Pengemis Mendadak Kaya

Pengemis Mendadak Kaya
87. Ingin Melamarnya


__ADS_3

Pagi hari mansion sudah di penuhi dengan pengawal Radit, " Hari ini akan ada peresmian hotel Wijaya. Jadi setengah dari kalian akan berjaga di hotel. " Radit memberikan perintah agar tidak ada yang menggangu saat acara di mulai.


Jam sudah menunjukan pukul 3 sore, Radit segera melaju dengan mobilnya menuju ke hotel.


Semua sedang sibuk mengatur kursi dan meja untuk para tamu yang berjumlah 5.000 undangan.


Tari " Sayang masih ada waktu 2 jam tidak kah kau ingin beristirahat ? Tari mengkhawatirkan Radit yang tampak sedikit pucat karena di pukuli oleh master ling.


Baiklah aku akan istirahat sebentar di atas menikmati angin dan matahari terbenam. " Radit memainkan matanya agar Tari mengikuti ke atas.


Bagaimana pemandangan ini ? " Radit memegang tangan tari sambil melihat matahari terbenam.


Aku tidak ingin waktu cepat berlalu untuk sekarang " Tari pun terpukau melihat pemandangan langit di sore hari dari atas hotel .


Ku harap kita akan selalu bersama selamanya apa pun yang terjadi " Radit sedikit sedih karena membayangkan kebohongan nya selama ini pada Tari.


Ya aku pun tidak ingin meninggalkanmu " Tari membalas ucapan Radit dengan mesra dan mereka menghabiskan waktu istirahat bersama.


***

__ADS_1


Apa sudah ramai yang datang ? Radit bertanya pada Adi dan Yumi karena penanggung jawab Saat acara adalah mereka berdua.


Saat ini masih tidak terlalu Ramai tuan, tapi media sudah memenuhi barisan mereka. " Terang Yumi kepada Radit.


Baiklah kita harus bersiap menyambut para tamu penting.


Para tamu mulai berdatangan dari Gubernur , walikota hingga pengusaha dari kota lain nya.


Acara akan segera di mulai, Di persilahkan tuan Radit ke podium untuk menyampaikan beberapa patah kata. " Yumi sebagai pembawa acara.


Radit " Terima kasih atas kedatangan kalian semua nya walaupun Tuan muda Wijaya tidak datang tapi dia sangat mengucapkan terima kasih.


Radit pun menyampaikan beberapa patah kata secara singkat agar menghemat waktu.


Tuan Wijaya Tibaa .. !!! " Terdengar teriakan dari luar.


Seketika orang orang berpakaian hitam masuk dan membuka jalan bagi tuan Wijaya.


Semua heran dan merasa gembira karena bisa secara langsung melihat tuan Wijaya.

__ADS_1


Sekitar 200 orang berbaris rapi dan membungkuk . " Selamat datang tuan wijaya .. seru mereka hingga aula hotel bergema.


Tuan wijaya pun masuk ke aula dan berdiri di samping Radit.


Orang orang dan awak media mulai bergosip dan memotret karena tuan Wijaya secara langsung menghadiri dan menggunting Pita peresmian.


Radit terdiam dan membungkuk. " Selamat datang tuan Wijaya semoga sehat selalu.


Tari beserta keluarga Sungkono yang kain ikut menundukkan kepala mereka.


Boleh kah aku ikut menggunting pita ?? Tanya pria tua itu pada Radit dan Tari.


Tari mundur 3 langkah dan mempersilahkan Tuan Wijaya untuk menggunting, yang tadinya akan di gunting oleh Radit dan Tari.


Tidak apa nak, kemari dan kita gunting bersama " Tari pun terkejut, tapi dia segera maju karena itu perintah tuan Wijaya.


Dia sangat cantik, apa kau benar benar ingin melamarnya ? " Kakek berbisik pada Radit dengan pelan agar tidak terdengar oleh Tari.


Kek, nanti dulu bicara itu ini bukan saat yang tepat " Radit mengoceh karena sang kakek sempat menanyakan Hal tersebut.

__ADS_1


Hei aku bertanya apa kau ingin melamarnya ? " Kakek tetap bertanya sampai dapat jawaban dari Radit.


Terima kasih atas dukungan like dan komen nya.


__ADS_2