Pengantin Dini [TAMAT]

Pengantin Dini [TAMAT]
#14 Satu Ranjang


__ADS_3

" Arthur.." 😞


" kenapa??"


" aku tidak bisa tidur." 😟


" apa kau masih memikirkan kejadian tadi siang? Tenang saja, Silvanna takkan pernah menjadi istriku. Baik itu sekarang, nanti atau di kehidupan berikutnya."


" kenapa? Bukan kah itu bagus?? Kau jadi lebih mudah untuk merebut semua wilayah yg harusnya milik ayahmu."


" aku sudah bersumpah di hadapan mereka saat itu. Sebelum Silvanna datang menyeretmu."


" sumpah apa??"


" itu.."


" dengan pernikahan ini maka akan terjalin kerja sama antara Hogwarts dan Land Of Dawn bukan?" ujar paman Khufra.


" kerja sama atau berada di satu kuasa yang sama?? Jangan bersandiwara lagi. Aku tau apa tujuanmu." ujar paduka raja.


" hahaha!! Adikku, seiring waktu ternyata kau semakin pintar. Aku tidak ingin mengancam mu, oleh karena nya aku datang dengan baik-baik. Kebetulan sekali nona Silvanna ingin menikah dengan Arthur, maka aku tak perlu repot2 membuang panah dan peluru untuk membantai Land Of Dawn. Wilayahmu akan segera menjadi milikku setelah pernikahan ini di laksanakan."


" apa yg akan kau lakukan jika aku tak ingin menikahi Silvanna??" ujar Arthur dengan menatap tajam paman nya.


" gampang saja, esok lusa aku akan datang dengan bala tentara untuk membujukmu. Jika kau masih menolak, maka jangan salahkan pamanmu ini jika Land Of Dawn akan rata dengan tanah."


" paman? Masih perlukah aku memanggil mu paman??"


" jaga mulutmu bocah nakal!!" 😑


" lalu kenapa jika aku tidak bisa menjaga mulutku?? Kau akan membunuhku?? Silahkan saja.. Jika Silvanna tau, mungkin kau yg akan dibunuh selanjutnya oleh raja Hogwarts." ujar Arthur dengan berani.


" dihadapan kalian semua, aku bersumpah!! Aku tidak akan memiliki istri lebih dari satu, dan istriku satu-satu nya itu hanya boleh Naya saja. Tolong kalian pegang sumpahku ini."


" kau bersumpah apa, Arthur??" πŸ™


" ehh.. Itu.. Aku bersumpah hanya akan menikah dengan gadis yg aku sukai saja. Yaa, begitu." 😰


" ohh.." πŸ˜’


" kenapa?? Kau tidak suka aku menolak Silvanna??"


" bukan.. Aku tau kau tidak suka Silvanna, tapi siapa yg tau kau akan menyukai gadis lain nanti nya?? Jika yg kau sukai ada 10 wanita, kau akan menikahi mereka semua??" πŸ˜’


" kau cemburu??" πŸ˜†


" untuk apa anak kecil sepertiku cemburu?" πŸ˜’


" itu artinya kau mengijinkan aku menikah lagi??" πŸ˜ƒ


" tidak!!😫 Ehh, bukan seperti itu.. Aku harus tau dulu siapa yg mau kau nikahi." 😰


" jika aku menikahi banyak gadis, bukankah kau akan punya banyak teman disini?"


" issshh!! Kau ini!!" 😀 ujarku seraya menarik selimutku agar menutupi tubuhku.


Beberapa menit kemudian..

__ADS_1


" Nay, apa kau sudah tidur??" tanya Arthur.


Sudah jelas aku tidak bisa tidur!! 😫 Kenapa dia masih bertanya.


