
Radit pun pulang ke rumah mandi dan ke pasar membantu ibu " Anak soleh nih bos !!.
Bu Tadi aku sudah mengantarkan pesanan punya bu Sri tapi dia tidak ada uang cash dan nanti malam setelah tutup warung aku akan kesana mengambil uang nya.
Iya nak ini hari terakhir kita berjualan, Sontak Radit kaget mendengar kalimat itu dan bertanya ke ibunya .
Bu... mengapa berbicara begitu ?? apa ada sesuatu yang terjadi ??!!...
Ibu radit menjawab pertanyaan Radit sambil terisak " Nak ayah tirimu Yadi menggadaikan warung kita kepada rentenir dan ternyata sudah lama jatuh tempo, ibu melihat bunganya sangat tinggi !!.
"Sialan Yadi beraninya berbuat begitu, aku akan mencarinya bu !! akan aku buat perhitungan padanya. Radit kesal dan akan mencarinya sampai ketemu.
Tidak perlu Radit, ibu mendapat kabar dari teman kata teman ibu dia sudah pergi ke negara C dan bekerja di sana sejak setahun lalu.
Bajingan Penipu Sialan !!! Radit dengan geram dan wajah merah menahan emosi.
Jam sudah menunjukan pukul 8 malam dan mereka berkemas. Ini adalah terakhir kalinya kita kemari Radit, Kamu carilah pekerjaan agar kuliahmu bisa terus lanjut.
Baik ibu Besok sepulang kuliah aku akan mencari pekerjaan. " Radit pun menuruti perintah ibunya.
__ADS_1
Sesampai di rumah Radit teringat akan mengambil uang pesanan Bu Sri. Bu aku ke rumah Ibu sri dulu mengambil uang. Baiklah nak hati hati sudah malam dan cepat pulang. Radit mengangguk dan cepat segera k rumah Bu Sri.
Ting tong.... Ting Tong !!! Iya cari siapa terdengar suara perempuan yang sedang membuka pintu pagar yang hampir seluruh rumah nya terhalangi pagar.
Saya cari Ibu Sri ??!! eeehh kamu Tari ?? sedang apa kamu di sini ?? tanya Radit dengan wajah bingung .
Heeeeh kamu yang sedang apa datang ke rumahku ??... tanya Tari dengan wajah agak masam. Dia masih mengingat kejadian Pagi di mana mobil nya bisa penyok menabrak Orang.
Siapa Tari ??!!! Eh ini mah ada Radit cari mamah. oh itu mau ambil uang sate pesanan mamah tadi pagi, Suruh tunggu sebentar Tari.
"Tunggu di sini mamah ku mengambil uang. Tari baru mengetahui bahwa Radit anak penjual Sate yang biasa ibunya beli di Pasar.
Ya mah... dia yang buat mobilku penyok !! dengus Tari.
oh jadi kalian sudah kenal, baguslah kamu sudah dapat teman di sini." Mamah tari tersenyum pada Radit.
Mah dia juga sekampus sama aku dan dia juga yang menolongku tadi siang saat aku hampir di pukul sama maling " Tari menceritakan kejadian tadi siang ke mamah nya.
Wah jadi nak Radit yang menolong Tari ??!!... terima kasih Nak sudah menjaga Tari untuk ke depan nya tolong lihat lihat tari ya di kampus !!
__ADS_1
Radit "eemm... baik Mah ehh Bu !!!
Tari menoleh ke Radit yang keceplosan memanggil mah. Enak aja mah mah... anak mamah cuman aku gak ad yang lain.
Hehehe maaf non " Radit sambil menggaruk kepala yang tidak gatal... mungkin kutuan .
Selesai Mengambil uang dari bu Sri , Radit langsung pulang ke rumah, dan sesampai nya dia di rumah dan melihat ibunya berbaring dengan wajah pucat.
Bu.. ibu kenapa ?? ibu sedang sakit ?? aku bawa ke dokter ya !!. " Radit khawatir.
Tidak usah nak uang yang ada sangat sedikit kamu pakai saja untuk membeli motor bekas agar kamu bisa pergi kerja nanti.
Tidak bu... ibu sudah pucat begini harus di bawa ke dokter. " Radit memaksa agar ibunya di bawa ke dokter.
Radit tidak memperhatikan omongan ibunya dan segera menelfon ambulan untuk segera datang.
Dalam perjalanan Ibu Radit semakin gawat dan Akhirnya Ibu Radit meninggalkan Radit sendirian di dunia.
Radit menangis sejadi jadinya, hanya ibunya yang ia miliki dan ia belum sempat membahagiakan ibunya.
__ADS_1