Pengantin Dini [TAMAT]

Pengantin Dini [TAMAT]
#18 Antara Harapan dan Cinta


__ADS_3

" Nay.. Apa kau baik-baik saja??"


" A.. Arthur? Aku dimana??"


" kau di rumah sakit. Kau aman sekarang."


" jadi.. Semua yg aku alami itu bukan mimpi??" 😟


" maaf.. Aku sudah meninggalkanmu sendirian hari itu."


" apa aku.. Oleh para preman itu.." 😞


" tidak, Nay. Saat kau pingsan, aku baru tiba disana. Mungkin kau pingsan karena panik."


" kenapa kau tau aku diculik?" 😟


" pak sopir yg memberitahuku bahwa dia melihat kau dibopong Silvanna ke mobilnya."


" Silvanna.. 😳 Apa dia.."


" sudah, jangan takut. Aku sudah mengurusnya. Ohh, ya. Apa kau haus?? Aku akan ambil minuman. Ahhkk!! Kakiku.." 😖


" apa kau baik-baik saja?? Tunggu, tanganmu berdarah!! 😰 Kenapa kau masih disini padahal kau terluka, obati dulu luka mu."


" aku tidak apa-apa."


" apa kau melawan mereka semua sendirian?"


" tentu, aku kan pria sejati.😊 Dan aku adalah suamimu. Tentu aku harus melindungimu dengan nyawaku."


" tapi mereka semua pria dewasa, dan ada sekitar 25 orang. Bagaimana bisa kau.."


" apa kau sedang meremehkan kemampuanku??" 😒


" ti.. Tidak.." 😅


Saat kami tengah berbincang, seorang dokter datang menghampiri kami.


" apa ada pihak keluarga dari gadis ini??"


" saya, dok." jawab Arthur.


" Nak, usiamu ini sangatlah muda. Kenapa kau harus menyia-nyiakan masa muda mu dengan menghancurkan impianmu."


" apa maksud dokter??" 😳 tanyaku heran.


" katakan padaku, siapa yg menghamilimu?? Kenapa kau bisa melakukan itu tanpa sepengetahuan orang tuamu?? Usia kandungan mu ini sekarang sudah mencapai trimester pertama, yaitu tiga bulan. Sekarang apa yg akan kau lakukan??" ujar dokter itu menceramahiku.


Apaa?? 😳 Aku.. Hamil?? Secepat itu?? 😱 Aku melihat Arthur pun sama kagetnya denganku.


" ahh, dokter. Jadi.. Istri saya hamil??" 😅 tanya Arthur dengan agak malu.


" i.. Istri?? Dia istrimu, nak??" 😳


" iya.. Saya suami nya." 😅

__ADS_1


" maaf, saya kira kamu kakak nya dia. Mengapa kalian sudah menikah di usia muda. Tunggu.. Apa kau, pangeran Arthur anak nya raja Cecilion?" 😳


" iya, mohon bantuan nya bu dokter " 😅


" astaga!! 😱 Suster cepat pindahkan gadis muda ini ke kamar VIP!! Jika ada yg tau keluarga kerajaan yg dirawat disini diperlakukan tidak baik, maka rumah sakit kita akan terkena masalah."


" baik, dok." ujar beberapa suster.


Lalu setiap orang melayaniku dengan sangat baik setelah itu. 😑


Di tempat lain, Arthur tengah mengobrol dengan bidan yang ada disana mengenai resiko kehamilan di usia muda.


" dok, apa benar kehamilan ini berbahaya?" tanya Arthur.


" tidak berbahaya, hanya beresiko. Tubuh Naya belum siap untuk ini. Dia masih terlalu kecil."


" resiko apa yg kiranya bisa terjadi pada kehamilan Naya?" 😟


" resiko paling rendah adalah keguguran. Tapi jika janin itu di pertahankan, selalu ada kejadian dimana hanya satu saja yg bisa di selamatkan."


" maksud dokter??"


" setiap suami harus memilih antara istri atau anaknya, jika nekat mempertahankan janin itu."


" apa tidak ada cara lain agar Naya bisa bertahan?"


" selalu ada keajaiban, Nak. Yang terpenting, jaga pola makan istrimu. Jangan sampai ia terlalu banyak bergerak. Dan lagi, dia masih memiliki trauma dengan kejadian yg dia alami hari ini. Mungkin beberapa hari kedepan dia akan merasa sedikit stress, kau harus menjaga emosinya tetap stabil. Ingat, ibu hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran."


" baik, dokter. Terima kasih atas arahan nya. Jika boleh saya ingin meminta list makanan yg baik bagi ibu hamil." 😅


Suasana kamar Naya..


" kau bicara apa saja dengan bidan??"


" aku diminta untuk menjagamu, itu saja."


" apa bayiku akan baik-baik saja??" 😞


" tentu.. Bayi kita akan baik-baik saja." 😄


" kenapa aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku."


" hmm.. Itu.. Nay, apa kau sudah siap menerima bayi ini??"


" kenapa?? Apa kau tidak senang dengan bayi ini."