" yah sudahlah, kau juga sudah tidur. Lebih baik aku juga tidur. Hati-hati yaa jika mendengar ada yg mengetuk jendela, jangan dibuka. Mungkin itu bukan manusia." 😁


" haah??? Apaa?? 😳Jangan menakut-nakuti ku, Arthur!!!" 😫 ujarku kembali membuka selimutku dan memarahi Arthur yg sedang meringkuk di ranjang besarnya.


" lalu kau mau apa?? Jangan menggangguku, aku ngantuk!!" jawab Arthur yg kembali menarik selimutnya.


" Arthur.." 😩


" kenapa??" πŸ˜’ ujarnya sedikit menoleh ke arahku.


" jangan berpikiran aneh-aneh, aku cuman takut tidur sendirian. Temani aku sampai tidur, ya.. Pliss.." 😟


" oke, kau tidur saja. Aku akan tetap bangun disini sampai kau tertidur."


" maksudku, temani aku disini." 😞 ujarku seraya menepuk kasur di sebelahku.


Aku melihatnya tertunduk dan pipi putihnya mulai memerah. Apa dia malu?? πŸ˜†


" ranjangmu kecil, jika kau mau.. Kau saja yang kesini." πŸ˜’


" tidak!! Aku tidak mau.. Cepat kesini, aku mulai ketakutan." 😩


" isshh!! Iya, iya.." πŸ˜‘ ujarnya seraya bergegas turun dari ranjang nya, dan berjalan menuju ranjangku.


Deg.. 😳


Rasa itu datang lagi.. Ada apa ini? Bukankah aku yg meminta dia untuk tidur bersamaku malam ini?? Lagipula dia sendiri yg membuatku takut. Hanya tidur bersama saja kan?? Aku sering melakukan nya dengan temanku.


" ya.. Tapi ingat, ini bantalmu. Dan guling ini adalah pembatas kita. Jangan sampai kau melewati batas ini, oke?"


" udah sempit, di batasin lagi.. Yaa sudahlah.." πŸ˜‘ ujarnya seraya berbaring di tempat yg ku sebutkan.


" ohh, ya. Arthur.. Apa kau berteman baik dengan Silvanna saat kalian masih kecil? Kenapa kau begitu membencinya saat ini??" πŸ˜•


" dia saja yg menganggapku teman, aku tidak. Dari dulu dia selalu menguntitku kesana kemari. Aku benar2 terganggu olehnya. Bahkan sampai saat ini, dia masih saja terlalu berlebihan."


" kau tidak suka sesuatu yg berlebihan??" πŸ™


" yaa.." πŸ˜’


" aku terpikir ucapan Silvanna yg ingin menghancurkan negeri ini. Aku takut peperangan itu justru disebabkan oleh diriku sendiri." 😟


" jangan mempersulit dirimu dengan memikirkan hal itu. Untuk apa aku mempersiapkan diriku selama bertahun2 lamanya?? Perihal peperangan adalah urusanku, kapanpun dan dimanapun aku sudah siap. Kau jangan ikut campur."


" tapi, aku.. Silvanna bilang karena aku sudah menikah dengan mu, berarti aku sudah meminta perang padanya. Apalagi sekarang kau sendiri menolaknya, apa lagi yg akan ia minta pada raja Hogwarts??" 😩


" jangan terlalu dipikirkan, itu hanya ucapan Silvanna saja. Dia ingin mengancam mu. Kau.. Sebagai istriku, kau cukup diam saja di istana. Jangan sampai kau terluka.. Dan.. Kau.. 😞 Jangan sampai meninggalkan aku sendirian, oke?? Ehh.. πŸ™ Nay?? Naya?? Kamu tidur??" πŸ˜•


" Zzz.. Zzzz.. Zz.." 😴


" dasar gadis ini!! πŸ˜‘ Dari tadi mengoceh sendirian bahwa ia sulit untuk tidur. Tapi lihatlah sekarang, ia begitu terlelap sampai mendengkur." ujar Arthur yg tengah memperhatikan Naya.


" gadis ini terlihat lebih imut saat diam dan tertidur." ☺ ujar Arthur. Lalu ia pun ikut tertidur di samping  Naya.

