Pengantin Dini [TAMAT]

Pengantin Dini [TAMAT]
#12 Raja punya Banyak Istri


__ADS_3

" kau itu perempuan, harusnya lebih pandai memasak dari pada aku."


" iyaa, nanti aku belajar dengan ibu ratu." πŸ˜’


" jangan sampai membakar istana ku."


" isshh!! πŸ˜’ Ehh, ngomong-ngomong dimana pelatihmu? Dimana orang lain yg latihan juga disini??"


" apa kau lupa?? Sudah kubilang disini hanya kita berdua. Mereka sudah aku usir. Lagipula siswa yg pintar sepertiku mau dilatih apa lagi."


" kau usir??"


" yaa.." 😎 ujar Arthur dengan angkuhnya.


Hari mulai gelap, aku sudah menyantap semua makanan yg dimasak oleh Arthur. Daging burung itu ternyata enak juga. πŸ˜‹ Aku tak perlu khawatir akan kelaparan jika tersesat dihutan kelak, jika bersama Arthur. 😁


" pangeran.." 😰 ujar seorang pria dewasa yg tiba-tiba muncul saat kami tengah menghangatkan diri di depan api unggun.


" ada apa??" ujar Arthur dengan sedikit panik karena raut wajah pria dewasa itu.


" raja Khufra.. Itu.. Paman pangeran.. Dia datang ke kastil." 😰


" apaaa??!! Kapan??"


" baru saja, pangeran."


" kita ke kastil sekarang!!" 😑 ujar Arthur dengan marahnya.


Dia bahkan tidak peduli dengan tenda yg masih berserakan. Tapi ia hanya berjalan lurus ke arah hutan, dia mau kemana?? Bukan kah tadi kita kesini menggunakan kuda?? 😳 Kenapa sekarang malah berjalan kaki?? Tunggu, ini.. 😳 Sejak kapan ada hotel se mewah ini disini??!! 😱 Kenapa kita susah-susah menangkap ikan dan menembak burung jika ada makanan yg siap saji disini?? 😫 Kenapa kita berusaha menghangatkan diri dengan api unggun, berteduh di bawah tenda kecil. Padahal disini kita bisa tidur dengan nyenyak an nyaman. 😫


" Arthur!! Kenapa kau tidak bilang ada hotel disini??" 😫


" sudah kubilang kita akan latihan survival, jika di hotel apa guna nya latihan??"


" tapi kan.." 😩


" kau kelak harus bisa melakukan apa yg kulakukan saat ini. Kau harus bisa bertahan hidup jika tersesat di hutan. Jika aku tidak ada disana, kau sudah tau apa yg harus dilakukan untuk bertahan hidup."


" jika aku harus tersesat, maka itu harus denganmu." 😞


" aku tidak akan selamanya ada di sisimu, kau harus camkan itu."


Arthur.. Apa yg kau katakan kali ini bukan lelucon seperti biasanya?? 😟 Kau sudah menyeretku ke kehidupan yg rumit itu, kau bilang akan melindungiku. Lalu kenapa sekarang kau bilang tidak akan selamanya ada di sisiku?? 😒 Aku bisa apa jika nanti kau tidak ada di sisiku lagi.


" ayaahh!!" teriak Arthur saat kami tiba di kastil.

__ADS_1


" wahh.. Wah.. Pengantin baru ternyata sudah pulang." ujar seorang paman yg aku tebak dari raut wajahnya yg angkuh dialah paman nya Arthur. Raja Khufra..


" dimana ayahku??!!" 😑


" hei.. Hei.. Hei.. Bocah kecil jangan emosi dulu, ayahmu sedang mengobrol bersama kami di ruang tamu. Dan aku kesini menyambut kepulangan kalian pengantin baru. Inikah balasanmu kepada paman mu??" ujar paman Khufra.


" ahh.. Maaf paman, hari ini Arthur sedang lelah. Jadi sedikit emosi karena kedatangan paman yg mendadak.." πŸ˜… ujarku berusaha menahan emosi Arthur.


" ohh, inikah istri mu Arthur?? Manis sekali.." ujar paman Khufra seraya memegang daguku.


Tak kusangka Arthur menepisnya dengan kebitu keras.


" jangan sentuh istriku!!!" 😑


Arthur.. 😳 Hatiku benar-benar tersentuh.. 😒


" iya, iya baiklah.. Dia milikmu, miliki dia sepuasmu. Masuklah, ayahmu sudah menunggu." ujar paman Khufra.


Kami pun masuk, aku melihat ada banyak orang berkumpul disana. Apakah ada hal-hal penting yg perlu di bicarakan disini?? πŸ˜• Aku melihat ibu ratu dan paduka, ada bibi Kagura juga disana. Ada seseorang yg terlihat sebaya dengan ibu ratu. Aku ingat, ibu suri pernah bilang paman Khufra punya istri dari kerajaan Hogwarts. Namanya.. πŸ€” Ginny, yaa Ginny.. Aku pun duduk di samping Arthur. Tunggu di sudut sebelah sana.. Itu kan.. 😳


" putri Silvanna??" 😱 aku spontan menyebut namanya.


Dan celakanya semua orang disana mendengar suaraku.


" i.. Iya.. Ibu." 😰 aku benar2 tidak bisa berkata-kata.


Karena disini hanya aku yg berasal dari rakyat biasa. Jika aku mengungkapkan pembully-an waktu itu, pasti bukan putri Silvanna yg akan dihukum. Tapi aku dan keluarga ibu ratu yg akan di permalukan. 😟


" bukan kah ibu tau bahwa Silvanna dan Naya satu sekolah denganku?? Itu berarti Naya dan Silvanna juga satu sekolah, siapa juga yg tidak mengenal tuan putri Silvanna ini." πŸ˜’ ujar Arthur dengan nada sedikit sinis.


