Pengantin Dini [TAMAT]

Pengantin Dini [TAMAT]
#8 Masa kecil Arthur


__ADS_3

" kita sudah sampai.." ujar Arthur.


Mobil berhenti di depan sebuah gerbang yg di dalam nya terdapat sebuah kastil. Terlihat seperti kastil yg kuno namun tetap saja mewah dengan hiasan kristal tentunya.


" ingatlah untuk menjaga sikapmu saat bertemu ibu suri. Jangan terlihat bodoh dan ceroboh. Jangan mengundang amarahku, jangan terkesan kau membenciku." ujar Arthur.


" lalu aku harus bersikap bagaimana?" 😑


" sopan saja, itu sudah cukup. Dan lagi, hormati aku juga di depan ibu suri. Tapi kau harus tetap dekat denganku, agar ibu suri tidak curiga bahwa aku memaksamu. Bilang saja kita sudah berteman cukup lama."


" akhirnya kau sadar atas apa yg kau perbuat." 😒


" ya, oke. Tapi kali ini jangan demi aku, demi ibu suri." ujar Arthur.


Aku hanya terdiam dan menurut saja apa yg ia katakan. Kami mulai memasuki kastil itu. Karena langit sudah gelap dan nenek nya Arthur sudah beristirahat, kami disambut oleh bibi Kagura. Aku bingung harus menyebutnya apa. 😑 Ibu ratu?? Bibi ratu?? Tante??


Bibi Kagura, Adik dari Raja Cecilion.


...


...


...


...


...


...


" kak, kau datang juga akhirnya. Kalian langsung lah naik ke atas dan beristirahat. Biar para pembantu yg mengantar barang2 kalian nanti ke kamar." ujar bibi Kagura.


" baiklah. Apa ibu sudah tidur?" tanya paduka.


" sudah, beliau terus bertanya kapan kalian datang. Ohh, apakah ini calon menantu mu kak?? Imut sekali!!" 😍 ujar bibi Kagura seraya mencubit pipiku.


" eh, terima kasih bibi.. Ehh tante.. Ehh ibu ratu.. Ehh Bibi ratu.. Maaf, saya bingung bagaimana harus memanggil anda." 😵


" lucu sekali.. 😚 Saya lebih suka kalo kamu manggil saya bibi. Boleh??"


" tentu boleh, bibi." 😅


" beristirahatlah, ya.. Kau pasti lelah. Besok pagi, mari kita beri kejutan pada ibu suri dengan kedatanganmu kesini."


" baiklah.." 😊


Aku pun diajak Arthur untuk naik ke atas kastil. Mencari kamarku. Syukurlah, kami berada di kamar yg terpisah. Aku masih takut dengan fakta bahwa setelah menikah aku akan satu kamar dengan nya. Walau ranjang kami akan terpisah, aku hanya takut saja Arthur akan berbuat sesuatu kepadaku. Aku paham dia orang seperti apa. 😑


Keesokan harinya, di pagi hari kami mengunjungi kamar ibu suri. Kukira kamarnya akan lebih mewah dari kamar Arthur atau kamar ibu ratu, ternyata kamar ibu suri terlihat lebih sederhana. Kami berbincang beberapa saat, lalu kemudian..


...


...


...I...


bu Suri saat masih sehat.


" Lion, ibu ingin bicara berdua saja dengan Naya. Boleh??" ujar ibu suri. Jantungku langsung berdegup kencang mendengar ibu suri ingin berbicara pribadi denganku.


" baik ibu, kalau begitu saya tidak mengganggu." jawab paduka. Ternyata 'Lion' adalah panggilan paduka raja saat beliau kecil.


" di belakang kastil siapkanlah tempat sederhana untuk kita makan siang, ibu rasanya ingin makan diluar siang ini." ujar ibu suri kembali.

__ADS_1


" tentu ibu, saya akan menyiapkan makanan nya." ujar ibu ratu.


" ibu rindu masakanmu, Carmilla."


