Pengantin Dini [TAMAT]

Pengantin Dini [TAMAT]
#17 Penculikan


__ADS_3

" Nay.."


" hmm??" 😪


" apa kau serius tentang hal yg kau bicarakan tadi?"


" yaa.."


" anak yg kau maksud itu adalah.. Anak siapa?"


" anak kita lah!!" 😑


" Nay, gak mudah untuk bisa memiliki seorang anak."


" aku tau.. Tapi aku sudah cerita padamu kan tentang Miranda yg bilang padaku tentang pentingnya kita memiliki keturunan?"


" iya.. Tapi, aku rasa tubuh kamu belum siap Nay."


" bagian mana yg belum siap, aku akan melatih tubuhku agar siap untuk memiliki seorang anak."


" Naya.. Yg aku maksud bukan itu."


" lalu apa??"


" itu.. Menurutku, bagimu akan sedikit menyakitkan." 😰


" aku siap, asalkan kau tetap bersamaku menjalani semua ini."


" yaa, baiklah jika kau sudah siap."


Pagi harinya..


Ibu ratu hendak membangunkan Arthur dan Naya, tak lupa ia hendak mengetuk pintu kamar mereka. Namun ia mendengar sesuatu yg aneh.


" Naya, kamu diem dong."


" kamu nya yg banyak gerak!! Pelan-pelan, dong. Sakit tau!!"


" jangan teriak-teriak, ibu pasti sudah akan kesini memanggil kita untuk sarapan."


" biar saja ibu tau, kau terlalu kasar padaku."


" sudah diam, coba kau rasakan sekarang. Bukankah sudah lebih enakan??"


" jangan sentuh yang itu!!"


" kenapa?? Bukankah aku harus menyentuhnya agar tidak sakit??"


" aahhh!! Arthur!! Semuanya tumpah.."


Mendengar hal itu, ibu ratu bergegas turun dan tidak jadi membangunkan mereka.


Apa kau tau apa sebenarnya terjadi?? Jangan berpikir mesum dulu!! 😆 Kenyataan nya tidak seperti itu.


Ini yg terjadi..


Malam itu mereka memang sudah bersatu, tapi tidak menimbulkan suara apapun. Namun karena kepolosan Naya, pagi-pagi ia hendak ke kamar mandi. Karena malu tengah tak berbusana, dia tergesa-gesa. Dan dia malah terjatuh dari atas ranjang sehingga pergelangan kaki nya terkilir. Adegan pagi itu adalah Arthur yg tengah mengobati kaki Naya. Coba kalian baca lagi dialognya.. ☝️😆 Dan yg tumpah itu adalah minyak urut ya, bukan anu.. 😆


" pagi, bu.." ujar Arthur saat kami tiba di meja makan.


Karena kaki ku masih sakit, Arthur membopongku untuk berjalan.

__ADS_1


" lho, Naya.. Kaki kamu kenapa??" tanya paduka.


" itu.. Aku jatuh dari ranjang, ayah."


" lho, kok bisa??"


Aku hanya bisa terdiam, berkelibat apa yg sudah kulakukan dengan Arthur semalam. Ahhhk!! 😵 Mana mungkin aku bilang karena terlalu lelah melakukan itu.


" dia baru bangun dan langsung berlari pagi ini, jadi terjatuh. Pergelangan kakinya terkilir, aku sudah mengobatinya barusan. Tapi dia malah menjerit-jerit membuatku semakin sulit memijat kakinya." jawab Arthur berusaha membantuku.


" jadi yg ibu dengar pagi ini.." ujar ibu ratu yg kecewa bahwa yg ia dengar pagi itu ternyata hanya prasangka nya saja.


" ibu dengar apa??" tanya Arthur lagi.