Mungkin dia kembali mengingat masa dimana aku pernah dibully oleh Silvanna, dan itu karena aku di gendong oleh dirinya.


" iya, ibu. Saya kenal dengan Naya, dan tentu saja kami berteman baik walau hanya sebentar kami bertemu." ujar Silvanna yg tiba-tiba bersuara.


Apaa?? Ibu?? Dia menyebut ibu ratu dengan sebutan ibu juga?? 😳


" mungkin Naya lupa, waktu itu saya sudah memperkenalkan diri. Bahwa saya adalah anak bungsu dari Ratu pertama kerajaan Hogwarts. Dan tentu saja kakak saya yg bernama Ginny ini adalah istri dari paman nya Arthur. Tapi saya lupa bilang pada Naya bahwa saya adalah teman masa kecilnya Arthur." ☺ lanjut Silvanna.


Apa?? Ohh ya aku baru ingat.. 😳


" Naya?? Aku baru saja tahu nama mu tapi aku belum memperkenalkan diriku padamu bukan??" ujar putri Silvanna yg sudah menunggu lama.


" ehh, iya tuan putri. Silahkan perkenalkan diri anda."


" saya Silvanna, putri bungsu dari Ratu pertama kerajaan Hogwarts. Sebagai tuan putri, aku akan menghukum mu."

__ADS_1


Jadi dia.. Dan istrinya paman Khufra.. Berasal dari kerajaan yg sama?? Dan bahkan mereka adalah kakak beradik?? 😳


" iya Silvanna tidak apa-apa. Lagipula sekarang Naya sudah tau, kalian bisa berteman lebih dekat." jawab ibu ratu.


Berteman lebih dekat? Aku bisa mati jika sampai aku ditinggal berdua saja dengan nya. 😱


" tapi sangat disayangkan, ya. Waktu Arthur dan Naya menikah saya tidak turut hadir. Itu karena saya ada kunjungan ke panti asuhan. Saya sudah janji dengan anak-anak disana." ujar Silvanna.


" panti asuhan?? Putri Silvanna ini ternyata memiliki hati yang sangat baik. Tak apa, jangan merasa tidak enak. Lagipula itu hanya acara pernikahan pertama Arthur, kelak jika ia ingin menikah lagi baru kau harus menghadiri nya." lanjut ibu ratu.


Apaaa?? 😳 Menikah lagi?? Kenapa dadaku ini terasa sesak dan sakit sekali.. 😣 Lagipula kenapa memangnya jika Arthur ingin memiliki banyak istri kelak?? Bukan kah banyak raja menikah demi memperluas daerah kekuasaan?? 😞 Lalu kenapa aku harus merasa gak rela?? Seharusnya aku sudah bisa menerima hal seperti ini saat aku menerima pernikahan ini juga.


" saya bersedia untuk menjadi kandidat istri Arthur berikutnya, ibu. Itupun jika ibu dan ayah merestui. Lagipula saya teman masa kecil nya Arthur, menikah atau tidak tetap saja tidak ada bedanya." tukas Silvanna dengan begitu berani.


Apa pantas seorang tuan putri berbicara seperti ini?? 😳


" lho.. Ternyata ini alasan putri Silvanna memilih tidak hadir di pernikahan Arthur sebelumnya??" πŸ˜„ tukas ibu ratu di selingi tawa canda.


" tidak, bukan itu Carmilla. Maksud kedatangan saya kesini juga ingin membahas hal itu." ujar paman Khufra yg tiba-tiba angkat bicara.


Sekejap suasana yg penuh canda tawaΒ  berubah menjadi serius. Aku hanya mendengar tanpa menanggapi pembicaraan mereka. Tapi kulihat Arthur pun demikian, dia hanya mendengar namun tak ikut berbicara. Tapi aku melihat ada banyak sekali hal yg tengah ia pikirkan saat ini. Ia hanya menunduk, sesekali mengerutkan dahi dan menggosok dahinya.


" membahas hal apa?" ujar paduka.


Karena hawa sudah mulai menjadi dingin, pembicaraan mulai ke arah yg lebih sensitif. Kami para istri dan ank kecil hanya bisa diam.


" pernikahan Arthur dan Silvanna." jawab paman Khufra.


" apa maksudmu?? Bukan kah baru kemarin Arthur menikah?? Bahkan usia pernikahan mereka belum sampai dua hari."


" dengarkan aku, jika kau ingin wilayah kekuasaanmu menjadi lebih luas. Setidaknya kau harus mengorbankan sesuatu."


" maksudmu, aku harus mengorbankan hidup putra ku untuk itu?? Tidak.. Lebih baik aku hanya punya sedikit kekuasaan, namun rakyatku sejahtera. Daripada terus memperluas kekuasaan, namun tak bisa mengurus rakyat semuanya dengan baik."


" ohh, apa kau sedang menyindirku??" tukas paman Khufra.


" aku sedang tidak menyindir siapa-siapa. Yang jelas aku sudah tau apa maksudmu, aku tidak akan memberikan wilayahku satu meter pun padamu!!" 😑 paduka mulai menggertak.


" bagaimanapun wilayah itu adalah hak-ku!! Mau tidak mau kau harus memberikan nya!!"


Entah apa yg terjadi hingga suasana semakin memanas. Ibu ratu menyarankanku untuk pergi dari ruangan itu. Mungkin karena beliau takut aku terlibat.


Ku kira, Arthur akan ikut keluar bersamaku. Tapi ternyata hanya aku dan Silvanna saja.. πŸ˜‘ Mungkin hanya raga Arthur yg seperti anak kecil, tapi bagi mereka ia seorang pria dewasa.


To Be Continue..

__ADS_1


__ADS_2