" saya akan memasak makanan terbaik, makanan kesukaan ibu tentunya." lanjut ibu ratu.


Tak lama mereka semua keluar, bahkan para pembantu di kastil itu diperintahkan ibu suri untuk meninggalkan kami berdua saja. Aku sedikit gugup, tapi aku harus tetap mengingat pesan Arthur. Harus sopan, jangan terlihat ceroboh dan bodoh. Bersikaplah seperti seorang tuan putri yg baik dan ramah. 😣


" kau terlalu menjaga sikap, nak. Biasa sajalah.. Nenekmu ini juga dulu orang biasa sepertimu." ujar ibu suri. Aku hanya tercengang.


" ne.. Nenek??" 😳


" iya, panggil aku nenek saja. Lagipula ibu suri hanyalah sebuah gelar. Jika aku nenek nya Arthur berarti akan jadi nenekmu juga, kan??" 😊


" eh, iya.. Nek.." 😰


" nah begitu.. Kamu, udah lama kenal Arthur??"


" lumayan lama, nek." jawabku. Tentu saja harus sesuai dengan yg Arthur perintahkan padaku. 😑


" akhirnya bocah itu bisa punya teman. Nenek sempat cemas jika dia sampai benar2 kehilangan jiwa kemanusiaan nya."


" maksud nenek??" 🙁


" Arthur.. Dia anak yg spesial. Di usianya yg sekarang ini, ia harus menikah dan melanjutkan tahta ayahnya. Padahal ayahnya masih hidup."


" nenek, boleh saya bertanya?" 😞


" tentu, saja.. Nenek senang kau mau bertanya." 😊


" apa yg dilalui Arthur sejak ia kecil sampai sekarang, hingga ia bisa sekuat ini??"


" saat ia lahir, semua sangat bahagia. Setelah penantian yg sangat lama dari Cecilion dan Carmilla, akhirnya anak pertama mereka lahir. Tahun pertama Arthur sangatlah menyenangkan, dulu mereka semua tinggal disini. Kastil ini terasa hangat sekali."


" ya.. Semuanya.. Cecilion, Carmilla dan bayi Arthur. Termasuk juga 2 anak nenek yg lainnya."


" bibi Kagura?"


" yaa, anak perempuan nenek satu2 nya itu belum mau menikah. Dan satu lagi, namanya Khufra. Dia menikahi putri dari kerajaan yg merupakan musuh bebuyutan dari Land Of Dawn,   yaitu kerajaan Hogwarts. Gadis itu bernama Ginny. Mereka belum dikaruniai anak sampai saat ini." ujar ibu suri. Aku melihat emosi nenek begitu marah saat beliau mulai bercerita tentang anak lelakinya itu.


Paman Khufra.


...


...


...


...


Istri paman Khufra, Ginny.


...


...


...


...


" lalu bagaimana dengan kelanjutan masa kecil Arthur, nek?" ujarku berusaha kembali ke topik awal, takut nenek semakin emosi dan bisa berdampak buruk pada kesehatan nya.


" hmm, Arthur.. Sejak 2 tahun ia sudah pandai memanah. Usia 5 tahun ia diharuskan sudah bisa menembak dengan senapan. Setahun kemudian ia belajar berkuda dan ilmu bangsawan, strategi kerajaan, belajar berperang, berburu, hingga baru2 ini dia tengah belajar administrasi kerajaan dan 5 bahasa asing."

__ADS_1


" apaa??!! 😳 sebanyak itu?? Dia bisa menyelesaikan nya dalam 12 tahun?? Aku saja hanya beberapa hari sekolah di Royal Emperor merasa pusing.." 😵


" yaa.. Tapi cucuku itu tidak pernah mengeluh sedikitpun, karena kakeknya sendiri yg mengajarinya. Semangatnya semakin membara ketika.." terputus disana, kulihat ibu suri tengah menahan diri untuk tidak menangis.