" ahh, tidak nak. Ibu tidak mendengar apa-apa." 😅


Hari-hari berlalu.. Berganti bulan dan minggu. Aku sekarang sudah terbiasa dengan keadaan yg baru, dimana aku tidur dengan Arthur setiap malamnya. Dan berangkat sekolah tiap pagi nya. Tak lupa kami selalu meluangkan waktu untuk pergi bersama hanya berdua saja.. Ahh, ternyata ini yg namanya cinta. Bisa membuat dunia seakan milik aku dan dia saja. Ohh, ya.. Aku sudah tau segalanya tentang itu lho.. 😁 Aku tau dimana titik lemahnya Arthur dan apa yg bisa membuatnya terpancing. Aku kadang menjahilinya di sekolah. 😆 Sumpah!! Saat dia panik karena ingin, itu lucu sekali!!


" Nay, Silvanna sudah masuk sekolah lagi sekarang." ujar Miranda


" kenapa memang nya? Oh ya, aku baru inget. Pantesan aku gak pernah lihat dia akhir2 ini." jawabku.


" kamu harus mulai hati-hati sekarang."


" yaa, oke."


" ohh, iya Nay. Aku.. Kau tau kan teman nya Arthur?" tanya Miranda.


" teman nya yg mana?" 😑


" Peter, yg waktu itu nolongin aku. Dia.. Kemarin datang melamarku, Nay." 😅


" apaa??!! Dia melamarmu?? Sejak kapan kalian dekat?"


" kenapa kamu gak bilang dari awal??"


" aku pengen ngasih kejutan ke kamu."


" kamu juga mau nikah dini sepertiku??"


" entahlah, aku masih berfikir." 😅


" Miranda, aku tau kalian saling mencintai. Tapi percayalah, keindahan pernikahan dini yg kalian lihat padaku dan Arthur itu tidak sepenuhnya benar. Walau kami bahagia, tapi kami harus merelakan masa-masa indah kami sebagai seorang remaja. Kami harus kembali memikirkan masa depan dan mimpi kami satu sama lain. Lagipula aku dan Arthur menikah untuk menyelamatkan kerajaan. Kalian-kalian yg masih muda dan lajang ini, jika tidak terdesak lebih baik menikmati waktu muda kalian dulu."


" apakah benar seperti itu, Nay??" 😞


" yaa, jangan sampai kau menyesal. Kau pasti masih punya impian yg panjang, gapailah semua itu dulu. Jika Peter benar2 mencintaimu, dia pasti bisa menunggu."


" baiklah, terima kasih Naya. Saranmu benar2 membantuku." ☺


" tentu, jika itu untuk masa depan sahabatku." 😉


Tak lama bel pulang sekolah pun berbunyi. Arthur berpesan padaku untuk pulang dengan pak sopir, karena dia akan bermain golf dulu bersama Peter. Tapi entah kenapa kepalaku terasa pusing sekali, mungkin aku terlalu banyak berpikir di pelajaran hari ini. Mungkin juga aku kekurangan darah karena sering begadang bersama Arthur.


" ehh.. Eh.. Eh.. Naya kamu kenapa??" tanya seseorang padaku, kemudian dia membopongku.


" tidak apa-apa, aku hanya sedikit pusing." jawabku.


Entah siapa gadis ini, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena kepalaku benar2 pusing. Dan pandanganku mulai kabur.


" kalau begitu aku antar kau pulang ya." ujar wanita itu.

__ADS_1


Entah kenapa tubuhku begitu lemas sekali, padahal aku ingat dengan jelas sarapanku pagi ini. Dan tentu saja makan siang dengan Miranda. Tunggu.. Suara mobil ini rasanya berbeda. 😳


" kau.. Kau siapa?? Mana sopirku??" teriak ku pada 2 orang yg sedang duduk di bangku depan."


" kau diam saja!!" teriak seorang wanita yg kemudian dia menoleh ke arahku.


" Silvanna?? Apa yg kamu lakukan?? Kamu mau membawaku kemana??" 😰


" kubilang diam, ya diam!! Apa kamu tuli!!" 😡


Astaga!! Silvanna sedang dalam kondisi buruk hari ini. Apa yg akan dia lakukan padaku?? Apa aku ada salah sama dia akhir-akhir ini?? 😱


Apa dia akan menculikku?? Aku lupa bahwa Silvanna memang berbeda, dia benar2 seorang psikopat.


" Silvanna, tolong jangan lakukan ini.. Biarkan aku pulang." 😰


" yaa.. Aku memang akan mengantarmu pulang. Tapi bukan ke rumahmu atau ke istana, aku akan membawamu ke neraka!!"


