
Radit pulang ke kost nya yang kecil dan pindah ke apartment yang baru ia beli. Sekarang dia bersantai sambil melihat barang yang di pesan untuk perabotan rumah nya.
Dia beranjak pergi ke atas balkon Sambil berdiri menatap gedung gedung yang lebih tinggi dari apartment nya, dan menikmati angin yang berhembus sedikit kencang seraya berbisik. Gapai lah aku apabila kau ingin Terbang.
***
Jepang di saat yang sama.
Tuan Wijaya saya menemukan Informasi tentang Ibu Radit dan Ibu Radit sudah meninggal dunia sekitar 6 bulan yang lalu.
Orang yang berumur 79 Tahun itu melihat Foto anak nya Randi Wijaya. Nak aku berjanji akan menemukan anakmu serta penerus Wijaya.
Siapa yang tidak kenal Wijaya Company perusahaan Raksasa yang banyak membuka cabang perusahaan di seluruh dunia. Kekayaan nya hampir tidak terhitung oleh Bank Dunia. Dia adalah pemodal dan perusahaan terbesar di seluruh penjuru Dunia.
Ibu dan ayah kandung Radit berpisah karena mereka tak di restui ayah Randi. sehingga Randi di kekang dan harus menjalankan perusahaan sebagai penerus wijaya tunggal.
__ADS_1
Randi tidak bisa berkutik di bawah pengawasan ayahnya. Dia tidak menikah lagi dan akhirnya meninggal karena sakit keras .
Radit ber inisiatif pergi ke mall untuk membeli baju yang lebih layak ia pakai setelah apa yang terjadi di sekeliling nya sekarang.
BRUUKK Radit menabrak seorang wanita yang menggunakan mini Dress kembang dan berwajah tak asing baginya. Tari.... kata Radit terkejut melihat Tari yang hampir terjatuh tapi Radit dengan sigap menarik tangan nya.
Waktu terasa Lambat di mata Radit, sepertinya Radit menyukai Tari dari awal bertemu. Aku Rindu " dalam hati Radit.
Hei Radit... kau menabrak ku lagi. Tari dengan masam melihat Radit.
Hahaha tidak tidak " Radit menggaruk Kepala nya padahal tidak gatal. Cobalah pakai Obat kutu Dit... dasar.
Kau kemana saja ?? Tanya Tari sambil melihat wajah Radit yang sudah lebih bersih tapi rambutnya saja yang panjang hingga Tari Merasa tidak mengenalnya.
Eemm Aku aku .. hem. Radit bingung mau menjawab bagaimana. Tari langsung bertanya kembali. kau mau ke rumahku ? ibuku terus bercerita tentangmu yang kesusahan bagaimana ? mau singgah ?.... Ucap Tari dengan muka imut.
__ADS_1
Tak tahan kalau begini caranya aku bisa stres " dalam pikiran Radit dia sudah sangat ingin mencubit pipi tari yang menggemaskan.
Eemm baiklah tapi aku tidak bawa Motorku ... kata Radit sambil mengangkat pundaknya. Wajar saja mall dan apartment nya hanya berjarak 100m jadi sekalian olahraga dia pergi ke mall.
Tidak apa ayo sekarang aku membawa mobil, Baiklah Radit menjawab dengan semangat karena akan tau bisa satu mobil sama Tari.
Kau ke mall ngapain ? tanya Radit yang melihat tari dari samping ketika Tari sedang menyetir... dia selalu terpesona oleh Tari.
Tari "Aku memesan baju karena ada temanku yang mengundang ku ke acara pernikahan mereka.
ooo ah.... Ku kira kau yang akan menikah Canda Radit ke Tari . Ia pun tersenyum dengan membayangkan andaikan aku menikah dengan nya....hemm.
Aku belum menemukan orang yang tepat. aku takut nanti suamiku tidak menyayangi Ibu dan Ayahku, jawab tari dengan tatapan melihat jalan di depan nya.
Masih ada kesempatan nih kalau begini hehehe.... dalam benak Radit yang kemana mana ia berkhayal.
__ADS_1
Ayo guys jangan lupa di like nya. biar aku bisa terus update dan berkarya. terima kasih