
" indah sekali!! Apa ucapan 'Selamat Datang di Crystal City' itu benar2 terbuat dari kristal?"
" ya, tentu saja. Bukan Crystal City namanya kalau kau tidak mememukan berlian dan intan permata di sepanjang jalan."
" apaa?? Sepanjang jalan??" 😱
Arthur hanya menggeleng melihat reaksiku saat melihat kristal-kristal itu mulai menghiasi sepanjang jalan. Berapa banyak uang yg mereka habiskan untuk membuat dan mengukir semua ini?? 😳
" Arthur, aku ingin bertanya satu hal padamu.."
" apa lagii??" 😪
" kenapa kau memilihku. Kecuali putri Silvanna, banyak wanita lain yg jauh lebih baik dariku. Aku hanya mendengar dari paduka raja bahwa kau sendirilah yg memilihku untuk menjadi istrimu."
" yaa.. Itu.. Memang benar." 😒
" kenapa?"
" walaupun kau susah diatur dan ceroboh, sangat banyak bicara, aneh dan selalu membuat masalah. Sejak pertama kali aku masuk ke Royal Emperor, pandanganku langsung tertuju padamu."
" akan kumaafkan penghinaanmu yg sebelumnya. 😑 Tapi jika kau tau aku orang yg seperti itu, kenapa masih mau memilihku?"
" karena kau masih polos, namun wawasan mu lumayan. Dan ibu suri menginginkan aku untuk agar lebih baik menikahi gadis biasa saja."
" lumayan katamu??!! 😒 Aku mendapatkan nilai sempurna saat ujian masuk Royal Emperor tau!! Bahkan aku lebih pintar dibandingkan anggota keluarga kerajaan lain nya."
" pernah mendengar nilai A+++?"
" ya, kudengar ada satu2 nya siswa Royal Emperor yg memperoleh nilai itu saat ujian masuk. Dan itu mencetak rekor nilai tertinggi bahkan sejak saat sekolah itu didirikan. Tapi aku tidak percaya ada nilai seperti itu."
" ternyata kau tau, tunggu sebentar." ujar Arthur. Dia tiba2 mengeluarkan ponsel dan menelpon seseorang.
" halo??" ujar seseorang di telpon tersebut.
" halo, mr. Zilong. Saya Arthur dari Land Of Dawn."
" oh, ya pangeran Arthur. Ada yg bisa saya bantu??"
" waktu tes masuk Royal Emperor, ada siswa yg memenangkan rekor dengan nilai A+++. Apa itu benar??"
" ya, kenapa pangeran bertanya demikian?? Bukankah pangeran yg meraih gelar Golden Brain itu karena mampu mencapai skor A+++ dan mencetak sejarah di Royal Emperor. Sungguh pangeran kami bangga bisa menjadi pengajar di sekolah yg punya murid sepertimu. Ahh.. Tidak. Kau seharusnya tidak sekolah. Sekolah hanya akan membuang waktumu."
Apa?? A+++ itu.. Milik Arthur? Golden Brain?? Apa maksudnya itu?? 😳 Apa kepintaran nya sudah mencapai level Professor?? 🙁 Kenapa juga dia masih bersekolah.. 😑
" mr. Zilong bisa saja.. Saya sama kok dengan anak2 yg lain nya. Saya juga ingin menempuh pendidikan yg sama dengan mereka. Dengan begitu saya bisa bersaing dengan sehat, dan mendapat ilmu2 baru diluar pembelajaan khusus kerajaan." 😅
Pembelajaran khusus kerajaan, apa lagi ini?? 😳 Ahhk.. Pusing sekali rasanya mendengar percakapan mereka. Kenapa Arthur tidak pernah terihat stress sedangkan begitu banyak urusan dan ujian yg ia lalui. Mungkin karena kapasitas otaknya juga luas maka dia bisa bertahan dari penyakit stress. Tidak seperti otakku yg sempit dan pengap. 😑
__ADS_1
" kita sudah sampai.." ujar Arthur.
To Be Continue..