" ada apa, nek?? Tidak apa-apa jika tidak enak untuk diceritakan, jangan membuat kesehatan nenek semakin memburuk." 😟


" tidak, nak. Kau harus tau, agar kelak kau bisa lebih mengerti cucuku. Dia sangat menyayangi kakeknya, melebihi ayahnya sendiri. Karena saat kakeknya turun tahta, ayahnya menjadi super sibuk. Ia sehari2 diasuh oleh kakeknya. Dua hari sebelum kematian kakeknya, Arthur sempat tau masalah yg terjadi di istana. Dan kematian pun tetap tak bisa dihindari. Arthur yg tengah berusia 9 tahun itu benar2 terpukul, apalagi setelah tau incaran paman nya yg selanjutnya adalah ayahnya sendiri."


" 9 tahun??" 😳 ujarku kaget.


" yaa.. Tapi diusianya yg muda itu ia sudah mampu memimpin pasukan perang. Ia tak ragu untuk menyerang bahkan sampai membunuh. Darah manusia yg bercucuran di pedangnya sudah tak bisa membuatnya takut lagi."


" apa dulu Arthur takut dengan darah??" 🙁


" 2 tahun pertama Arthur.. Melihat tikus yg mati karena racun pun ia bisa menangis histeris. Selembut itu hatinya dulu.." 😄


" ohh.. Dunia kami ternyata sangat jauh berbeda, aku tak yakin kami bisa bertahan." 😞 ujarku mengeluh, mengingat dunia yg akan kuhadapi ini benar2 bukan duniaku.


" nak, apa kau tau kenapa nenek menginginkan gadis biasa untuk memimpin negeri ini kembali?" tanya ibu suri.


" hmm, ya.." 🙁


" gadis biasa sepertimu punya banyak dukungan di kalangan rakyat, kau lebih paham apa yg rakyat inginkan, apa yg mereka butuhkan, dan kejahatan apa yg kami tidak ketahui."


" tapi, saya kira semua ini tentang membalas dendam pada paman Khufra??" 😥


" itu bukan urusanmu, nak. Itu tanggung jawab Arthur."


" tapi, nek. Dia tidak bisa menangggung beban itu sendirian. 😨 Tolong beritahu aku, jika aku memang bisa membantu."


" sudah lama nenek ingin menunggu mu mengucapkan kalimat ini." 😊


" hah?? Apa??" 😕


" kau akan tau nanti.. Jangan terburu-buru dan pahami pelan2 alurnya."


" hmm.. Baiklah, nek." 🙁 ujarku dengan ekspresi wajah yg kebingungan. Masih belum mengerti dengan apa yg dimaksud oleh ibu suri.


" ibu, semuanya sudah siap." ujar bibi Kagura.


Bibi Kagura pun membopong ibu suri untuk duduk di kursi roda. Kami berangkat bersama ke belakang kastil. Kulihat disana makanan sudah tersiapkan banyak sekali. Wahhh!! Benar2 menggiurkan. Apa benar ini masakan ibu ratu?? 😍😍😋😋


" hati-hati.. Jangan sampai air liurmu menetes." 😒


" Arthur!!" 😫


" bicara apa saja kau dengan ibu suri??" 😒


" nenek?? Banyak sekali.." 🙁


" sejak kapan kau berani menyebut ibu suri dengan panggilan nenek??" 😡


" nenek yg ingin aku memanggilnya begitu.. Lagipula kata nenek, jika dia nenekmu maka dia nenek ku juga." 😜


" jangan berlebihan!! Apa kelak kau akan merebut ayah dan ibuku juga??" 😒


" aku masih berencana, tapi boleh juga.." 😃


" isshh!!" 😑


" mari makan, pangeran.." 😋 ujarku.


Kami menyantap makanan dibawah hangatnya mentari, saat itu kebetulan tidak terlalu panas. Disertai angin sejuk yg bertiup dari arah barat. Jadi kami memilih untuk tidak berteduh dibawah pohon. Benar2 acara makan siang yang terbuka!! 😳 Kapan ya, keluargaku bisa makan enak begini..

__ADS_1


To Be Continue..


__ADS_2