Apaa??!! Tunggu.. Apa Silvanna mau membunuhku?? 😱 Masa iya gadis kecil bisa melakukan hal keji seperti ini? Arthuuurr!! Tolong aku!! 😫


" kita sudah sampai, nona." ujar sopir mobil itu.


" baiklah.. Kalian semua!! Tolong bawa gadis yg di belakang, ikat dia di kursi." teriak Silvanna.


Lalu datang beberapa orang pria dewasa menyeretku dan mengikatku di sebuah kursi.


Hooeekk!! 😖 Bau apa ini?? Kenapa disini bau sekali!!! 😵 Apa ini bau alkohol?


" Naya.. Naya.. Kamu ternyata kuat juga, ya. Bisa bikin Arthur sendiri menolak ku untuk jadi istri nya."


" apa maksudmu?? Aku sama sekali tidak meminta Arthur untuk menolakmu!!"


" benarkah?? Lalu kenapa Arthur sampai berani bersumpah di hadapan semua orang bahwa dia hanya ingin memiliki satu istri saja, dan itu harus kau tidak boleh yg lain."


" a.. Apa??" 😳


" kenapa Arthur tidak bilang bahwa istri nya hanya boleh satu, dan itu boleh siapa saja. Ahh.. Mungkin hari ini aku tidak perlu membunuhmu kalau saja Arthur bilang begitu waktu itu."


" apa yg mau kau lakukan??" 😫


" menghilangkanmu dari muka bumi ini selamanya. 😡 Hingga tak akan ada Naya yang satu-satunya, dan hanya boleh dimiliki Arthur. Jika kau tiada, bukan kah aku ada potensi untuk mengganti posisimu??"


" jangaann!!" 😫


" sssttt!! Jangan takut, aku tidak terlalu kejam kalau membunuh. Lagipula aku benci dengan darah. Tapi.. Jika kau mau minum jus ini, seteguk saja.. Aku jamin kau akan pergi dengan tenang. Gampang kan?? Ayolah!! Aku sudah begitu baik padamu, apa kau tidak akan berterima kasih padaku??"


" kau memang bocah psikopat!! Aku heran bagaimana gadis kejam sepertimu masih di biarkan hidup di dunia ini!!" 😠


Plaakk!!


Tamparan Silvanna di pipi kiri ku membuatku hingga terjatuh ke arah samping.


" diam kau!! 😠 Ini karena kau yg meminta, bukan aku!! Karena kau sudah berkali-kali menghinaku, aku akan membuatmu mati secara perlahan dengan menyakitkan." ujar Silvanna.


" pengawal!! Bawa para preman itu kemari!! Siksa dia, terserah kalian mau melakukan apapun padanya. Jika ia masih belum mati hari ini, maka besok aku sendiri yg akan membunuhnya. Jangan terlalu terburu-buru.. Nikmati saja waktu kalian dengan gadis kecil ini. Baiklah, Naya.. Selamat menjalani malam terakhirmu di dunia ini. Aku gak nemenin kamu, ya. Dahh!!" 😊 ujar Silvanna lalu ia pergi begitu saja.


Ada sekitar 15 pengawal disini, dan ada 10 preman yg mulai berjalan mendekatiku. Tubuhku benar-benar sakit.. 😖 Ikatan ini terlalu kuat, aku tidak bisa melepaskan nya. Preman-preman yg bau alkohol itu sudah semakin mendekatiku. Ahh.. Tidak!! Aku mulai pusing mencium bau mereka.. 😵


" tidak!! Aku mohon paman.. Jangan lakukan apapun padaku!!" 😭


Aku menjerit sampai suaraku benar-benar habis. Berharap mereka bisa memberiku sedikit kesempatan untuk hidup. Saat mereka sudah mulai mendekatiku, mengerumuniku dan menyentuh setiap bagian tubuhku. Aku yang semakin tak tahan dengan bau mereka pun akhirnya tak sadarkan diri. Aku tidak tau apa yg terjadi padaku saat itu..

__ADS_1


To Be Continue..


__ADS_2