__ADS_1


Esok pagi..


Ahh.. Hangatnya. Semalam dingin sekali. Aku ingin tidur sebentar lagi.. Kumohon siapapun jangan bangunkan aku.. Guling ini terasa begitu hangat, tak seperti biasanya. Tapi ini sedikit lebih keras dan besar, gulingku lebih lembut dan empuk. Ahh, biarlah.. Aku masih mengantuk.. πŸ˜ͺ


" Arthur.. Ayo sarapan. Ayah dan ibu sudah..." 😳 ujar ibu ratu yg masuk tanpa mengetuk pintu.


" ibu, kami akan turun sebentar lagi." ujar Arthur.


Kenapa suaranya Arthur terdengar begitu keras??😳


" maaf, ibu mengganggu kalian." πŸ˜…


" tidak apa-apa, bu. Lain kali jika ingin masuk ketuk pintu dulu. Ingat putra mu ini sekarang sudah beristri." πŸ˜„


A.. Apaaa??!! Tunggu.. Jadi yg kupeluk ini bukan guling?? 😳 Aku dengan spontan menoleh ke atas dan melihat wajah Arthur terpampang disana menatapku.


" pagi.." ☺


" aaaaaahhhhhh!!!!" 😱


" kamu kenapa, Nay?" πŸ™


" ibu.. Itu.. Semua yg ibu lihat, tidak seperti itu. Aku.." 😫 ujarku berusaha menutupi rasa malu ku.


" sudahlah, tidak apa-apa. Lagipula ibu juga harus terbiasa melihat hal-hal seperti ini kedepan nya. Atau mungkin ibu juga bisa melihat hal yg lebih." πŸ˜… ujar ibu ratu yg kemudian pergi.


" aahh!! Ini karena kau Arthur!!" 😫


" aku??" πŸ™


" kemari kau!!" 😑


Aku terus memukul Arthur dengan bantal, dan ia membalasku dengan guling. Kami terus berperang disana hingga kapas bantal itu mulai rusak dan berhamburan.


" coba tebak, apa yg aku lihat pagi ini." πŸ˜„ ujar ibu ratu di meja makan.


" apa yg kau lihat??"


Aku menatap tajam Arthur tanpa berkedip sekalipun, dia hanya membalas tatapanku dengan mengangkat alis dan bahu nya. Menandakan dia tidak peduli.


" aku melihat Arthur dan Naya tengah tidur seranjang. Dan apa kau tau.." πŸ˜„


" ti.. Tidak.. Paduka. Bukan seperti itu. 😰 Semalam Arthur menakutiku dengan hantu. Jadi aku.."


" sudahlah, nak. Kalian ini kan sudah menikah. Itu sudah hal yg wajar. Oh, yaa.. Mendengar ini, aku jadi tak sabar ingin memiliki cucu." ☺


Uhuukk!! 😳


" apaa?? Cucu?? Benar juga.. πŸ˜„ Sepertinya kita harus merubah kamarnya Arthur dan Naya. Pelayan!!" ujar ibu Ratu.


" iya, ratu."


" pindahkan ranjang milik Naya ke tempat lain, dan rapikan kembali kamar mereka. Oh, ya.. Ganti bantal dan guling disana, mereka habis berperang barusan. Jadi semua bantal dan guling rusak." πŸ˜…


" apa?? Berperang?? Naya ternyata ada bakat militer juga, ya.." πŸ˜„ jawab paduka.


Anak?? Seorang anak kecil sepertiku bisa memiliki anak?? 😳 Memang lucu jika aku memiliki seorang bayi yg menemaniku. Tapi itu memerlukan proses yg panjang. Dan apa aku harus melalui proses itu?? Dan Arthur, apa dia..

__ADS_1


Isshhh!! Dia sekarang malah menatapku dengan tajam. πŸ˜‘


To Be Continue..


__ADS_2