" bukan itu.." 😞


" lalu kenapa?? Apa bayiku.." 😰


" tidak apa-apa, Naya. Kau jangan panik dulu. Dengarkan aku dan jangan terlalu dipikirkan. Jika kau stress itu akan buruk bagi kesehatanmu dan bayimu."


" baiklah.." 😟


" bidan bilang, tubuhmu belum siap untuk kehamilan ini. Terlalu beresiko.. Jika kau mau untuk menggugurkan bayi ini, kita tidak perlu memberi tau ayah dan ibu kalau kau hamil. Kau tidak perlu khawatir."

__ADS_1


" tidak!! Aku tetap ingin mempertahankan bayi ini." 😫


" tapi Naya.." 😰


" tidak!! Apapun resikonya.. Walau aku harus mati saat melahirkan bayi ini, aku tetap akan memilih untuk mempertahankan nya. Ini adalah darah dagingmu, Arthur. Apa kau tega membunuh dia??"


" tidak, Nay. Dengarkan aku dulu.."


" aku tidak mau dengar lagi, kau pergi dulu dari kamarku!! Aku ingin sendirian saja.." 😫


Tak ingin Naya bertambah buruk, Arthur pun pergi dan duduk di luar kamarnya Naya. Dia benar2 bingung. Disisi lain, ini adalah bayi yg mereka impikan. Darah dagingnya.. Tapi disisi lain, Naya adalah hidup dan cintanya. Bagaimana ia bisa hidup tanpa Naya disisinya?? Kenapa Arthur tidak bisa memilih keduanya saja??


Belum lagi saat Naya belum sadar setelah kejadian penculikan itu, Arthur marah besar. Dia langsung mendatangi kerajaan Hogwarts dan menyatakan perang. Ia tidak terima Silvanna membuat istrinya terluka hingga disentuh oleh orang lain.


Ia akan kehilangan waktu kebersamaan bersama Naya, karena ia sibuk mempersiapkan peperangan yg akan terjadi akhir tahun ini. Sekitar enam bulan lagi, perang antara Arthur dan paman nya akan meledak. Pihak yg menang berhak mendapatkan daerah kekuasaan pihak yg kalah, seutuhnya tanpa terkecuali.


Arthur bingung bagaimana membagi waktu latihan nya dan waktu untuk merawat istri dan bayinya.


Karena merasa lelah dan belum makan sedikitpun, Arthur tertidur di kursi luar dan Naya yg tengah mencarinya melihat suaminya itu terbaring lelah.


" Arthur.." 😟


" ahh, iya.. Naya, kamu kenapa ada di luar malam-malam begini??"


" kamu kenapa tidur disini? Ayo tidur di dalam saja bersamaku."


" aku takut kau merasa tidak nyaman."


" tidak.. Ayolah, kau kedinginan disini." ujar Naya seraya menuntun Arthur untuk masuk ke kamarnya.


Setelah beberapa minggu akhirnya Naya pulang ke istana dan semua anggota kerajaan mengumumkan kehamilan Naya, sehingga semua rakyat Land Of Dawn pun tau kabar bahagia tersebut. Termasuk ibu dan ayah nya Naya di kampung halaman nya, setelah tau hal tersebut mereka datang mengunjungi istana.


" sayang.. Apa kamu baik-baik saja?" tanya ibu padaku.


" aku baik, sangat baik.." ☺


" perut anak-ku sudah mulai membesar. Ayahmu ini tidak bisa melakukan apapun selain mendo'akan yg terbaik untukmu, nak." 😩


" tidak apa-apa, ayah. Kedatangan kalian sudah membuatku senang. Ohh, ya apa ayah dan ibu masih tinggal di rumah kita yg dulu? Aku sangat berharap ayah dan ibu bisa tinggal disini bersamaku." 😄


" tentu saja, tapi keluarga kerajaan selalu memberikan kami pelayanan yg baik. Jadi kau tidak perlu khawatir." ujar ibu.


" tapi karena perang akan segera terjadi, kita akan pindah secepatnya dari perbatasan." ujar ayah.


" eh, ssstt!! Kau ini kenapa? Anak kita sedang hamil, jangan beri dia tekanan yg besar." ujar ibu.


" apa maksud ayah barusan, bu?? Perang apa yg ayah maksud?? Bukan kah daerah perbatasan kita itu aman-aman saja akhir-akhir ini??"


" ahh, tidak.. Sayang, kami hanya asal bicara saja. Land of Dawn ini kan negara maju dan besar, setiap pemimpin pasti menginginkan wilayah ini." ujar ibu.


Entah kenapa aku merasa ada hal yg sengaja dirahasiakan oleh semua orang padaku. Tak seperti biasanya, Arthur semakin sering latihan dan kadang sampai larut malam. Bahkan aku selalu melihat banyak tentara memperketat keamanan. Apa benar akan ada perang?? 😟 Mengapa tidak ada yg memberitahuku??


" ibu.. Kalian tinggallah disini untuk beberapa hari. Aku akan meminta izin pada ibu ratu."


" baiklah kalau kau mau begitu." jawab ibu.

__ADS_1


To Be Continue..


__ADS_2